Puluhan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dari Rockstar menggelar aksi protes di depan kantor Rockstar North dan Take-Two Interactive di London serta Edinburgh. Aksi ini dikoordinasikan oleh Independent Workers’ Union of Great Britain (IWGB) setelah muncul klaim bahwa perusahaan melakukan pemberangusan serikat pekerja.
IWGB menyebut para pekerja yang dipecat merasa terpukul oleh tindakan perusahaan. Dalam wawancaranya dengan The Independent, pengorganisir IWGB Fred Carter mengatakan para pekerja terkejut melihat Rockstar menunjukkan ketidakpedulian terhadap hak mereka untuk berorganisasi.
Menurut Carter, mereka justru dipecat ketika sedang menggunakan hak yang sah: berdiskusi mengenai gaji, kondisi kerja, dan upaya membentuk serikat demi menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil.
Carter menjelaskan bahwa banyak pekerja tidak mengetahui apa yang terjadi pada rekan-rekan mereka hingga mereka melihat sendiri bagaimana beberapa orang diambil dari meja kerja dan diminta meninggalkan gedung. Situasi tersebut disebut menimbulkan kemarahan, duka, hingga ketakutan. Carter mengaku beberapa pekerja terlalu takut untuk berbicara tentang pekerjaan mereka di ruang publik atau di luar kantor.
Salah seorang pekerja yang dipecat mengungkapkan bahwa pemberhentian dirinya terjadi tanpa peringatan, bukti, atau kesempatan untuk membela diri. Ia menegaskan bahwa tidak ada upaya membocorkan informasi maupun merugikan perusahaan.
Yang mereka lakukan, katanya, hanyalah saling mendukung dan mencoba memahami kondisi kerja agar bisa memperbaikinya. Ia menilai pemecatan itu sangat tidak adil dan menegaskan bahwa tidak ada pekerja yang seharusnya dihukum hanya karena terlibat dalam serikat atau berbicara jujur soal pekerjaan.
IWGB sebelumnya menyampaikan bahwa sekitar 30 pekerja di Inggris dan Kanada diberhentikan. Mereka mengklaim semua individu yang terkena PHK adalah anggota serikat atau sedang ikut mengorganisir rekan-rekan mereka. Rockstar membantah tuduhan tersebut.
Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut tindakan diambil terhadap sejumlah kecil individu yang menyebarkan dan mendiskusikan informasi rahasia di forum publik. Forum yang dimaksud merujuk pada kanal Discord IWGB Game Workers Union. IWGB menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada informasi rahasia yang dibagikan secara publik.
Di tengah kontroversi ini, Take-Two Interactive—perusahaan induk Rockstar—merilis laporan keuangan terbaru yang menunjukkan peningkatan pendapatan dan net bookings. Pada saat yang sama, mereka mengumumkan penundaan Grand Theft Auto 6 untuk kedua kalinya.
Game tersebut kini dijadwalkan meluncur pada 19 November 2026. CEO Take-Two Strauss Zelnick mengatakan kepada GamesIndustry.biz bahwa dirinya yakin dengan jadwal rilis baru tersebut. Ia menambahkan bahwa penundaan seperti ini bukanlah hal yang aneh, sebab terkadang dibutuhkan waktu lebih untuk memoles sebuah game agar dapat dirilis dalam kondisi terbaik.

