Mortal Kombat 1 cukup membuat kami terheran ketika dipresentasikan.Sebelumnya kami mendapatkan kabar bahwa selepas selesainya babak Mortal Kombat 11, NetherRealm Studios tidak melanjutkan ke angka setelahnya, melainkan ingin mengembalikan lagi ke timeline awal. Kami juga sempat mengira bahwa Mortal Kombat 11 adalah seri terakhir dari game fighting yang pertama yang membuat industri game mengenal sistem rating berdasarkan usia tersebut.
Namun, nampaknya NetherRealm Studios tidak ingin berhenti memerah franchise ini. Kami paham bahwa dengan segala cerita yang dibangun di beberapa seri sebelumnya, Mortal Kombat tetap dicintai. Kendati mengulang ke timeline awal, jalan cerita tidak serta merta diulang kembali seperti apa yang ada di Mortal Kombat pertama versi yang pernah rilis di tahun 90-an. Lalu, bagaimana cerita dan gameplay yang ditawarkan oleh Mortal Kombat?
Liu Kang yang Menjadi Dewa dan Mentor
Kendati timeline diputar kembali ke titik awal, sebenarnya game ini adalah lanjutan dari Mortal Kombat sebelumnya. Liu Kang melanjutkan statusnya sebagai Dewa Api yang kekuatannya ia peroleh dari game sebelumnya. Seluruh tokoh-tokoh juga memiliki jalan cerita yang berbeda dari game orisinalnya.

Game ini diawali dengan sebuah adegan di mana Shang Tsung masih mengemban identitasnya sebagai penipu. Bukan hanya sebagai penipu yang bisa mengubah wujudnya menjadi berbagai wajah, melainkan juga sebagai tukang obat yang menjajakan obat yang belum tentu berkhasiat. Berada kerumunan berlagak seperti tukang obat yang menjajakan elixir yang ditengarai sebagai obat dengan resep zaman kuno yang dibuat dengan bunga Patreon, nektar Margovian, tumbukan gigi naga Arctikan, dan juga dimasukkan sihir Lekorian, Shang Tsung menyatakan bahwa obat itu mampu menyembuhkan segala penyakit di suatu desa.
Omong kosong Shang Tsung, dibantah mentah-mentah oleh seorang lelaki yang menyatakan bahwa putrinya tewas akibat kedatangan Shang Tsung. Sama seperti penduduk desa yang berada di kerumunan tersebut, sebelumnya Shang Tsung juga menjanjikan hal yang serupa.
Akhirnya orang tersebut semakin murka ketika Shang Tsung berdalih dan mencoba untuk membuat klarifikasi. Shang Tsung pun dijatuhkan oleh lelaki tersebut. Penduduk desa pun ikut murka seketika sewaktu Shang Tsung tersungkur, warung obat Shang Tsung dihajar. Di sisi lain, pada malamnya Shang Tsung mengubah wajahnya dari kakek tua pedagang obat dengan janggut panjang, berubah menjadi seorang lelaki berusia sekitar 40-an.
Di sisi lain, Liu Kang sedang mencari para pahlawan yang akan melindungi Netherrealm. Ia mendatangi dua orang sahabat yang bekerja sebagai petani biasa. Mereka adalah Raiden dan Kung Lao. Untuk memastikan bahwa kedua sahabat ini memang pandai bertarung, Liu Kang meminta dua kakak-beradik—Bi Han dan Kuai Liang—menguji kehebatan kedua orang tersebut.

Mengetahui bahwa Raiden dan Kung Lao adalah petarung-petarung yang hebat, Liu Kang dan dua ninja kakak-beradik tersebut menuju ke sebuah rumah mewah seorang aktor terkenal bernama Johnny Cage. Liu Kang, Bi Han, dan Kuai Liang tidak mempedulikan keadaan rumah tangga Cage. Cage sendiri sedang bermasalah dengan istrinya dan berseteru dengan seorang ahli pedang, Kenshi takahashi, yang ingin mengambil pedang yang ia jadikan barang koleksi. Karakter-karakter yang ditemukan Liu Kang ini akan menjadi pelindung dari NetherRealm. Bagaimana kisah kelanjutannya? Mainkan saja mode story dari Mortal Kombat 1.

