Melihat waktu perilisannya, mengulas Spider-Man Insomniac pertama di tahun ini sudah sangat terlambat. Apalagi Insomniac sudah merilis sekuel dan dikabarkan tengah menggarap seri ketiganya. Namun, bagi kami game adalah produk yang tak lekang oleh zaman. Setiap pemainnya dapat memainkan game favoritnya kapan saja. Bahkan, game-game era konsol 8-bit atau 16-bit sudah mulai diminati oleh gamers muda. Apalagi game yang usianya belum mencapai 1 dekade.
Banyak gamers dan media juga sudah menyatakan bahwa Marvel’s Spider-Man garapan Insomniac adalah salah satu game superhero modern terbaik setelah seri Batman Arkham. Seri ini mampu memberikan nafas segar game action-adventure modern dengan tema superhero tanpa harus menjadi klise.
Insomniac selaku pengembang juga merilis ulang seri pertama Spider-Man ke konsol generasi sekarang dengan versi yang sedikit berbeda dengan versi PS4-nya. Menurut preferensi kami, versi ini lebih baik dibandingkan dengan versi orisinal di PS4. Wajah Peter Parker yang menurut kami lebih cocok hingga penyesuaian dengan teknologi ray tracing yang mempercantik kota New York.
Kami di sini akan mengulas pengalaman terkini kami setelah menyelesaikan game satu ini. Bagi yang belum pernah mencoba Spider-Man versi Insomniac dan penasaran untuk memainkannya, kalian bisa baca ulasan berikut.
Kehidupan Peter Parker di Masa Dewasa
Tim Insomniac tidak mengambil alur cerita Spider-Man di masa awalnya. Di sini, Peter Parker bukanlah remaja culun yang puber lagi, tetapi adalah sosok lelaki yang sudah mulai beranjak dewasa. Usianya kini berada di angka 23 tahun dan ia kini menjadi Spider-Man yang sudah lebih berpengalaman.

Kota New York memang tidak selalu aman. Peter Parker sebagai Spider-Man harus menghadapi musuh-musuh yang memiliki kekuatan yang masif. Di awal game, ia kini harus berhadapan dengan seorang pebisnis yang memiliki kekuatan luar biasa bernama Wilson Fisk atau dikenal juga sebagai Kingpin. Tak hanya memiliki kekuatan fisik yang hebat, Kingpin juga orang yang sangat berpengaruh di New York.

Karena aktivitas ilegalnya semakin meresahkan, kepolisian New York meminta Spidey untuk menghadapi sosok tersebut. Pertarungan Kingpin dan Spider-Man begitu sengit dan membuat Spidey kewalahan. Suit ikonis berwarna merah dan birunya tercabik-cabik akibat bergelut dengan Fisk dan anak buahnya. Melihat kerusakan suit-nya yang sangat buruk, Peter ingin membenahinya.

Selain menjadi seorang pahlawan super dengan kekuatan laba-laba, Peter Parker adalah asisten dari seorang ilmuwan jenius di kota New York bernama Otto Octavius. Otto sudah menganggap Peter sebagai anak dan orang yang sangat ia percaya. Ia kerap kali datang ke laboratorium Otto untuk membantunya melakukan inovasi baru. Suatu waktu, ketika Peter ingin membenahi kostum Spidey yang tercabik-cabik, Otto melihat kostum tersebut di atas meja.
Otto menemukan satu rahasia baru, yakni Peter adalah orang yang merancang kostum Spider-Man (ia belum tahu kalau Peter lah Spider-Man-nya). Melihat kostum tersebut dalam kondisi rusak, Otto membantu peter untuk mendesain kostum Spider-Man yang lebih mutakhir.
Di sisi lain, meski Kingpin sudah dibui, kota New York masih belum aman. Manusia dengan sebutan Mister Negative dan sekelompok villain yang tergabung di dalam sebuah persekongkolan bernama Sinister Six mengancam kota New York. Lantas, bagaimana nasib kota New York? Bagaimana juga Spider-Man dengan suit barunya tersebut?
Game Spider-Man yang Paling Ideal
Banyak yang menyatakan bahwa Spider-Man Insomniac adalah game Spider-Man paling ideal yang pernah ada. Di tahun 2004, kita pernah memiliki game Spider-Man bagus yang diadaptasi dari film garapan Sam Raimi. Tetapi, bagi kami game tersebut masih belum cukup. Karena keterbatasan hardware tentu kita tak bisa dapatkan apa yang kita inginkan di Spider-Man 2 PS2. Maka dari itu, Spider-Man garapan Insomniac mampu memberikan pengalaman menjadi Spider-Man paling imersif.

