Resident Evil Requiem Review Games Reviews

[Review] Resident Evil Requiem – Dua Perspektif, Dua Gaya Bermain

Share:

Akhirnya, setelah Capcom pamerkan beberapa trailer Resident Evil Requiem, kami bisa memainkan entri kesembilan dari game survival horror garapan perusahaan game asal Jepang tersebut. Beberapa waktu sebelum perilisan, Capcom memperkenalkan karakter baru sekaligus mechanics-nya. 

Menariknya, meski seri Resident Evil terbaru ini menghadirkan karakter baru bernama Grace Ashcroft, pahlawan andalan kita, Leon S. Kennedy juga turut meramaikan seri ini. Meski karakter baru, Grace Ashcroft masih punya hubungan dengan karakter Resident Evil Outbreak, yakni Alyssa Ashcroft yang mana adalah ibu dari tokoh sentral dari Requiem. 

Di samping itu, Kehadiran Leon S. Kennedy bukan cuma sosok cameo. Ia akan menjadi playable character seperti Grace Ashcroft. Alhasil, Resident Evil Requiem akan menjadi seri yang kembali dengan format multi-protagonis. Lalu, bagaimana perbedaan dua karakter dengan dua pengalaman dan latar belakang berbeda? Simak pembahasannya di sini.

Siapakah Sosok Dibalik Rentetan Kasus Kematian Misterius di Racoon City?

Grace Ashcroft, seorang gadis berusia 23 tahun yang bekerja sebagai analis teknis FBI dituntut oleh atasannya untuk menjalankan sebuah misi penyelidikan rentetan kematian misterius di berbagai wilayah Amerika Serikat. Korban terbaru dari insiden ini ditemukan di sebuah hotel terbengkalai di wilayah Midwest bernama Wrenwood Hotel. Sayangnya, hotel tersebut bukan hotel yang baru saja Grace kenali. Ia memiliki trauma yang lahir dari hotel terbengkalai tersebut. Ia melihat ibunya, Alyssa Ashcroft, tewas dibunuh di hotel tersebut. 

Resident Evil Requiem Grace Ashcroft FBI
Grace sang anggota FBI

Sebagai penyintas insiden sekaligus anggota FBI, Grace ingin misi ini sekaligus dapat menguak penyebab kematian sang ibu. Sesampainya di hotel, Grace mulai mencari petunjuk mengenai kematian sang ibu. Namun investigasinya berubah menjadi mimpi buruk ketika ia menemukan bukti bahwa seseorang telah mengawasi dirinya selama bertahun-tahun. Sebelum sempat mengungkap semuanya, Grace disergap oleh Dr. Victor Gideon, mantan ilmuwan Umbrella, lalu diculik dalam keadaan tidak sadarkan diri. Beberapa waktu kemudian Grace terbangun sendirian di sebuah fasilitas medis misterius. Ia terikat di ranjang dan tidak tahu bagaimana bisa sampai di sana. 

Grace mulai menginspeksi Hotel Wrenwood

Sementara itu, mantan anggota kepolisian Racoon City, Leon S. Kennedy juga sedang menyelidiki kasus yang sama. Ia kini bukanlah bagian dari departemen kepolisian kota Racoon City lagi, melainkan seorang agen federal pemerintah Amerika Serikat. Sebagai agen DSO yang telah puluhan tahun menangani ancaman bioterorisme, Leon dikirim untuk mencari penyebab kematian misterius tersebut sekaligus memburu pihak yang berada di baliknya. 

Resident Evil Requiem Alyssa & Grace Ashcroft
Pelukan terakhir Alyssa kepada Grace

Ketika menuju lokasi penyelidikan, Leon melihat Victor Gideon membawa Grace yang masih pingsan. Ia langsung mengejar Gideon, tetapi situasi berubah kacau ketika sang ilmuwan mulai menyebarkan infeksi kepada warga sekitar. Leon terpaksa menghadapi para korban yang berubah menjadi makhluk terinfeksi sambil terus memburu Gideon. 

Resident Evil Requiem Leon Kennedy
Leon siap membantai zombie

Pengejaran itu akhirnya membawa Leon ke fasilitas tempat Grace ditahan. Berbeda dengan bagian Grace yang berfokus pada bertahan hidup, segmen Leon langsung memperlihatkan kemampuannya sebagai agen veteran. Ia semakin piawai menggunakan pistol dan kapak untuk menghantam setiap orang yang sudah terinfeksi oleh virus aneh ini. 

