harga xbox game pass turun
News

Harga Game Pass Turun, Microsoft Hentikan Skema Day-One untuk Call of Duty

Microsoft melakukan perubahan signifikan pada layanan berlangganan Xbox Game Pass dengan memangkas harga sekaligus mengubah strategi distribusi game Call of Duty. Kebijakan ini diumumkan baru-baru ini dan langsung berlaku mulai hari ini.

Dalam pengumuman resminya, Xbox menyatakan bahwa harga Game Pass Ultimate kini turun menjadi $22,99 per bulan (sekitar Rp368.000) dari sebelumnya $29,99 (sekitar Rp479.000). Sementara itu, PC Game Pass juga mengalami penyesuaian harga menjadi $13,99 per bulan (sekitar Rp224.000) dari $16,49 (sekitar Rp264.000). Penurunan ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Microsoft sempat menaikkan harga tier tertinggi hingga 50 persen.

Namun di saat yang sama, Microsoft juga menghapus skema perilisan day-one untuk game Call of Duty di Game Pass. Artinya, judul baru dari franchise tersebut tidak lagi tersedia sejak hari pertama rilis di layanan berlangganan ini. Sebagai gantinya, game baru akan masuk ke katalog Game Pass sekitar satu tahun setelah peluncuran, tepatnya pada periode musim liburan. Meski begitu, judul Call of Duty lama yang sudah tersedia tetap bisa diakses oleh pelanggan.

Langkah ini terbilang kontras dengan strategi Microsoft sebelumnya. Sejak mengakuisisi Activision Blizzard senilai $68,7 miliar (sekitar Rp1.099 triliun) pada 2023, perusahaan sempat mendorong integrasi Call of Duty ke dalam ekosistem Game Pass, bahkan di tengah sorotan regulator global soal potensi eksklusivitas dan distribusi franchise tersebut.

Source: Xbox Wire

Perubahan arah ini juga tak lepas dari evaluasi internal. Kepala divisi gaming Microsoft, Asha Sharma, sebelumnya mengakui bahwa harga Game Pass mulai terasa terlalu mahal bagi sebagian pemain. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa perusahaan akan terus menyesuaikan layanan agar lebih relevan dengan kebutuhan pengguna.

Di sisi lain, laporan Bloomberg mengungkap bahwa kebijakan Game Pass berdampak pada penjualan premium game Call of Duty. Xbox disebut kehilangan lebih dari $300 juta (sekitar Rp4,8 triliun) pendapatan dari penjualan di konsol dan PC tahun lalu, karena sebagian pemain memilih mengakses game melalui layanan berlangganan tersebut.

Editor The Game Business, Christopher Dring, menilai keputusan ini juga berkaitan dengan pertumbuhan pelanggan Game Pass yang mulai melambat. Ia menyoroti momentum menjelang rilis Forza Horizon 6 sebagai faktor penting, mengingat game tersebut saat ini menjadi salah satu judul dengan jumlah wishlist tertinggi di Steam.

Menurut Dring, pemangkasan harga kemungkinan belum cukup untuk mengatasi persoalan utama layanan ini. Ia memperkirakan Microsoft masih akan melakukan penyesuaian lanjutan, termasuk kemungkinan menghadirkan model layanan yang lebih fleksibel.

Sebelumnya, Call of Duty: Black Ops 6 (2024) menjadi seri pertama yang dirilis secara day-and-date di Game Pass. Meski sempat mencatat jumlah pemain tinggi saat peluncuran, performa game ini mengalami penurunan yang lebih cepat dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Dampaknya juga terlihat pada Call of Duty: Black Ops 7, yang mencatat penurunan penjualan awal hingga lebih dari 60 persen di beberapa pasar. Di Amerika Serikat, game ini hanya menempati posisi kelima dalam daftar penjualan tahunan, yang merupakan capaian terendah untuk franchise tersebut dalam hampir dua dekade.

Untuk struktur layanan, Xbox tetap mempertahankan beberapa tier Game Pass. Tier Essential dibanderol $9,99 per bulan (sekitar Rp160.000) dengan akses ke lebih dari 50 game serta fitur online multiplayer dan cloud streaming. Tier Premium menawarkan lebih dari 200 game, termasuk tambahan game first-party dalam waktu 12 bulan setelah rilis.

Sementara itu, Game Pass Ultimate sebagai tier tertinggi menyediakan lebih dari 400 game, akses day-one untuk game first-party, serta bonus langganan seperti Fortnite Crew, EA Play, dan Ubisoft+ Classics. Untuk pengguna PC, tersedia versi khusus dengan katalog ratusan game, keanggotaan EA Play, dan akses game first-party sejak hari pertama.