Ubisoft masih belum membagikan banyak informasi mengenai Splinter Cell Remake. Namun, rumor terbaru dari leaker RogueTx mulai mengungkap sejumlah fitur yang disebut akan hadir dalam versi terbaru game stealth legendaris tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, RogueTx menyebut Splinter Cell Remake akan membawa berbagai peningkatan dibandingkan versi orisinal. Peningkatan itu mencakup kualitas visual yang diklaim lebih modern berkat dukungan API DirectX 12 dan engine Snowdrop, hingga penyempurnaan pada aspek gameplay.
Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah semakin banyaknya pilihan bagi pemain untuk menyelesaikan misi tanpa harus menghabisi musuh. Pendekatan non-lethal disebut akan diperluas, sehingga pemain memiliki lebih banyak alternatif saat menghadapi ancaman di setiap misi.
Rumor tersebut juga menyebut lingkungan dalam game akan dapat dihancurkan (destructible environments). Fitur ini diyakini akan membuka lebih banyak jalur dan strategi untuk menyusup, meski struktur misi utamanya disebut masih mempertahankan desain yang cenderung linear.
Selain itu, pemain dikabarkan akan memperoleh sejumlah perlengkapan baru, seperti sticky camera, granat gas, hingga kemampuan mengaktifkan atau mematikan alarm secara manual. Mobilitas Sam Fisher juga disebut akan ditingkatkan melalui kehadiran zip line serta kemampuan meluncur di sepanjang pipa.
Di sisi lain, Ubisoft tampaknya tetap mempertahankan identitas utama seri ini. Indikator visibilitas karakter—yang menunjukkan seberapa mudah Sam Fisher terlihat saat berada di area terang maupun gelap—dikabarkan akan kembali hadir. Kehadiran fitur tersebut mengisyaratkan bahwa elemen stealth klasik yang menjadi ciri khas Splinter Cell tidak akan ditinggalkan.
Rumor ini muncul di tengah laporan yang menyebut jadwal peluncuran Splinter Cell Remake kembali mengalami penundaan hingga 2027. Game tersebut diperkirakan akan dirilis untuk PC, PS5, dan Xbox Series X/S.
Sebelumnya, pada Februari lalu, Ubisoft juga memastikan pengembangan Splinter Cell Remake tetap berlanjut meski perusahaan sedang melakukan pengurangan karyawan di sejumlah studio.
Setelah pengumuman terbaru mengenai tahap akhir program penghematan biaya global Ubisoft serta penghentian sejumlah proyek, Ubisoft Toronto akan mengurangi sekitar 40 posisi kerja. Keputusan ini tidak diambil dengan mudah dan sama sekali tidak mencerminkan bakat, dedikasi, maupun kontribusi para karyawan yang terdampak. Prioritas kami saat ini adalah mendukung mereka selama masa transisi melalui paket pesangon yang komprehensif serta bantuan penempatan karier,” ujar juru bicara Ubisoft.
Ubisoft juga menegaskan bahwa studio Toronto masih menjadi pengembang utama untuk Splinter Cell, sekaligus terus berperan sebagai mitra co-development untuk Rainbow Six dan sejumlah proyek lain.
Studio Ubisoft Toronto tetap melanjutkan pengembangan game Splinter Cell. Selain itu, studio ini juga berperan sebagai mitra co-development untuk Rainbow Six dan mendukung sejumlah proyek kolaborasi pengembangan lainnya.
Apabila rumor tersebut benar, Splinter Cell Remake akan menjadi game pertama dalam seri ini sejak Splinter Cell: Blacklist meluncur pada 2013 untuk PC, PS3, dan Xbox 360.
Sebagai informasi, Splinter Cell pertama kali dirilis pada 2002 dengan Sam Fisher sebagai tokoh utama. Ceritanya mengikuti agen elit tersebut setelah bergabung dengan divisi Third Echelon di bawah National Security Agency (NSA) untuk menyelidiki hilangnya dua agen Central Intelligence Agency (CIA).
Sejak debutnya, seri Splinter Cell dikenal lewat gameplay stealth yang mengutamakan kesabaran dan strategi. Pemain dapat memanfaatkan bayangan dengan menghancurkan sumber cahaya, sementara light meter akan menunjukkan tingkat visibilitas karakter terhadap musuh. Sam Fisher juga dibekali kacamata night vision ikonik yang menjadi salah satu identitas kuat seri tersebut.

