Marvel’s Wolverine diperkirakan telah terjual 1,9 juta kopi dengan pendapatan US$130 juta, berdasarkan data Alinea Analytics. Angka tersebut membuat game besutan Insomniac Games ini menjadi rilisan PlayStation Studios dengan penjualan tertinggi di PS5 sepanjang 2026 sejauh ini.
Wolverine berada di atas sejumlah game PlayStation Studios lain yang dirilis tahun ini. MLB The Show 26 diperkirakan terjual 1,5 juta kopi di PS5 dengan pendapatan US$99 juta, sedangkan Marathon mencatat 1,8 juta unit di seluruh platform dengan pendapatan US$60 juta. Adapun Marvel Tokon: Fighting Souls terjual sekitar 740.000 unit dengan pendapatan US$49 juta, sementara Saros mencapai 510.000 unit dan US$40 juta.
Penjualan tersebut tercatat ketika Wolverine mendapat berbagai kritik dari pemain. Game ini memperoleh skor 77 di Metacritic, yang termasuk salah satu skor terendah untuk game first-party Sony dalam beberapa tahun terakhir. Kritik pemain antara lain menyasar petunjuk user interface (UI) yang dijuluki “jejak kentut”, penggunaan quick-time events (QTE) yang dianggap terlalu sering, bagian platforming yang dinilai membosankan, serta sistem pertarungan yang dianggap biasa saja.
Alinea Analytics juga mencatat penurunan penjualan game first-party Sony dalam beberapa tahun terakhir. Penjualan tersebut turun dari 58,4 juta unit pada tahun fiskal 2020 menjadi 28,9 juta unit pada tahun fiskal 2024. Menurut analis Alinea Analytics, Rhys Elliot, popularitas karakter Wolverine menjadi salah satu faktor yang dapat berkaitan dengan penjualan game tersebut. Amerika Serikat menjadi pasar terbesar dengan 53 persen dari basis pemain, disusul Inggris 7 persen, Prancis 5 persen, dan Kanada 4 persen.
Elliot juga mencatat bahwa tidak semua pemain mengikuti ulasan kritikus atau pembahasan game di media sosial. Namun, pengaruh penerimaan kritikus dan respons di internet terhadap penjualan Wolverine dalam jangka panjang masih belum dapat dipastikan.

