Sony memastikan Ghost of Yotei mencatatkan performa penjualan yang melampaui pendahulunya, Ghost of Tsushima. Capaian tersebut turut memberi kontribusi signifikan terhadap hasil keuangan Sony sepanjang kuartal keempat 2025.
Game eksklusif PlayStation 5 garapan Sucker Punch itu dirilis pada 2 Oktober 2025 dan langsung mencuri perhatian pasar. Selain mendapat sambutan positif dari kritikus, Ghost of Yotei juga masuk dalam nominasi sejumlah penghargaan akhir tahun, sekaligus menjadi salah satu game dengan penjualan tertinggi Sony sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan awal, Ghost of Yotei mencetak pendapatan lebih dari 140 juta dolar AS hanya dalam tiga hari pertama sejak peluncuran. Angka tersebut menunjukkan bahwa biaya pengembangan game ini telah tertutup hingga dua kali lipat dalam waktu sangat singkat. Meski sempat diperkirakan bergerak sedikit di bawah Ghost of Tsushima pada fase awal, penjualan Ghost of Yotei justru terus menunjukkan tren positif dalam minggu-minggu berikutnya.
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Chief Financial Officer Sony, Lin Tao. Ia menyebut Ghost of Yotei berhasil terjual sebanyak 3,3 juta unit dalam 32 hari pertama peredarannya. Menurut Tao, penjualan tersebut melampaui capaian game sebelumnya pada periode waktu yang sama dan berkontribusi besar terhadap kinerja finansial perusahaan.

Sebagai perbandingan, Ghost of Tsushima memang mampu menembus angka lima juta kopi dalam waktu kurang dari empat bulan. Namun, konteks saat peluncurannya berbeda. Game tersebut hadir di PlayStation 4 ketika konsol itu sudah berusia tujuh tahun dengan basis pengguna yang jauh lebih besar dibanding PlayStation 5 saat ini. Selain itu, peluncuran Ghost of Tsushima juga bertepatan dengan awal pandemi COVID-19, yang mendorong lonjakan konsumsi game secara global.
Di sisi lain, Ghost of Yotei dirilis dengan harga 70 dolar AS, atau sekitar 10 dolar lebih mahal dibanding harga awal Ghost of Tsushima. Meski demikian, game ini tetap mampu mencatatkan penjualan kuat. Sony pun menempatkannya sebagai judul unggulan utama pada kuartal akhir 2025, sekaligus penopang utama laporan keuangan akhir tahun.

Kesuksesan tersebut juga tak lepas dari efisiensi produksi. Kepala studio Sucker Punch, Brian Fleming, sebelumnya mengungkapkan bahwa anggaran pengembangan Ghost of Yotei berada di kisaran 60 juta dolar AS, di mana relatif serupa dengan pendahulunya dan tergolong kecil jika dibandingkan banyak game AAA lain. Faktor ini diyakini turut memperbesar margin keuntungan bagi Sony dan Sucker Punch.
Meski sering dibandingkan, Ghost of Yotei menawarkan pendekatan yang berbeda dari Ghost of Tsushima. Latar ceritanya memang sama-sama mengambil inspirasi Jepang feodal, tetapi Ghost of Yotei berlatar lebih dari 300 tahun setelah peristiwa di game pertama, dengan lokasi dan protagonis baru.
Ke depan, Sony dan Sucker Punch juga menyiapkan konten tambahan untuk memperpanjang umur game ini. Salah satunya adalah kembalinya mode Legends, mode kooperatif populer yang sebelumnya hadir di Ghost of Tsushima. Mode ini akan menghadirkan misi cerita dua pemain serta mode survival empat pemain, lengkap dengan kelas karakter baru dan musuh tambahan.
Dengan performa awal yang solid dan rencana dukungan jangka panjang, Ghost of Yotei diprediksi masih akan menjadi salah satu tulang punggung utama Sony. Game ini juga disebut-sebut akan menyusul jejak pendahulunya dengan perilisan versi PC di masa mendatang, meski hingga kini belum ada pengumuman resmi terkait jadwalnya.


