Square Enix Team Asano Features Games Opinion

Square Enix Tidak Mendengar Pendapat Fansnya?

Share:

Final Fantasy VII Remake Part 3 menjadi penutup dari serangkaian mega proyek remake Final Fantasy 7 series. Naoki Hamaguchi sebagai series director cukup sibuk dengan banyaknya wawancara yang ia hadiri dalam beberapa bulan terakhir, yang tidak lain juga adalah bagian dari pre-marketing campaign untuk membangun hype selagi Square Enix menyiapkan pengumuman resminya.

Sejauh ini Hamaguchi memberikan sedikit demi sedikit informasi untuk apa yang fans bisa harapkan pada Final Fantasy 7 Remake Part 3, seperti Vincent dan Cid yang akan menjadi playable character dengan mekanisme combat baru yang ia ingin segera presentasikan kepada para fans. Hamaguchi juga mengatakan bahwa pengembangan game terakhir penutup trilogi tersebut sesuai dengan jadwal dan berjalan cukup baik, yang mana para fans berspekulasi bahwa Playstation State of Play pada tanggal 3 Juni 2026 besok adalah waktu yang tepat bagi Square Enix untuk merilis trailer untuk Final Fantasy 7 Remake Part 3.

Hari demi hari Naoki Hamaguchi menjawab ajakan untuk wawancara, semakin juga para fans melihat adanya pola komunikasi bergaya korporat yang bersemayam di dalamnya. Seperti pada hari ini, pernyataan Naoki Hamaguchi dalam sebuah wawancara bersama Restart membuat para fans, khususnya di barat tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Naoki Hamaguchi

Restart menanyakan pada bagian akhir wawancara, bahwa ia menyukai karakter Chadley saat tahun lalu ditanyai oleh Naoki Hamaguchi. Untuk itu Restart menanyakan apakah Chadley akan kembali pada part 3 ini.

Naoki Hamaguchi menjawab bahwa Chadley akan punya peran begitu penting untuk cerita di part 3, yang lalu ia menambahkan bahwa ia tahu jika para fans menyukai karakter Chadley yang merupakan karakter original baru pada Final Fantasy 7 Remake. Akan tetapi, apakah Chadley akan menjadi playable character atau bukan itu belum bisa ia dan Square Enix jawab hari ini.

Kini setelah artikel diterbitkan dan dibagikan di sosial media, para fans utamanya yang ada di barat kurang setuju dengan pernyataan bahwa para fans menyukai karakter Chadley, mereka beranggapan bahwa kehadiran Chadley tidak terlalu penting dan tidak punya bobot yang berarti untuk keseluruhan cerita pada Final Fantasy 7 Remake series. Beberapa fans yang tidak menyukai Chadley khususnya di Rebirth karena perannya sebatas sebagai checklist untuk menyelesaikan tugas A maupun B, yang mana beberapa fans mengatakan jauh berbeda dengan apa yang ada pada Final Fantasy 7 original dengan eksplorasi open world yang bebas.

Inkonsistensi Square Enix kepada komunitas

Square Enix sendiri cukup terseok-seok dalam beberapa kuartal terakhir, Final Fantasy XVI yang seharusnya menjadi judul untuk mengembalikan kepercayaan publik pada tahun 2023 justru tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Kini Square Enix menyisakan Final Fantasy 7 Remake series untuk menjadi produk flagship terakhirnya. Namun, apa yang dilakukan Square Enix untuk mengembalikan kepercayaan para fans nyatanya sangat berbanding terbalik, atau lebih tepatnya tidak konsisten.

Bukan hal baru bila Square Enix sangat bergantung dengan fans di barat dengan banyaknya keputusan pada sejumlah judul untuk menyesuaikan selera dari para fans di Amerika Serikat dan Eropa, yang sekaligus adalah pasar mayoritas untuk Final Fantasy XIV. Anehnya, kini dengan para fans yang mayoritas tidak menyukai dan berpendapat bahwa Chadley tidak punya peran penting pada game, justru dipelintir yang sebenarnya pun bukan salah sepenuhnya Naoki Hamaguchi, karena para fans yang ia sebut adalah fans di Jepang.

Diketahui bahwa Square Enix sendiri juga sering membagikan survey kepada para fans, namun survey tersebut tidak sepenuhnya untuk fans global, beberapa survey hanya tersedia di Jepang. Disinilah pernyataan tentang para fans yang menyukai Chadley datang.

Terkesan sederhana namun hal ini membuat seakan Square Enix justru jauh dari realita atas apa yang para fansnya inginkan. Chadley tentu bukan satu-satunya subjek dari inkonsistensi Square Enix untuk melihat respon dari komunitas. Square Enix seperti ada dalam kebingungan dengan siapa sebenarnya mereka ingin membuka mata dan telinga, apakah audiens global atau kembali ke akar dan berfokus pada audiens lokal di Jepang.