Game terbaru garapan Team Cherry, Hollow Knight: Silksong, mencatatkan performa penjualan yang terbilang fantastis. Dalam kurun waktu sedikit lebih dari tiga bulan sejak dirilis, game ini disebut telah terjual lebih dari tujuh juta kopi secara internasional.
Capaian tersebut sejatinya tak terlalu mengejutkan. Jauh sebelum peluncuran, Silksong nyaris selalu bertengger di posisi teratas daftar game paling banyak masuk wishlist di Steam. Antusiasme pemain yang sudah terbangun sejak lama akhirnya tumpah pada hari rilis, bahkan sampai membuat layanan Steam sempat mengalami gangguan akibat lonjakan pembelian.
Menariknya, angka penjualan itu belum menghitung jumlah pemain yang mengakses Silksong lewat layanan berlangganan. Team Cherry menegaskan bahwa jutaan pemain lainnya menikmati game ini melalui Xbox Game Pass. Informasi tersebut disampaikan bersamaan dengan pengumuman bahwa ekspansi gratis Silksong tengah dipersiapkan dan dijadwalkan meluncur tahun depan.

Dalam pernyataan resminya, Team Cherry mengaku terkejut dengan respons pemain. Mereka menyebut jumlah pemain yang ada jauh melampaui ekspektasi awal. Lebih dari sekadar angka penjualan, perkembangan komunitas, mulai dari karya seni penggemar, mod, strategi bermain yang tak terduga, hingga solidaritas antarpemain, dianggap sebagai pencapaian yang paling berharga bagi studio independen asal Australia tersebut.
Meski demikian, penjualan Silksong belum cukup untuk menobatkannya sebagai game terlaris tahun ini. Game blockbuster seperti Battlefield 6 dilaporkan mampu menjual jumlah serupa hanya dalam hitungan tiga hari. Sementara itu, game indie yang juga mencuri perhatian, Peak, disebut telah menembus angka sekitar 14 juta kopi sejak pertama kali dirilis.
Namun bagi sebuah game indie yang dibanderol relatif terjangkau, pencapaian Hollow Knight: Silksong tetap menjadi sinyal kuat bahwa penantian panjang para pemain akhirnya terbayar—baik bagi komunitas, maupun bagi pengembangnya.


