CRPG Editor's Picks Games

Apa Itu CRPG? Berikut Definisi dan Rekomendasinya?

Share:

Meski beberapa game CRPG sudah ada di artikel game RPG PC terbaik, subgenre game RPG satu ini memiliki perbedaan secara fundamental. Seperti yang kita tahu, banyak game RPG konsol terutama JRPG yang mulai melebarkan sayapnya ke PC demi menarik perhatian pengguna platform ini. Jadi, bagi kami, game RPG yang dirilis ke PC tidak semerta-merta bisa disebut sebagai CRPG. Bahkan, agar sebuah game dikategorikan sebagai CRPG, ada beberapa aspek yang dimiliki. Apa saja itu?

Apa Itu Game CRPG?

Secara definisi, CRPG memiliki kepanjangan dari “Computer Role Playing Game”. Istilah ini sendiri muncul sekitar tahun 1970. Namun, penggunaan istilah ini awalnya adalah istilah untuk membedakan game RPG tabletop seperti Dungeons and Dragon dengan game RPG versi komputer. 

Pillars of Eternity Isometric View

Secara pemaknaan memang masuk akal. Tetapi, bagi sebagian orang, CRPG klasik dengan modern memiliki perbedaan, meskipun keduanya memiliki elemen-elemen yang mendefinisikan kategorinya. Menurut Geek to Geek Media, contoh CRPG klasik itu adalah Baldur’s Gate pertama dan kedua, Planescape: Torment, dan Ultima. Sementara Baldur’s Gate 3 dan Pillars of Eternity masuk ke dalam kategori CRPG modern. Kendati demikian, bagi kami CRPG modern memiliki unsur-unsur yang secara kental mengambil dari CRPG klasik. Berikut unsur-unsurnya:

  • Kamera isometris
  • Jika tidak isometris, kamera diambil dari sudut pandang orang pertama
  • Perlu menekan mouse berkali-kali
  • Banyak teks dan bacaan
  • Ada opsi dialog
  • Dungeons yang dalam, panjang, dan juga random.

Selain itu, secara gameplay CRPG memiliki ciri khasnya sendiri. Mulai dari gameplay yang taktis, memiliki manajemen party, naratif bercabang dan eksplorasi dunia yang non-linier, dan adanya manajemen sumber daya dan inventaris. Jika kalian masih bingung game apa yang dikategorikan sebagai CRPG, ini dia rekomendasi dari kami!

Rekomendasi Game CRPG

1. Baldur’s Gate 3

Baldur’s Gate 3

Bagi kami, Baldur’s Gate 3 adalah sebuah game yang mendefinisikan CRPG untuk gamers modern. Tak hanya mampu mendefinisikan subgenre ini, melainkan juga membuat genre ini bersinar di generasi terkini. Game ini sangat berani menawarkan gameplay yang cenderung anomali di eranya. Alih-alih tidak mengikuti developer lain dengan mechanics yang lebih aktif, Baldur’s Gate 3 merayakan mechanics turn-based RPG klasik yang tak populer di masa perilisannya. Menariknya, game ini mampu menorehkan prestasi di penghargaan game paling bergengsi, The Game Awards. Meski banyak suara miring tentang game ini, tetap saja pesona Baldur’s Gate 3 tak tergantikan.

2. Divinity: Original Sin 2

Divinity: Original Sin 2

Sebelum nama Larian Studios makin melambung berkat Baldur’s Gate 3, studio asal Belgia tersebut menelurkan sebuah game yang tak kalah menarik, yakni Divinity: Original Sin 2. Meski tidak sepopuler Baldur’s Gate 3, game ini memiliki gameplay mechanics yang sangat kompleks, mendalam, namun tetap fun dimainkan. Setiap anggota party dapat berkontribusi dalam skenario combat dan juga eksplorasi, sehingga alur cerita tidak membosankan. Nah, jika kalian ingin mencari alternatif lain dari Baldur’s Gate 3, game ini layak untuk disebut namanya.

3. Dragon Age: Origins

Dragon Age: Origins

Julukan raja CRPG pernah disematkan pada BioWare sebelum penurunan yang mereka alami beberapa tahun belakangan ini. Salah satu karya terbaik mereka bagi kami adalah Dragon Age: Origins. Meskipun tidak mengangkat dunia Dragons and Dragons atau Forbidden Realms, Dragon Age: Origins bagi kami adalah CRPG yang memiliki gameplay ideal untuk masuk ke dalam kategori ini. Selain itu, yang menarik dari game ini adalah latar cerita berbeda dari keempat class dan race yang kita pilih. Dragon Age: Origins memiliki combat system taktis dengan format Real-Time with Pause yang mengingatkan kita pada dua seri Baldur’s Gate garapan BioWare. 

4. Pathfinder: Wrath of the Righteous

Pathfinder: Wrath of the Righteous

Owlcat Games adalah salah satu developer underrated yang telah menelurkan sebuah game CRPG ambisius dengan mechanics yang padat bernama Pathfinder: Wrath of the Righteous. Bagi kalian yang mengapresiasi mechanics tactical dengan yang ber-layer dengan naratif yang berbobot, game ini bisa kalian jadikan pilihan. Pathfinder: Wrath of the Righteous memiliki kelas dasar dengan 5-6 subclasses. Game satu ini juga tidak membatasi kita untuk melakukan multiclassing, karena kita diperbolehkan untuk membangun karakter seperti gabungan antara warrior dan mage secara besamaan.

