PC Gaming Lampaui Konsol
News

PC Gaming Diprediksi Salip Konsol, Pertumbuhan Ditopang Game di Luar Judul Besar

PC gaming menjadi sorotan sejumlah analis dalam industri game global, seiring tren game PC vs konsol yang menunjukkan pergeseran signifikan. Pertumbuhan PC gaming kini tidak lagi hanya bergantung pada judul besar, melainkan didorong oleh game indie dan double-A yang memperkuat fenomena long tail industri game. Di tengah fase transisi, mulai dari gelombang PHK hingga naiknya biaya produksi, perubahan ini menandai arah baru dalam perkembangan industri video game yang semakin beragam dan dinamis.

Laporan tahunan PC and Console Gaming Report 2026 dari Newzoo menunjukkan bahwa PC gaming berpotensi melampaui konsol dari sisi pendapatan pada 2028. Selama ini, PC memang menjadi rumah bagi sejumlah judul besar seperti League of Legends, Dota 2, dan World of Warcraft yang berkontribusi signifikan terhadap industri.

Meski demikian, data terbaru menunjukkan pergeseran pola pendapatan. Analis Tianyi Gu mencatat bahwa pada 2025, sebanyak 56 persen pendapatan PC gaming justru berasal dari game di luar 20 besar. Angka ini menandai penurunan kontribusi judul-judul teratas, yang sebelumnya sempat menyumbang 57 persen pada 2023, lalu turun menjadi 51 persen pada 2024, dan kini berada di level 44 persen.

Source: RPG Site

Fenomena ini menguatkan konsep long tail, di mana game dengan skala lebih kecil semakin berperan dalam menopang industri. Di platform PC, tren ini terlihat lebih menonjol dibandingkan konsol. Pada periode yang sama, 20 game teratas di PlayStation dan Xbox masih mendominasi pendapatan, masing-masing menyumbang 62 persen dan 66 persen.

Dari sisi keterlibatan pemain, waktu bermain di PC juga mengalami peningkatan. Dalam rentang 2022 hingga 2025, total waktu bermain naik 14 persen, sementara game di luar 20 besar mencatat lonjakan hingga 44 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa pemain tidak hanya mencoba lebih banyak judul, tetapi juga mengalokasikan pengeluaran ke game dengan harga yang relatif lebih terjangkau, khususnya di segmen double-A dan indie.

Perubahan preferensi pemain turut terlihat dari genre yang diminati. Game RPG dan adventure kini menjadi pilihan utama di PC dan PlayStation. Judul lama seperti The Elder Scrolls V: Skyrim, Elden Ring, dan Red Dead Redemption 2 masih bertahan kuat, berdampingan dengan rilisan baru seperti Kingdom Come: Deliverance II. Di konsol PlayStation, judul seperti The Last of Us Part II juga tetap relevan di tengah kehadiran game baru seperti Ghost of Yotei.

Sementara itu, genre shooter menunjukkan dinamika berbeda di tiap platform. Di PC dan PS5, popularitasnya mulai tersaingi oleh RPG dan adventure. Namun di Xbox, game FPS masih memimpin, salah satunya didorong oleh kehadiran seri Call of Duty dalam layanan Game Pass. Meski begitu, kejenuhan terhadap subgenre seperti hero shooter dan battle royale mulai terasa, seiring kegagalan sejumlah judul seperti Concord dan XDefiant menarik perhatian pasar.

Pengamat menilai kondisi ini sebagai bagian dari siklus industri. Tren genre kerap berganti dari waktu ke waktu, mulai dari roguelike deckbuilder, survival, hingga potensi kebangkitan game turn-based di masa mendatang. Di sisi lain, genre FPS belum sepenuhnya kehilangan daya tarik, dengan judul seperti Counter-Strike 2 dan Valorant yang masih mempertahankan basis pemain besar.

Dengan berbagai dinamika tersebut, PC semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat inovasi dalam industri game. Di tengah tantangan yang ada, pertumbuhan yang ditopang oleh keberagaman judul menunjukkan bahwa industri ini masih terus berkembang, meski dengan arah yang berbeda dari sebelumnya.