Pragmata Review Games Reviews

[Review] Pragmata – Game Action Sci-Fi dengan Mechanics Unik

Share:

Melihat bagaimana presentasi yang disajikan Pragmata, tidak salah kami mengiyakan ucapan banyak gamers yang menyatakan bahwa ‘Capcom sedang memasak’. Capcom nampak menjadi salah satu developer yang menjadi sorotan di tahun 2026. Tahun ini Capcom menggempur industri game dengan IP lama dengan seri baru, sekaligus IP baru berjudul Pragmata ini. Game bertema fiksi ilmiah ini, pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2020. Melihat sosok Diana di trailer cukup mengundang rasa penasaran para gamers bagaimana gameplay-nya.

Di saat gameplay trailer-nya rilis, game ini mengeskalasi antusiasme kami. Lalu, ketika game ini rilis pada bulan April 2026 lalu, ekspektasi kami sangat terpenuhi, bahkan game ini mampu melampauinya. Presentasinya visual dan gameplay-nya begitu apik dan inovatif. Dengan demikian, Pragmata mampu menjadi salah satu game terbaik di tahun ini. Apa yang membuat game ini begitu menarik? 

Bertahan Sendirian di Fasilitas Penelitian di Bulan

Pragmata The Cradle Moon
Hugh dan Kawan-Kawan akan Mendarat ke Bulan

Di masa depan, sebuah korporasi bernama Delphi Corporation membangun fasilitas penelitian canggih di bulan yang disebut The Cradle. Kompleks fasilitas tersebut digunakan untuk menambang sekaligus meneliti lunafilament, yang merupakan material revolusioner yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan berbagai objek melalui teknologi fabrikasi mutakhir. Seluruh aktivitas di The Cradle dijalankan di bawah kendali kecerdasan buatan bernama IDUS. 

Pragmata Hugh dan Rekan-Rekannya di The Cradle
Hugh dan Kawan-Kawannya di Dalam The Cradle

Namun, masalah mulai muncul ketika seluruh komunikasi dengan The Cradle mendadak terputus. Demi menyelidiki penyebab insiden tersebut, Hugh Williams—seorang astronot sekaligus teknisi— bersama dengan rekan-rekannya dikirim ke The Cradle untuk melihat apa yang telah terjadi. Sontak, Hugh terkejut bahwa The Cradle telah berubah menjadi tempat yang sunyi dan mencekam. Kecerdasan buatan yang selama ini mengendalikan fasilitas tersebut menjadi ancaman dan mengambil alih kendali. 

Pragmata Investigasi di The Cradle
Investigasi di The Cradle

Situasi makin menjadi menegangkan. Sebagian besar Hugh ada yang terlempar keluar angkasa dan tidak selamat dalam investigasi tersebut. Ia harus bertahan sendirian dalam tugasnya tersebut. Di tengah situasi yang berbahaya tersebut, muncul sosok android berwujud gadis yang mengenalkan dirinya sebagai D-I-0336-7. Tahu kode itu sulit untuk menyebut android tersebut, Huge kemudian memanggilnya dengan nama Diana. Pertemuan ini yang menjadi awal petualangan Hugh Williams dan Diana. 

Pragmata Pertemuan Hugh dengan Diana
Pertemuan Hugh dengan Diana

Sistem Interaktif: Dual Control

Pragmata Combat
Combat

Secara mendasar, Pragmata adalah game yang mengusung format third-person action-adventure yang memadukan baku tembak dan eksplorasi. Ada satu elemen yang menarik yang ada pada game ini, yakni hacking mechanics. Unsur ini sangat koheren mengingat musuh utama yang kita lawan adalah kecerdasan buatan. Robot-robot di sini akan muncul ketika kita masuk ke area baru dan menyerangmu. Namun, robot-robot ini tidak mudah dibuat tumbang. Mereka tak hanya mengancam nyawa Hugh, namun juga kuat secara material. 

Pragmata Dual Control Grid
Dual Control Grid


Sosok Diana bukan sekadar dekorasi belaka. Ia sangat membantu Hugh dalam menghancurkan sistem dan mengalahkan para robot ini. Perannya sebagai android yang memiliki kemampuan komputasi tingkat dewa akan membantumu melakukan hacking. Nah, hacking mechanics ini menjadi salah satu elemen penting di Pragmata. Hacking akan memperlemah sistem pertahanan para robot ini dan mempercepat kita dalam menumbangkan mereka. Jika kalian tak asing dengan sistem Stagger dalam seri Final Fantasy modern. Ketika kamu berhasil meretas para robot ini, damage-mu akan semakin besar.

Menariknya, mechanics ini melatih kemampuan motorik bagian kanan dan kiri kita melalui sistem dual control. Fitur ini tampil dalam bentuk puzzle berbasis grid yang harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu agar mekanisme pertahanan musuh runtuh. 

Selain membantu mengalahkan musuh, Diana juga membantu kita untuk menjelajahi berbagai area di The Cradle yang penuh lorong-lorong dengan membuka akses pintu terkunci. Diana juga membantu mengaktifkan perangkat tertentu dan membantu memecahkan teka-teki di sekitar fasilitas penelitian di bulan ini. 