5. Pillars of Eternity 2: Deadfire

Pillars of Eternity 2: Deadfire

Pada game pertamanya, Obsidian Entertainment mampu mengembalikan marwah game CRPG isometrik dengan baik melalui Pillars of Eternity. Kemudian, developer yang pernah memegang proyek Neverwinter Nights 2 dan Star Wars: KOTOR 2 ini melanjutkan kembali game RPG-nya ini ke entri berikutnya yang diberi nama Pillars of Eternity: Deadfire. Game satu ini memadukan eksplorasi yang melintasi pulau-pulau dengan para dewa yang saling berperang dengan combat klasik yang menarik dan naratif yang menarik. Misi-misi yang disajikan juga kaya, sehingga membuat kita hanyut di dalam cerita yang dibawakan.

6. Baldur’s Gate 2: Enhanced Edition

Baldur’s Gate 2: Enhanced Edition

Baldur’s Gate 2 adalah bukti bahwa BioWare pernah mencetak sejarah dalam kancah game PC sebagai salah satu developer RPG terbaik. Pesona Baldur’s Gate 2 kembali diangkat melalui versi Enhanced Edition. Jika kamu lebih dulu memainkan Baldur’s Gate 3, seri kedua ini memiliki mechanics yang jauh berbeda. Game ini bukan hadir dengan format turn-based ala game Larian Studios tersebut. Baldur’s Gate 2 hadir dengan konsep Real-Time with Pause RPG.

7. Disco Elysium

Disco Elysium

Sebagian purist menganggap Disco Elysium bukanlah game CRPG. Ya, game ini tidak menghadirkan konsep CRPG tradisional yang didominasi dengan combat. Combat system akan digantikan dengan unsur linguistik dan psikologis. Yang menarik lagi, stat di sini bukan lagi tentang Strength, Agility, atau Dexterity, melainkan suara-suara yang terfragmentasi yang ada di dalam karakter utama, sang polisi alkoholik. Di dalam game ini, kita akan menemukan internalizing ideology yang menjadi unsur penting di dalamnya. Jadi di setiap percakapan akan mendefinisikan ideologi sang karakter utama, mulai dari fasis, liberal, atau komunis.

8. Neverwinter Nights 2

Neverwinter Nights 2

Satu lagi game Obsidian Entertainment yang perlu kami sebutkan, yakni Neverwinter Nights. Bagi kami game CRPG ini cukup berkesan, lantaran cerita dan juga gameplaynya. Secara cerita mungkin tidak sekompleks Baldur’s Gate 3, tetapi banyak unsur D&D yang diangkat cukup dalam. Game ini mengusung rules D&D 3.5e mampu menerjemahkan dengan baik aturan game tabletop Dungeons and Dragons ke format digital. Menariknya lagi, sebelum Baldur’s Gate 3 menerapkan reactive companion, game ini sudah melakukannya terlebih dahulu. Jadi, setiap dialog dan tindakan kita akan direspons oleh setiap karakter. Neverwinter Nights 2 hadir dengan beberapa ekspansi, dan Mask of Betrayer adalah masterpiece bagi kami. 

9. Tyranny

Tyranny

Dari tagline-nya Tyranny tampaknya ingin mengglorifikasi tirani dengan bunyi “sometimes evil win”. Meski tidak membenarkan hal itu, nyatanya kenyataannya memang seperti ini. Game ini hadir dengan mechanics Real Time with Pause CRPG yang dipadukan dengan gameplay penuh naratif dan combat yang taktis. Yang membuat game ini menarik adalah protagonis yang bukan seorang pahlawan “the chosen one” atau seorang pemberontak, tetapi seorang hakim, juri, dan eksekutor yang berada di tengah-tengah kerajaan Kyros. Tyranny mengeksplorasi struktur kekuasaan. Di sini kamu akan menavigasi birokrasi yang kompleks, dan juga interpretasi wacana hukum. Bagi kamu yang ingin merasakan jadi ‘tirani’ game ini layak kamu coba.

10. Freedom Force Vs Third Reich

Freedom Force Vs Third Reich

Game satu ini cukup klasik dan underrated. Freedom Force Vs Third Reich adalah game CRPG yang mengangkat karakter superhero buatan Irrational Games. Bukan Marvel maupun DC, game ini hadir dengan karakter fresh. Freedom Force Vs Third Reich ini adalah sekuel dari entri pertamanya. Kali ini musuh utamanya bukan lagi makhluk dari Uni Soviet, melainkan supervillain yang terafiliasi dengan Nazi Jerman. Game ini mengusung mechanics Real Time with Pause tradisional. Tetapi, jika kamu harap eksplorasi mendalam ala Baldur’s Gate kamu takkan menemukannya di game ini. Pasalnya, game ini hadir dengan cerita per-chapter.

Game CRPG memang game yang segmentasinya cukup niche. Tetapi, game ini memiliki gameplay yang tak kalah seru dengan jenis RPG lain. Jika kalian belum pernah mencoba subgenre RPG ini, tidak ada salahnya mencoba game-game yang kami sebutkan di atas. 

Selain CRPG, kami juga menyediakan artikel yang membahas genre lain. Terus ikuti Gameformia di media sosial dan website untuk dapatkan update harian dan juga artikel mendalam.