Perbaikan Tempo dan Fitur Kameo Fighter
Dibandingkan dua pendahulunya, Mortal Kombat 11, banyak penggemar menilai Mortal Kombat 1 menghadirkan tempo pertarungan yang terasa lebih cepat dan responsif. NetherRealm Studios tampaknya memanfaatkan masukan dari sesi online Stress Test yang digelar beberapa bulan sebelum peluncuran untuk menyempurnakan berbagai aspek gameplay. Salah satu perubahan yang paling disambut adalah kembalinya dash block, fitur yang sebelumnya hadir di Mortal Kombat 9 dan sempat dihilangkan pada seri berikutnya.

Perubahan lain yang menjadi sorotan utama adalah hadirnya sistem Kameo Fighter. Fitur ini memungkinkan pemain memanggil karakter pendamping untuk membantu selama pertarungan, baik sebagai pembuka kombo, memperpanjang serangan, maupun memberikan tekanan kepada lawan.

Konsep tersebut tentu tidak akan terasa asing bagi pemain yang pernah menikmati game fighting seperti Marvel vs. Street Fighter atau Capcom vs. SNK. Menariknya, jajaran Kameo Fighter diisi oleh karakter-karakter klasik dari semesta Mortal Kombat yang didesain ulang agar selaras dengan alur cerita dan timeline terbaru. Mereka juga tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi mampu melancarkan serangan dengan daya rusak tinggi, termasuk Fatal Blow dan berbagai jurus spesial yang dapat menjadi penentu kemenangan.
Sebagai identitas utama seri ini, Fatality tetap menjadi elemen yang tidak tergantikan. Mekanismenya masih mempertahankan formula klasik: pemain dapat mengeksekusi Fatality setelah memenangkan ronde terakhir ketika suara “Finish Him!” atau “Finish Her!” terdengar. Selain itu, Mortal Kombat 1 juga menghidupkan kembali mode Tower, sebuah fitur legendaris yang menawarkan rangkaian pertarungan beruntun dan menjadi salah satu mode favorit para penggemar sejak seri-seri terdahulu.
Wajah Baru yang Semakin Ekspresif
Dari sisi visual, Mortal Kombat 1 masih dibangun menggunakan Unreal Engine 4. Meski mesin grafis tersebut telah berusia lebih dari lima tahun, kualitas yang dihadirkan tetap mampu memberikan lompatan yang signifikan dibandingkan Mortal Kombat 11 yang masih mengandalkan Unreal Engine 3. NetherRealm Studios berhasil memaksimalkan teknologi tersebut dengan menghadirkan model karakter yang lebih detail, efek pencahayaan yang lebih realistis, serta arena pertarungan yang dipenuhi elemen visual menarik. Kami sangat mengingat ekspresi Kitana ketika digoda oleh Cage di acara makan malam. Model wajah di Mortal Kombat 1 benar-benar baru dan hanya Liu Kang saja yang masih menggunakan model wajah di seri sebelumnya.

Peningkatan kualitas grafis juga terlihat jelas pada penyajian Fatality. Setiap adegan dieksekusi dengan pendekatan sinematik yang penuh detail dan menampilkan animasi brutal, serta efek visual yang mampu memunculkan rasa ngeri sekaligus takjub. Eksekusi yang dramatis tersebut semakin mengukuhkan Mortal Kombat 1 sebagai salah satu game fighting paling brutal yang pernah dirilis dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, kualitas audio masih mempertahankan standar tinggi yang telah dibangun seri sebelumnya. Pengisi suara di hampir seluruh karakter mampu menghadirkan dialog yang terasa hidup dan sesuai dengan kepribadian masing-masing petarung. Meski demikian, penampilan Nitara yang disuarakan oleh Megan Fox sempat menjadi sorotan karena akting suaranya dinilai kurang meyakinkan oleh sebagian pemain dan menuai beragam kritik.
Simpulan
Tahun perilisan Mortal Kombat, yakni 2023, adalah masa yang menantang bagi NetherRealm. Pasalnya mereka harus berhadapan dengan dua kompetitor terkuatnya, Tekken 8 dan Street Fighter 6. Apalagi Street Fighter 6 sudah lebih dulu rilis dan memeroleh resepsi yang sangat baik. Untung saja, NetherRealm Studios mampu memberikan suatu game MK yang apik secara mechanics, control, dan graphics.
Selain itu, game ini juga mampu masuk ke cabang esport berkat temponya yang lebih cepat dibandingkan pendahulunya. Mortal Kombat 1 juga sudah menyediakan DLC bernama Khaos Reign yang menarik juga untuk disimak.
Selain Mortal Kombat 1 kami juga punya artikel menarik lainnya. Jadi, terus ikut update dari Gameformia di website dan juga media sosial.


