Meski mengangkat dunia Wizarding garapan sang penulis kawakan, J.K. Rowling, Hogwarts Legacy ingin melepas status karakter utama yang selama ini melekat pada Harry Potter pada game yang mengangkat kisah sekolah sihir Hogwarts. Yang membuatnya makin menarik lagi, Hogwarts Legacy tidak lagi mengusung genre action adventure ala game-game Harry Potter sebelumnya, melainkan action RPG.
Konsep action RPG yang diusung juga disertai dengan map yang luas. Di sini, kita tidak hanya bisa berkeliling di setiap sudut sekolah Hogwarts yang besarnya bukan main, tetapi juga lingkungan di luar sekolah sihir tersebut. Lalu, untuk cerita game ini mengambil setting tahun jauh sebelum Harry Potter lahir, tepatnya pada 1890-an. Jadi, kamu di sini takkan menemukan tokoh-tokoh seperti Ron Weasley, Hermione Granger, Draco Malfoy, dan yang lainnya.
Bagi kami Hogwarts Legacy adalah game yang bisa disukai oleh penggemar genre RPG, bukan hanya penggemar Harry Potter. Apa alasannya? Ada banyak aspek yang menurut kami game garapan Avalanche Software ini memenuhi kriteria sebagai game action RPG yang layak. Apa saja itu? Mari kita simak di sini.
Siswa Baru Hogwarts yang Harus Berhadapan dengan Pemberontakan Goblin
Secara cerita, Hogwarts Legacy memiliki gaya penulisan narasi seperti cerita klasik fantasi. Kita akan berperan sebagai siswa Hogwarts yang baru saja menerima surat penerimaan ke sekolah sihir tersebut secara terlambat, sehingga mengharuskan sang protagonis untuk masuk sebagai siswa tahun kelima pada tahun ajaran 1890-1891. Status penerimaan ini tidak dijelaskan secara gamblang. Namun, yang menarik dari protagonis utama di game ini adalah kemampuan melihat, memanipulasi, dan menyerap Ancient Magic.

Di awal cerita, sang karakter utama dibimbing oleh Profesor Fig, figur yang secara fungsi dan karakter mirip dengan Dumbledore, menuju sekolah sihir tersebut dengan menggunakan kereta kuda tanpa kuda. Namun, di hari pertamanya menuju Hogwarts, sang protagonis utama menemukan banyak hal-hal yang mengejutkan. Pertama, kereta kuda tanpa kuda yang ia naiki bersama dengan Profesor Fig diserang oleh naga besar. Lalu, ia menemukan fakta bahwa dunia Wizarding terancam oleh pemberontakan para goblin yang dipimpin oleh Ranrok.

Pemberontakan tersebut berawal dari kemarahan Ranrok terhadap diskriminasi dan penindasan yang selama bertahun-tahun dialami kaum goblin di dunia sihir. Meski awalnya lahir dari perjuangan melawan ketidakadilan, ambisinya perlahan berubah menjadi ekstrem hingga membuatnya ingin memusnahkan para penyihir manusia. Ranrok juga berusaha menemukan repositori Ancient Magic yang tersembunyi di bawah Kastil Hogwarts dan wilayah sekitarnya karena percaya kekuatan tersebut dapat memberinya kekuasaan absolut.

Selain ancaman dari Ranrok, sang protagonis juga harus menghadapi Victor Rookwood, seorang penyihir manusia yang memimpin kelompok kriminal Ashwinders. Menariknya, meski memiliki pandangan supremasi darah murni, Rookwood tetap bekerja sama dengan Ranrok demi kepentingannya sendiri.
Hubungan keduanya bersifat transaksional: Rookwood membutuhkan kekuatan militer milik Ranrok, sedangkan Ranrok memerlukan garis keturunan keluarga Rookwood untuk membuka akses menuju sejumlah lokasi rahasia yang berkaitan dengan Ancient Magic. Victor Rookwood sendiri diketahui merupakan keturunan langsung Charles Rookwood, salah satu anggota The Keepers, kelompok yang dahulu bertugas menjaga rahasia Ancient Magic.
Character Creation yang Tidak Begitu Detail
Sebagai game dengan elemen RPG yang kental, Hogwarts Legacy memiliki character creations yang cukup sederhana. Bila dibandingkan dengan Baldur’s Gate 3, character creations di game satu ini tidak akan sedetail game garapan Larian Studios tersebut. Dari aspek penampilan, kita akan disuguhkan banyak opsi karakter wajah dari beragam etnis. Namun, dalam pembuatan karakter, preset yang kamu temukan tidak ada pemisahan karakter laki-laki ataupun perempuan secara spesifik seperti character creations game RPG konvensional.

Lalu, character creations Hogwarts Legacy juga memberikan 15 variasi bentuk wajah yang bisa kamu pilih. Sekali lagi, kamu tidak bisa dengan bebas untuk mengubah bentuk wajah secara detail di luar dari presets yang disediakan. Kendati demikian, spektrum warna kulit pada menu kreasi karakter di game ini cukup luas. Selain itu, karaktermu bisa kamu tambahkan bintik-bintik wajah atau luka agar semakin variatif.