Kekuatan konsol generasi kedelapan yang kemudian di-enhance kembali di konsol generasi selanjutnya membuat kita untuk mengeksplorasi kota New York. Web swinging di game ini terasa sangat fluid dang seru. Spider-Man bisa dengan berbagai gaya bergelayutan di antara gedung pencakar langit. Gerakan menyusuri setiap gedung juga sangat variatif. Mulai dari merangkak hingga berlari di kaca gedung dapat dilakukan Spidey dengan sangat mulus di game ini.
Combat System yang Sangat Fluid
Selain web swinging-nya yang begitu keren, combat yang dihadirkan oleh Spider-Man garapan Insomniac ini begitu cair dan fun. Ada dua mode combat yang dapat kita lakukan, yang pertama mode frontal dan stealth. Jika kita melihat formula yang ditawarkan Insomniac di game superhero satu ini, hal ini mengingatkan kita pada Batman Arkham Series. Tentu saja, karena kedua karakter ini memiliki perbedaan kemampuan yang sangat signifikan, formula stealth di Spider-Man akan menggunakan jaring laba-laba dar web shooter dengan maksimal.

Ketika berada pada mode stealth kamu bisa melakukan berbagai variasi serangan. Kamu bisa menembakkan jaring ke musuh untuk mendisrupsi mereka agar mereka bisa kamu hantam dari belakang. Kemudian, kamu juga bisa melakukan perch takedown ketika melawan musuh. Dengan skill ini kamu akan menyergap musuh dari belakang dengan menggunakan sarang laba-laba yang dikeluarkan dari web shooter. Web ini akan menyelimuti sekujur tubuh musuh hingga mereka lumpuh. Mode frontal di game ini juga memungkinkanmu untuk melumpuhkan musuh dengan cara kreatif. Spidey juga dilengkapi dengan berbagai gawai yang memiliki fungsi berbeda.
Kustomisasi dan Skill Tree
Aspek menarik lainnya yang ditawarkan oleh Spider-Man garapan Insomniac ini adalah kustomisasinya. Kamu bisa mendapatkan 47 suits dengan kemampuan masing-masing. Suit ini bisa didapatkan melalui token yang dikumpulkan dari side missions.

Spider-Man Insomniac juga menyuntikkan elemen RPG di dalamnya. Setelah menyelesaikan misi utama maupun sampingan, kamu akan mendapatkan XP untuk mendapatkan skill points dan gadgets. Setiap skill bisa di-upgrade atau dibuka melalui Skill Tree.

Makin Cantik dengan Ray Tracing
Kehadiran versi remastered ini akan memfasilitasi kita kualitas visual yang jauh lebih baik ketimbang versi PS4-nya, berkat dukungan terhadap teknologi ray tracing. kemampuan dan teknologi yang ditawarkan GPU yang sudah mendukung teknologi ray tracing. Dengan mengaktifkan fitur ini, kita dapat melihat refleksi yang terdapat di material yang dapat menerima pantulan cahaya seperti keramik marmer atau kaca yang terletak pada gedung. Karena fitur ini sangat demanding dalam hal pengolahan grafis, alhasil performa akan menurun jika kita mengaktifkan fitur ini apalagi pada konfigurasi tertinggi.

Namun, untungnya NVIDIA sudah ada fitur DLSS yang memungkinkan kita mendapatkan performa game yang lebih stabil tanpa harus mengurangi keindahan visual. DLSS-pun juga menawarkan beberapa pre-set yang bisa kita atur: balanced, performance, atau quality. Kedua pilihan konfigurasi ini tentu saja memiliki kompensasinya masing-masing. Konfigurasi quality akan meningkatkan kualitas tetapi mengurangi FPS. Sebaliknya, performance akan mengurangi ketajaman visual, tetapi meningkatkan performa. Dengan ini, kami lebih memilih balanced agar untuk menjaga kenyamanan bermain.
Kesimpulan
Meski versi remastered ini dirilis pada tahun 2022, menurut kami game ini masih sangat layak untuk dimainkan. Secara visual, game ini sangat cantik. Gameplay-nya pun juga fun untuk kamu yang ingin mengeksplorasi kota New York sekaligus menjadi Spider-Man. Selain itu, jika kamu merasa belum lengkap memainkan Spider-Man 2 tanpa menamatkan prekuelnya terlebih dahulu, ini waktunya kamu untuk membeli Spider-Man Remastered untuk PC atau PS5-mu!

