Pemerintah Tiongkok mulai membuka kembali keran dukungan untuk industri game setelah beberapa tahun terakhir menekan sektor tersebut dengan regulasi ketat. Sikap baru ini terlihat dari rangkaian kebijakan yang lebih longgar, insentif finansial, hingga komitmen menghadirkan ekosistem kompetitif bagi industri game lokal.
Langkah ini tak lepas dari strategi Beijing untuk memacu pertumbuhan ekonomi digital yang sempat tersendat. Industri game, yang sebelumnya dibatasi lewat kontrol rilis game baru, pengawasan durasi bermain untuk anak, serta regulasi transaksi dalam game. Pemerintah daerah di beberapa provinsi bahkan diberi keleluasaan membuka program inkubasi, menyediakan pendanaan, dan menawarkan fasilitas bagi studio-studio game untuk bertumbuh.
Perubahan arah kebijakan ini juga menyentuh sektor esports. China mulai menempatkan esports sebagai bagian dari pembangunan industri kreatif nasional. Turnamen skala besar kembali mendapat dukungan logistik, perizinan, dan promosi. Kota seperti Shanghai dan Hangzhou berlomba menjadi hub esports lewat pembangunan arena khusus, kemitraan dengan pengembang, hingga program pelatihan atlet.
Kombinasi pelonggaran regulasi, investasi infrastruktur, serta dorongan pengembangan talenta membuat pelaku industri melihat peluang baru. Studio game lokal yang sempat menahan produksi kini terdorong kembali bereksperimen dan meluncurkan judul baru. Di sisi lain, kompetisi esports diharapkan menjadi pintu promosi internasional sekaligus magnet ekonomi bagi kota penyelenggara.
Dengan langkah balik arah ini, pemerintah China tampaknya ingin mengirim pesan jelas, bahwa industri game bukan lagi dianggap sekadar hobi, melainkan sektor yang layak dijadikan motor ekonomi kreatif. Bagaimana kebijakan ini berkembang dalam beberapa tahun ke depan akan menentukan posisi China di panggung industri game global.