Berbagai Jenis Senjata dengan Kemampuan Berbeda

Pragmata menyediakan beragam jenis senjata yang dapat digunakan Hugh Williams untuk menghadapi robot dan sistem keamanan yang menguasai The Cradle. Menariknya, setiap senjata memiliki karakteristik berbeda, sehingga kita perlu menyesuaikan dengan situasi dan tipe musuh yang dihadapi.

Pragmata Pistol atau Grip Gun
Grip Gun

Senjata pertama adalah Grip Gun yang menjadi senjata utama. Dibandingkan dengan yang lain, Grip Gun memiliki kemampuan yang paling seimbang dari segi akurasi, kecepatan tembak, dan konsumsi amunisi. Grip Gun sangat tepat untuk digunakan dalam setiap kondisi. Kendati demikian, damage yang dihasilkan pistol cukup terbatas, meski upgradable. Dengan ini, kita bisa menggunakan senjata lain seperti Riot Blaster yang akan meluncurkan peluru kejut untuk melumpukan musuh. Kita bisa melanjutkan dengan senjata dengan damage yang lebih besar tanpa harus berjibaku dengan mereka. Kemudian Photon Laser yang seperti melakukan cheating ketika menggunakan, lantaran senjata ini seperti bisa melakukan apa saja.

Fitur Upgrade yang Juga Penting

Untung saja Hugh dibantu Diana dalam investigasinya menjadi lebih berwarna berkat suara lucu dari gadis android kecil tersebut. Meski dibekali dengan Thruster dan ditemani Diana, tentu saja belum cukup jika melawan ancaman musuh yang semakin lama akan semakin kuat. Di sinilah kita bisa meningkatkan performa berbagai jenis senjata, mulai dari menambah damage serangan, kapasitas amunisi, hingga kecepatan isi ulang atau reload. Pasalnya, musuh yang kita hadapi tidak hanya semakin kuat, mereka juga ada yang memiliki kecepatan yang sangat mengganggu. Maka dari itu, kita perlu tingkatkan kecepatan reload senjata kita.

Pragmata Upgrade
Upgrade

Di sisi lain, Diana memiliki skill tree yang berfokus pada kemampuan hacking. Seiring progres permainan, kita dapat membuka skill baru yang mempercepat proses peretasan, memperluas jalur pada grid, hingga memberikan efek tambahan seperti melemahkan pertahanan atau melumpuhkan musuh untuk sementara waktu. 

Eksplorasi turut berperan penting dalam progresi ini. Berbagai material, komponen, dan sumber daya tersembunyi di setiap sudut The Cradle mendorong kita untuk menjelajahi area secara menyeluruh. Semakin banyak sumber daya yang dikumpulkan, semakin besar pula pilihan upgrade yang tersedia.

Visual dengan Memaksimalkan RE Engine

Dari aspek grafisnya, Capcom memanfaatkan engine yang mereka kembangkan sendiri, RE Engine. Engine ini telah lama digunakan Capcom untuk game Resident Evil generasi modern. Game Resident Evil pertama yang menggunakan engine ini adalah Resident Evil 7: Biohazard. Melihat bagaimana engine ini membangun dunia game-game Resident Evil, kami sangat kagum akan detail pada karakter dan lingkungan.

Di tahun ini, Capcom mengelevasi engine ini ke Resident Evil Requiem dan Pragmata. Bisa kita lihat bagaimana pencahayaan dan fisik, terutama rambut yang semakin realistis. Kita mungkin belum bisa melihat pergerakan fisik rambut yang begitu maksimal di Requiem. Berkat rambut pirang dan panjang Diana, kita dapat melihat bagaimana setiap helai rambut bergerak dengan rinci. 

Pragmata Path Tracing
Path Tracing

Begitu juga pencahayaan yang juga sama menonjolnya, yakni fitur full path tracing yang mulai diperkenalkan pada Resident Evil Requiem. Teknologi ini pada dasarnya adalah metode rendering yang mensimulasikan cahaya secara lebih akurat dibandingkan ray tracing konvensional. Alhasil, teknologi pencahayaan ini, membuat pencahayaan di berbagai area The Cradle tampak makin realistis. Pantulan permukaan yang terdapat pada kaca, logam, hingga lantai nampak terlihat kualitasnya secara signifikan. Pengguna NVIDIA sangat beruntung untuk menikmati kualitas ini. 

Simpulan

Seperti yang kami bilang sebelumnya, Pragmata mampu melampaui ekspektasi kami. Game ini memberikan pengalaman baru dalam sebuah game action. Selain itu, alur cerita yang disajikan juga mengalir dengan sangat baik. Hubungan Hugh dan Diana mampu membuat gamers merasa game ini seperti simulator menjadi ayah alih-alih sebagai game action. Buat kami, Pragmata sangat berkesan dari segi gameplay dan juga cerita.

Selain Pragmata, kami juga menyajikan artikel review game lain yang tak kalah seru, entah game dari Indonesia maupun internasional. Jadi, terus ikut update terbaru Gameformia di website dan juga media sosial.

Pragmata Rating