Disco Elysium Review Games Reviews

[Review] Disco Elysium – RPG Hebat Tanpa Ada Combat

Share:

Nama Disco Elysium tak asing lagi bagi penggemar RPG terutama CRPG dengan sudut pandang isometrik. Bagi kami game ini adalah sebuah dobrakan baru yang sangat inovatif di ranah genre ini. Tak ada combat dan tak ada monster di perjalanan kita menelusuri dungeon. Yang kita temukan adalah orang-orang yang perlu kita ajak berbicara. Di sinilah istimewa game RPG yang dirilis pada tahun 2019 oleh ZA/UM ini. 

Meski tidak untuk semua orang, bagi kami Disco Elysium salah satu yang terbaik, bahkan hingga saat ini. Mulai dari penulisan cerita, hingga mechanics yang terkesan sederhana, tetapi memiliki kedalaman dan kompleksitas. Lalu, apa saja yang menjadi daya tarik dari Disco Elysium? Mari kita simak!

Detektif Amnesia di Distrik Miskin Kota Revachol

Harry du Bois, terbangun di sebuah kamar hotel dengan keadaan yang tak hanya berantakan. Kaca jendela kamar pecah, celananya tersangkut di kipas hotel, botol-botol minuman alkohol berserakan di lantai. Ia pun bangun tanpa mengenal siapa dirinya. Harry terkena amnesia total, tak ada memori yang tersisa di kepalanya. Bahkan tempat di mana berada, konsep uang, dan dunia ia pun tidak mengenalnya. 

Disco Elysium Harry du Bois
Harry du Bois Terbangun dari Tidurnya

Beberapa waktu setelahnya ia pun menyadari secara perlahan bahwa ia adalah seorang detektif dari kepolisian setempat yang bernama Revachol Citizen Militia atau yang dikenal sebagai RCM. Di lantai bawah tempat ia menginap, rekan barunya dari distrik lain, Letnan Kim Kitsuragi, telah menunggunya. 

Rekannya tersebut menginformasikan bahwa adanya seorang mayat lelaki yang digantung di belakang tempat Harry menginap, Whirling-in-Rags. Harry du Bois dan Kim Kitsuragi harus menyelidiki siapa mayat, pelaku, dan motif di belakangnya. 

Disco Elysium Mayat Menggantung
Harry du Bois dan Kim Kitsuragi Menginspeksi Mayat

Sistem Navigasi Berbentuk Psikosis

Game RPG pada umumnya akan berfokus pada menelusuri dungeons dan menghabisi monster-monster di perjalanan. Disco Elysium berbeda dengan itu semua. Kita takkan menemukan monster untuk kita tebas dan membantu kita untuk meningkatkan experience points (EXP atau XP). XP di sini akan kita peroleh dari perbincangan dari orang-orang penting di dalam game. 

Disco Elysium Opsi Arketipe
Opsi Arketipe

Selain itu, yang paling menarik dari Disco Elysium adalah bagaimana game ini menguantifikasi dan mempersonifikasi proses berpikir manusia. RPG generik akan berfokus pada peningkatan kekuatan, ketangkasan, dan semacamnya. Disco Elysium memformulasikan psikologis Harry du Bois. Kamu akan menemukan empat pilar atribut dan biologis yang membawahi keahlian spesifik. Ada 24 keahlian unik yang menjadi entitas suara di kepala Harry. 

Secara keseluruhan, sistem atribut di Disco Elysium dibagi menjadi empat kategori utama, yaitu Intellect, Psyche, Physique, dan Motorics. Masing-masing atribut memiliki enam skill yang bukan hanya meningkatkan statistik karakter, tetapi juga membentuk cara sang detektif berpikir, merasakan, berbicara, hingga bertindak sepanjang permainan. Setiap skill hadir sebagai “suara” di dalam kepala sajng detektif yang dapat memberi saran, memengaruhi keputusan, bahkan sesekali menyesatkan kita. 

Disco Elysium Abilities
Character Abilities

Sebelum masuk ke permainan, kita akan disajikan tiga arketip yang sudah tersedia. Yang pertama adalah Thinker. Arketipe ini memiliki tingkat intelektualitas dan motorik tinggi, tetapi tingkat psyche dan fisik rendah. Namun, arketipe ini akan membangun hubungan yang buruk dengan orang. Pada arketipe ini, meski harry akan jadi orang yang sangat cerdas, ia akan cenderung sangat arogan. Lalu, arketipe kedua, sensitive akan memiliki empati dan fisik tinggi. Opsi ini bisa jauh lebih bisa memahami keadaan orang lain. Yang terakhir adalah physical. Jenis arketipe ini sangat kuat, tetapi sekaligus bodoh. Jika kalian masih belum puas dengan preset yang disediakan, kalian bisa membuat karakteristik Harry sesuai dengan yang kalian mau. Tetapi, yang pasti tak hanya empat atribut saja yang memiliki pengaruh, tetapi juga enam skil yang tersedia juga akan menentukan psikologi Harry.