Resident Evil Requiem Grace Diculik Victor
Kaki di kepala kepala di kaki

Yang Muda yang Bertahan, Sang Veteran Siap Menghantam

Grace Harus Bertahan Hidup dengan Keterbatasan

Melihat trailer dan penjelasan gameplay mechanics yang ditawarkan Resident Evil Requiem, kami pun cukup penasaran bagaimana eksekusi dan pengalaman langsungnya. Ternyata, kabar yang beredar memenuhi ekspektasi kami. Bahkan, menurut kami ketegangannya dari atmosfer ketika memainkan bagian Grace Ashcroft lebih dari yang diduga. Sebagai karakter yang masih sangat muda dan belum berpengalaman menghadapi bengisnya para manusia biasa yang terinfeksi virus yang menyebar ini, manuver dan gerak-gerik Grace sangat selaras dengan latar belakang pengalamannya. 

Resident Evil Requiem Korek Api
Hanya berbekal korek api

Terkadang, kami cukup sebal dengan gerakan Grace ketika lari. Rasa sebal ini bukan karena game ini jelek, melainkan karena ketegangan yang semakin terbangun akibat betapa lambatnya lari Grace. Ditambah lagi, lari Grace akan semakin melambat ketika tubuhnya pernah terkena gigitan zombie. Di saat Grace harus kabur dari sergapan Gideon, yang bisa kita lakukan hanya bersembunyi dan berlari. Nafas Grace yang semakin kencang ketika dikejar-kejar zombie atau monster besar mampu menambah rasa trauma. Untungnya, kita difasilitasi beberapa item yang nampak tak berguna, tetapi sangat bermanfaat untuk mengelabui sekaligus lari dari kejaran monster atau zombie, seperti botol kaca kosong.

Resident Evil Requiem Pesta Zombie
Pesta yang tidak menarik

AI dari monster dan zombie di Resident Evil Requiem cukup cerdas. Untuk bisa melewatinya, kita harus lebih kreatif dan berstrategi. Selain itu, interaksi dengan lingkungan sekitar juga memiliki pengaruh yang signifikan. Contohnya kita perlu lebih berhati-hati ketika menggeser meja dorong di ruang suster di Rhodes Hill Chronic Care Center. Pasalnya, di atas meja dorong tersebut terdapat banyak barang yang jika tidak waspada, benda-benda tersebut akan jatuh dan menghasilkan suara yang bisa mengundang monster yang mengejarmu. 

Resident Evil Requiem Mengumpat dari Koki
Menyelinap dari koki seram

Seperti biasa, bukan Resident Evil namanya jika tidak adanya teka-teki. Teka-teki di Resident Evil Requiem sangat menantang bagi kami. Kecemasan bisa semakin tereskalasi ketika berada di situasi antara menyelesaikan teka-teki dan kabur dari zombie/monster. 

Leon Sang Veteran Tangguh Tanpa Ampun

Ketika misi berganti ke pihak Leon, rasanya kami dihadiahkan rasa aman sejenak oleh Capcom. Sebagai veteran, Leon dipersenjatai oleh senjata berupa pistol dan juga kapak. Kemampuan Leon dalam membidik dan menekan pelatuk pistol sudah tak perlu diragukan lagi.

Resident Evil Requiem Leon Hantam Zombie
Leon makin ahli membacok

Kekuatannya ini tentu sudah bisa menghadapi rombongan zombie sekaligus. Memainkan Leon di Requiem lebih terasa seperti game action dibandingkan survival horror ala Resident Evil 2 Remake atau versi klasik. 

Resident Evil Requiem Leon Gergaji Mesin
Siap menggergaji manusia terinfeksi

Senjata yang digunakan Leon memiliki keterbatasan, tidak hanya senjata jarak jauh, pisau atau kapak pun juga. Namun, sebagai veteran dalam membasmi zombie, Leon juga memiliki kemampuan mengasah agar kapaknya tetap tajam. Kendati lebih dominan bergaya action, bagian Leon tetap menghadirkan puzzle yang bisa memutar otakmu salah satunya puzzle RPD Scavenger Hunt.

Dua Mode Sudut Pandang

Resident Evil Requiem juga menawarkan opsi dua sudut pandang: first person dan juga third person. Dua sudut pandang ini memiliki kesan yang berbeda di setiap karakter. Jika kamu menggunakan Grace yang cenderung lebih taktis dan strategis, sudut pandang first person akan menambah rasa tegang dan cemas. Kesan yang dihadirkan mirip dengan Outlast ketika kamu memilih mode first person. Namun, menurut kami kedua mode ini tidak cocok digunakan kedua protagonis Requiem. Leon yang lebih berat porsi combat dengan ritme cepat akan terasa berat dengan mode sudut pandang orang pertama. Pandangan akan terbatas ketika kita dihadang kumpulan zombie.

