Steam Deck 2 News

Valve Pastikan Krisis Komponen Tak Ganggu Rencana Steam Deck 2

Share:

Rencana Valve untuk mengembangkan Steam Deck 2 disebut tidak berubah meski industri perangkat keras masih menghadapi krisis memori dan penyimpanan. Perusahaan memastikan pengembangan konsol handheld generasi berikutnya tetap berfokus pada peningkatan performa yang signifikan dibandingkan Steam Deck saat ini. Kepastian tersebut disampaikan Pierre-Loup Griffais, pengembang Valve, dalam wawancara dengan IGN. Ia mengatakan kondisi pasokan komponen saat ini tidak banyak memengaruhi rencana perusahaan untuk Steam Deck generasi berikutnya.

Menurut Griffais, Valve masih berpegang pada prinsip yang sebelumnya sudah mereka sampaikan. Steam Deck 2 baru dianggap layak hadir apabila mampu memberikan peningkatan performa yang cukup besar dibandingkan pendahulunya.

Kami sebelumnya sudah membicarakan bagaimana kami ingin memastikan adanya peningkatan performa yang benar-benar signifikan untuk sesuatu seperti Steam Deck di masa depan. Saya rasa kami masih melihatnya dengan cara yang sama.

Valve memang sudah beberapa kali membicarakan soal penerus Steam Deck. Pada 2023, perusahaan menyebut teknologi yang dibutuhkan untuk menghadirkan lompatan performa tersebut belum tersedia. Dua tahun berselang, Valve mengatakan mereka sudah memiliki gambaran yang cukup jelas mengenai seperti apa Steam Deck berikutnya.

Pada April 2026, Valve kemudian mengonfirmasi bahwa mereka memang sedang mengembangkan Steam Deck 2. Perangkat tersebut akan memanfaatkan berbagai pengalaman yang diperoleh perusahaan selama mengembangkan Steam Deck pertama, termasuk dari sejumlah produk perangkat keras yang dirilis setelahnya.

Di sisi lain, krisis memori dan penyimpanan yang masih berlangsung telah memberikan tekanan terhadap industri perangkat keras, termasuk produk-produk Valve. Kondisi tersebut turut berdampak pada harga dan ketersediaan perangkat serta menjadi salah satu faktor di balik sejumlah penundaan. Valve sebelumnya mengatakan bahwa kondisi pasokan memori merupakan sesuatu yang mereka perhatikan. Namun, Griffais tidak menjelaskan seberapa besar faktor tersebut dapat memengaruhi desain maupun spesifikasi Steam Deck 2.

Persoalan harga juga menjadi perhatian tersendiri. Kenaikan biaya komponen tidak selalu berarti perusahaan akan mempertahankan spesifikasi produk pada tingkat yang sama. Sebagai contoh, perusahaan dapat menaikkan harga sekaligus menurunkan spesifikasi pada produk generasi berikutnya.

Meski begitu, Griffais menegaskan bahwa tujuan Valve dalam mengembangkan Steam Deck 2 masih sama, terutama dari sisi pengalaman pengguna.

Dari apa yang sedang kami kerjakan terkait pengalaman pengguna dan produk yang ingin kami bangun, tujuannya masih sangat mirip.

Sementara itu, Valve kini tengah bersiap meluncurkan Steam Frame. Perangkat headset VR mandiri tersebut menjadi produk terakhir dari tiga perangkat keras yang diumumkan perusahaan pada tahun lalu, setelah Steam Controller dan Steam Machine. Valve telah membuka pendaftaran pre-order Steam Frame dengan harga £889 atau sekitar US$1.059. Harga tersebut menjadi salah satu tantangan bagi perangkat yang sejak awal menyasar pasar VR yang relatif khusus.

Dalam ulasannya terhadap Steam Frame, Eurogamer memuji desain perangkat keras dan kemampuan yang ditawarkan. Namun, Matt Wales menilai perangkat tersebut belum ditujukan bagi pengguna yang mencari pengalaman VR kelas atas. Ia juga menilai pengalaman yang ditawarkan Steam Frame tidak berbeda secara dramatis dari Quest 3, yang memiliki harga lebih rendah serta antarmuka yang dinilai lebih intuitif.