The Thought Cabinet: Internalisasi Identitas dan Metode Sensemaking

Pada Disco Elysium, ZA/UM memperkenalkan juga mechanics menarik, yakni The Thought Cabinet atau jika diterjemahkan lemari pemikiran. Ya, ini memang secara metaforis akan menjadi seperti lemari, di mana kita bisa menggunakan sebuah inventori konseptual dan menginternalisasikannya. Ada 50 pemikiran, gagasan, atau ideologi yang akan kita temukan di sepanjang perjalanan Harry dan Kim. Kita akan disediakan 12 slot kabinet untuk menginternalisasi pemikiran. Pada dasarnya, proses ini mereplikasi teori sensemaking manajerial dan psikologis, di mana individu akan merangkai makna dan pola untuk menentukan arah tindakan ketika mereka dihadapkan oleh kenyataan dengan makna yang tidak tunggal.

Disco Elysium Thought Cabinet
Thought Cabinet

Ketika akan menginternalisasi suatu konsep atau ideologi, akan ada perks yang kita dapatkan. Contohnya adalah ketika kita menginternalisasi ideologi Mazovian Socio-Economics (parodi dari konsep Marxisme), di mana setiap opsi dialog tentang komunisme atau sosialisme akan membuat kita memeroleh +1 XP. Begitu juga ketika kita menginternalisasi paham Advanced Race Theory yang mengarahkan kita pada ideologi fasisme. Setiap ideologi yang kita internalisasi akan memiliki pengaruh pada skill kita. Mazovian Socio-Economics yang kita serap 100% akan mengurangi kemampuan Visual Calculus sang detektif. Harry akan cenderung sangat reaktif. Sedangkan menginternalisasi teori ras akan mengurangi kemampuan Drama sang detektif lantaran dianggap mudah dibodohi oleh hal absurd seperti itu. 

Disco Elysium Internalized Mazovian Socio-Economics
Internalized Mazovian Socio-Economics

Visual Cantik dan Eksentrik

Buat kami Disco Elysium adalah sebuah perwujudan Daud melawan Goliath di arena industri game di tahun perilisannya, 2019. Game ini bukanlah game yang digarap dengan budget super besar layaknya kompetitornya seperti Ghost of Tsushima. Disco Elysium adalah hasil karya dari studio dengan tim yang tidak besar, tetapi memanfaatkan seluruh sumber daya mereka. Mereka tidak bermain pada visual realis. Mereka menampilkan sebuah dunia yang dipengaruhi gerakan pasca-impresionisme dan ekspresionisme kontemporer ala Jenny Saville, serta Alex Kanvsky. Sang art director, Aleksander Rostov sangat jenius dalam menggambarkan dunia Disco Elysium dengan atmosfer yang kelam tetapi tetap berwarna. 

Disco Elysium Graphics 2.5D
Grafis 2.5D Perpaduan Karakter 3D dan Latar 2D

Setiap potret karakter dirancang dengan menggunakan palet warna yang kasar, muram, sekaligus vibran. Beberapa tidak diperlihatkan dengan jelas, tetapi kita memahami karakter sekaligus bisa berimajinasi. Sosok Measurehead tidak dijelaskan dengan rinci pada gambar potretnya. Menurut kami, ZA/UM bisa menerjemahkan sosok penggila teori supremasi ras tanpa membuat representasi ras yang mana yang digambarkan. 

Sudut pandang isometrik yang memadukan gaya visual 2.5D (perpaduan antara 3D pada karakter dan 2D pada background) tidak mengurangi kedalaman cerita, atmosfer, dan suramnya Revachol. Terkadang, kita bisa menemukan sesuatu yang mengerikan, terkadang juga sangat komedik. 

Voice Acting yang Hidup

Imersivitas dapat kita rasakan di Disco Elysium berkat audio dan juga voice acting-nya. Kami memainkan versi Final Cut yang sudah mengintegrasikan voice acting penuh untuk lebih dari 1 juta kata teks di dalam cerita game RPG ini. Voice acting di Disco Elysium sangat mewakili setiap karakter. 

Lagu-lagu yang terdengar sederhana juga mampu mengangkat atmosfer di dalam game, mulai dari suara distorsi gitar yang menghadirkan nuansa kelam, elemen ambient yang menghantui, hingga nada terompet yang melankolis. Bagi kami, setiap musik yang dihadirkan di Disco Elysium mampu menstimulasi emosi dari pemainnya. 

Simpulan

Sebagai game RPG, Disco Elysium mampu mendefinisikan RPG dan mengelevasinya seperti karya literatur. Tanpa harus ada combat system seperti game-game yang mengangkat nama Dungeons and Dragons, Disco Elysium bisa menjadi adiktif seperti RPG bagus lainnya. Memang, di awal permainan kami sempat skeptis karena keeksentrikan game ini. Untuk memahami setiap percakapan, kami sempat mengantuk. Tetapi, ketika semakin paham, kami justru merasa kecanduan untuk memainkannya terus-menerus. Hal ini dapat dibuktikan bahwa mendekonstruksi konsep konvensional suatu genre bisa menghasilkan mahakarya seperti Disco Elysium ini. 

Selain Disco Elysium, kami juga menulis artikel review lainnya. Tak hanya itu juga, kami juga punya artikel sejarah yang ada di industri game dan juga opini yang bisa kalian simak. Jadi, terus ikut konten kami di website dan juga media sosial kami.