Untuk bagian suara karakter, tidak ada pengaruh dari jenis kelamin yang kamu pilih. Pasalnya, kamu bisa membuat karakter laki-laki dengan suara seperti perempuan atau sebaliknya.Pitch suara juga bisa kamu ubah sesuai dengan 5 varian preset yang disediakan.
Memilih Salah Satu House dengan Karakteristik Berbeda
Sebagaimana game yang mengangkat semesta Harry Potter, di awal permainan Hogwarts Legacy, kita akan memilih House seperti dalam buku atau film Harry Potter: Gryffindor, Slytherin, Hufflepuff, dan Ravenclaw. Masing-masing House memiliki lokasi Common Room yang berbeda. Pemilihan House ini tidak akan mengubah jalan cerita, meski ada beberapa hal berbeda yang akan kita temukan.

Mantra Adalah Aspek Utama
Karena Hogwarts Legacy menceritakan kisah tentang siswa dan guru di sekolah sihir, tentu saja spell menjadi sorotan utama. Mantra di sini terbagi ke dalam dua kelompok, yakni Essential Spell dan Equippable Spell. Kedua kelompok tersebut dibagi lagi menjadi beberapa bagian:
Essential Spells
- Basic Cast: mantra serangan
- Protego: mantra pelindung dari serangan musuh
- Stupefy: mantra serangan balik diaktifkan secara otomatis dengan menekan dan menahan Protego.
- Ancient Magic Throw: berfungsi untuk melempar benda-benda di sekitar ke arah musuh.
- Ancient Magic: jurus pamungkas yang mematikan ini diaktifkan saat meteran Ancient Magic kita penuh.
- Petrificus Totalus: mantra yang digunakan untuk menyerang secara diam-diam
Equippable Spell
- Control Spells: digunakan untuk menghancurkan perisai kuning musuh dan mengendalikan kerumunan lawan (misalnya, Levioso, Accio, Glacius, Descendo).
- Force Spells: dirancang untuk menghancurkan perisai ungu dan memanipulasi posisi musuh dan objek (misalnya, Depulso, Accio, Flipendo, Wingardium Leviosa).
- Damage Spells: ideal untuk menghancurkan perisai merah dan memberikan kerusakan kesehatan yang besar (misalnya, Incendio, Confringo, Diffindo, Bombarda, Crucio).
- Utility Spells: digunakan untuk memecahkan teka-teki, eksplorasi, dan penyelinapan (misalnya, Lumos, Revelio, Reparo, Alohomora, Disillusionment).
- Transfiguration Spells: Digunakan secara eksklusif untuk memunculkan, mengubah, dan menghilangkan benda-benda di dalam Room of Requirement.
- Unforgivable Curses: mantra ilmu hitam yang sangat ampuh yang memberikan kerusakan besar atau membunuh musuh secara instan (misalnya, Crucio, Imperio, Avada Kedavra).
Meracik Potion
Selain mantra sihir, di game ini kamu juga bisa meracik potion untuk membantumu saat bertualang dan mengalahkan musuh. Untuk membuat potion yang tepat, kamu perlu membeli resep-resep untuk meraciknya di J. Pippin’s Potions di Hogsmeade. Sedangkan, untuk bahan-bahan racikan, kamu bisa dapatkan ketika eksplorasi map di dalam atau sekitaran Hogwarts ataupun melawan musuh.

Combo Serangan Sihir dan Parry
Combat system yang ditawarkan oleh Hogwarts Legacy memiliki ritme yang cepat seperti The Witcher 3. Menariknya kamu bisa melakukan combo spells dan juggling dengan menggunakan kombinasi basic cast dengan mantra lain. Selain menyerang kita juga bisa melakukan parry setelah melakukan pertahanan. Selain serangan brutal, kita juga bisa melakukan serangan sembunyi-sembunyi dengan mantra seperti Disillusionment dan Petrificus Totalus.

Simpulan
Bagi kami yang merupakan penggemar RPG, Hogwarts Legacy masih memenuhi ekspektasi kami. Di sini, kami tak hanya bisa mengeksplorasi kastil Hogwarts yang ukurannya sangat besar, tetapi lingkungan luar sekolah. Sebagai orang yang bukan penggemar fanatik Harry Potter, kami juga masih menikmati jalan cerita yang dituturkan oleh tim Avalanche.
Hogwarts Legacy adalah sebuah game action RPG yang sukses membawa IP besar ini. Ya, meski kita tidak menemukan game Harry Potter yang diadaptasi langsung dari filmnya, Hogwarts Legacy bisa memberikan angin segar bagi penggemar Harry Potter sekaligus penggemar RPG.
Selain Hogwarts Legacy, kami juga sajikan artikel review lain yang tak kalah menarik. Terus ikuti artikel dan media sosial Gameformia untuk dapatkan update terbaru.

