Konami menerapkan pendekatan yang tak biasa dalam proses pengembangan Silent Hill f. Demi menghasilkan cerita yang kuat, tim penulis skenario game tersebut didorong untuk membaca antara 100 hingga 200 buku setiap tahun.
Informasi itu diungkapkan oleh produser seri Silent Hill, Motoi Okamoto, dalam sesi presentasi bertajuk The Art of Producing Silent Hill di ajang CEDEC 2026, Jepang. Dilaporkan oleh GameWatch, Okamoto bersama sejumlah anggota inti tim pengembang membahas proses kreatif di balik remake Silent Hill 2 serta pengembangan Silent Hill f.
Dalam pemaparannya, Okamoto menilai kebiasaan membaca merupakan bekal penting bagi produser, terutama ketika menggarap game yang menjadikan narasi sebagai elemen utama. Menurutnya, seorang produser idealnya telah membaca sebagian besar karya seorang penulis sebelum memutuskan untuk merekrutnya sebagai penulis skenario.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan semata-mata bentuk penghormatan terhadap penulis, melainkan juga cara untuk memahami gaya penulisan, karakteristik, serta kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Dengan begitu, pengambil keputusan dalam sebuah proyek dapat mengetahui potensi terbaik seorang penulis sekaligus memahami batasannya selama proses pengembangan.
Pendekatan itulah yang diterapkan Konami saat memilih Ryukishi07 sebagai penulis skenario Silent Hill f. Penulis yang dikenal melalui seri visual novel When They Cry itu dipilih karena memiliki rekam jejak panjang dalam menulis cerita horor. Selain itu, karya-karyanya dinilai memiliki nuansa yang selaras dengan identitas seri Silent Hill. Okamoto juga mengakui bahwa dirinya merupakan penggemar karya Ryukishi07.
Okamoto turut menekankan pentingnya input dalam proses kreatif. Karena itu, di dalam tim pengembangan, khususnya di kalangan penulis skenario, mereka saling mendorong agar mampu menyelesaikan bacaan setidaknya 100 hingga 200 buku setiap tahunnya sebagai bagian dari pengayaan referensi.
Komitmen tersebut menunjukkan besarnya perhatian Konami terhadap kualitas penceritaan di seri Silent Hill. Dengan filosofi pengembangan seperti ini, menarik untuk menantikan siapa penulis berikutnya yang akan diajak bekerja sama, terutama setelah Okamoto menyatakan ingin terus bereksperimen dengan aspek cerita maupun gameplay di setiap seri baru Silent Hill.

