Half Life Cerita News

Penulis Half-Life Heran, Pendekatan Cerita Ikonisnya Jarang Ditiru Game FPS Lainnya

Share:

Pendekatan naratif yang diperkenalkan Half-Life ternyata tidak banyak diikuti oleh game FPS lain. Hal ini diungkap oleh penulis sekaligus desainer game tersebut, Marc Laidlaw, yang mengaku terkejut dengan minimnya adopsi konsep tersebut di industri.

Sebagai salah satu game paling berpengaruh, Half-Life dikenal lewat cara penceritaan yang sepenuhnya imersif. Pemain melihat dunia melalui sudut pandang karakter utama, Gordon Freeman, tanpa interupsi cutscene atau perpindahan kamera. Seluruh cerita disampaikan langsung dari perspektif orang pertama, membuat pengalaman bermain terasa lebih menyatu.

Namun, menurut Laidlaw, pendekatan ini tidak banyak diikuti oleh game FPS lain, termasuk judul besar seperti Medal of Honor dan Call of Duty. Keduanya memang sempat mengadopsi sebagian elemen, tetapi tidak secara konsisten.

Saya harus bilang, jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang saya kira. Mungkin ini pendekatan yang berisiko, dan aturan naratif yang kami terapkan seharusnya hanya digunakan jika kamu yakin akan menghasilkan sesuatu yang bagus. Meski begitu, saya melihat banyak contoh di mana pengaruh Half-Life diterapkan secara parsial—Medal of Honor, misalnya, dan Call of Duty mengikuti prinsip-prinsip tersebut, tetapi tidak konsisten. Ada momen eksposisi non-interaktif yang diselipkan di antara bagian yang dinamis.

Pernyataan itu disampaikan Laidlaw dalam wawancara dengan majalah GamesTM edisi liburan 2009. Ia menilai, banyak game FPS masih mengandalkan briefing misi atau adegan non-interaktif untuk menyampaikan cerita, alih-alih mempertahankan sudut pandang tunggal seperti Half-Life.

Meski begitu, pendekatan imersif ala Half-Life sempat muncul di beberapa momen ikonik Call of Duty. Salah satunya adalah misi di Stalingrad pada game pertama, yang menempatkan pemain di tengah pasukan Soviet dalam situasi genting. Contoh lain hadir di Call of Duty 4: Modern Warfare, ketika pemain menyaksikan langsung dampak ledakan nuklir dari sudut pandang karakter.

Kendati memiliki momen serupa, seri Call of Duty tidak pernah sepenuhnya meninggalkan pendekatan naratif konvensional. Game ini tetap menghadirkan cerita lintas lokasi dengan berbagai karakter dan sudut pandang, serta diselingi cutscene dan briefing non-interaktif.

Hal ini, menurut Laidlaw, menjadi alasan mengapa pendekatan khas Half-Life tetap terasa unik hingga sekarang, meski sudah lebih dari dua dekade sejak pertama kali diperkenalkan.