Resident Evil Requiem First Person
Melihat wajah mengerikan dari dekat

Ekspresi, Rambut dan Pencahayaan yang Makin Realistis

Secara visual, Resident Evil Requiem menjadi salah satu pencapaian terbaik Capcom melalui pengembangan terbaru RE Engine. Karena dibangun untuk mesin gaming hari ini, game ini menghadirkan peningkatan signifikan pada kualitas model karakter, pencahayaan, hingga detail lingkungan. Wajah Grace Ashcroft dan Leon S. Kennedy tampil sangat realistis dengan detail pori-pori kulit dan emosi seperti ketakutan dan kepanikan terasa lebih meyakinkan. 

Resident Evil Requiem Path Tracing
Path tracing yang membuat makin bagus

Kemudian, peningkatan render rambut di Resident Evil Requiem begitu signifikan. Capcom menggunakan teknologi hair strand rendering atau teknik yang memproses ribuan helai rambut secara individual alih-alih menampilkannya sebagai tekstur atau gumpalan rambut seperti pada game generasi sebelumnya. Hasilnya, rambut karakter terlihat lebih natural dengan volume, arah, dan gerakan yang realistis saat tertiup angin, bergerak ketika karakter berlari, atau bergoyang mengikuti animasi kepala. Selain itu, pencahayaan juga berinteraksi secara akurat dengan setiap helai rambut, sehingga pantulan cahaya dan bayangan terlihat lebih halus. Visual in-game dan cutscene tak memiliki perbedaan sama sekali, sehingga antara kedua bagian ini terasa semakin koheren.

Resident Evil Requiem Belatung
Ternyata banyak belatung di dalam panci

Selain itu, lingkungan di dalam game dipenuhi detail kecil yang memperkuat nuansa dunia pascabencana, mulai dari dinding retak yang dipenuhi jamur, debu yang beterbangan. Pakaian karakter yang tampak basah saat terkena hujan, hingga vegetasi yang bergerak mengikuti hembusan angin. 

Path tracing menjadi salah satu teknologi paling menonjol di Resident Evil Requiem, sekaligus menjadi game Resident Evil pertama yang mengimplementasikannya secara native di PC. Berbeda dengan ray tracing konvensional yang hanya menghitung sebagian pantulan cahaya, path tracing mensimulasikan pergerakan cahaya secara menyeluruh dengan menghitung banyak pantulan (multi-bounce lighting) di dalam suatu adegan. Hasilnya, cahaya tidak hanya berasal dari sumber utama seperti lampu atau matahari, tetapi juga memantul dari dinding, lantai, langit-langit, hingga berbagai objek di sekitarnya, sehingga menciptakan pencahayaan tidak langsung (global illumination) yang jauh lebih realistis. 

Resident Evil Requiem Gigi Zombie
Walau muka seram, giginya rapi

Dalam Resident Evil Requiem, teknologi ini memberikan efek besar dalam membangun atmosfer. Koridor rumah sakit yang gelap, lorong hotel terbengkalai, puing-puing di kota Racoon City tampak lebih hidup berkat interaksi cahaya yang natural.

Meski menawarkan kualitas visual yang jauh lebih tinggi dibanding ray tracing biasa, path tracing juga membutuhkan spek hardware yang sangat demanding. Oleh karena itu, pada versi PC Capcom mengombinasikannya dengan teknologi NVIDIA DLSS 4 dan Ray Reconstruction untuk membantu menjaga performa sekaligus mempertahankan kualitas gambar. Disarankan untuk menggunakan GPU RTX 4070 Super atau RTX 5070 untuk mengoptimalkan teknologi visual dari Requiem. 

Simpulan

Menurut kami, meski menginfusi elemen action di dalamnya, Resident Evil Requiem berhasil mendefinisikan kembali game Resident Evil yang menurut kami tidak kami rasakan di kedua versi sebelumnya yang lebih menekankan pada pengalaman first person. Selain itu, perbedaan ritme Grace dan Leon juga memberi kesan yang lebih berwarna di game ini. Kita tidak selalu dihantui rasa cemas berkat gaya permainan Leon yang cepat tanpa ampun.

Sayangnya, secara formula Resident Evil Requiem tidak banyak yang berubah secara formula gameplay dan juga cerita. Jadi, menurut kami secara inovasi, Requiem tidak serevolusioner Resident Evil 7: Biohazard yang berani mengambil keputusan untuk menjadi game first person dengan karakter baru. Biar bagaimanapun secara keseluruhan, Resident Evil Requiem adalah game keren yang patut diberikan nilai tinggi.