Di tengah kabar restrukturisasi besar-besaran perusahaan, creative director Beyond Good & Evil 2 , Fawzi Mesmar, menegaskan bahwa proyek ini tetap berlanjut dan tidak terdampak perubahan internal.
Pekan lalu, Ubisoft mengumumkan perombakan struktur organisasi yang cukup signifikan. Dalam skema baru ini, tim pengembangan akan dipisah ke dalam unit-unit otonom yang disebut creative houses, dengan tujuan memberi ruang kreatif yang lebih mandiri bagi tiap proyek.
Salah satu creative house yang dikonfirmasi Ubisoft mencakup Beyond Good & Evil 2. Keputusan ini sempat memunculkan tanda tanya, mengingat Ubisoft sebelumnya membatalkan enam proyek game sekaligus, termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time, yang telah lama dinantikan penggemar.
Melalui unggahan di LinkedIn, Mesmar menepis kekhawatiran tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya, timnya, serta proyek Beyond Good & Evil 2 tidak terpengaruh oleh restrukturisasi yang dilakukan perusahaan.
“Terima kasih kepada semua yang telah menghubungi saya dalam beberapa hari terakhir terkait kabar terbaru dari Ubisoft,” tulis Mesmar. “Saya, tim saya, dan proyek Beyond Good & Evil 2 tidak terdampak oleh perubahan ini. Untuk detail lebih lanjut mengenai struktur organisasi terbaru, silakan merujuk ke siaran pers resmi.”
Meski begitu, Mesmar mengaku prihatin dengan pembatalan sejumlah proyek lain yang berdampak pada rekan-rekannya, baik di internal Ubisoft maupun di industri game secara luas. Ia pun mengajak semua pihak untuk saling memberi dukungan di tengah situasi yang tidak mudah ini.
“Kami tetap berkomitmen dan fokus untuk menghadirkan sebuah game yang istimewa dan layak dinikmati para pemain,” ujarnya.
Beyond Good & Evil 2 pertama kali diumumkan pada 2008. Meski sempat diperkenalkan ulang pada 2017 dengan skala ambisius, game ini hingga kini belum memiliki jadwal rilis yang jelas. Proyek tersebut juga mengalami perubahan besar setelah kreator aslinya, Michel Ancel, meninggalkan Ubisoft pada 2020 untuk sepenuhnya keluar dari industri game dan menekuni bidang konservasi satwa liar.
Pada 2024, Ancel sempat mengungkap pandangannya terkait mandeknya pengembangan Beyond Good & Evil 2. Menurutnya, konflik internal di level manajemen menjadi salah satu faktor utama yang menghambat kemajuan proyek tersebut selama ia masih terlibat.


