Tencent Jual Saham Studio Jepang News

Tencent Pertimbangkan Jual Saham di Beberapa Studio Game Jepang

Share:

Tencent dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menjual sebagian kepemilikan sahamnya di sejumlah perusahaan game Jepang. Langkah ini disebut sebagai bagian dari evaluasi portofolio investasi perusahaan, bahkan jika penjualan tersebut membuat Tencent harus menanggung kerugian.

Laporan Bloomberg menyebut perusahaan teknologi asal Tiongkok itu sedang mengkaji sejumlah investasi minoritasnya di industri game Jepang. Salah satu nama yang disebut dalam laporan tersebut adalah Marvelous, studio asal Tokyo yang dikenal lewat seri Monster Hunter Stories, Rune Factory, dan Story of Seasons.

Dalam beberapa kasus, Tencent dikabarkan bersedia menjual kembali sahamnya kepada manajemen asli perusahaan yang bersangkutan. Sumber yang dikutip Bloomberg menyebut keputusan tersebut tetap bisa diambil meskipun nilai penjualannya berada di bawah harga investasi awal.

Meski demikian, langkah ini tidak berarti Tencent akan meninggalkan industri game Jepang secara keseluruhan. Perusahaan disebut masih melakukan penilaian terhadap investasi-investasi yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan dan kinerja yang kuat di masa depan.

Sejumlah investasi besar Tencent di Jepang juga dilaporkan tidak terdampak oleh evaluasi tersebut. Kepemilikan saham perusahaan di PlatinumGames dan FromSoftware, termasuk perusahaan induknya, Kadokawa, disebut masih tetap dipertahankan.

Story of Seasons: game garapan Marvelous—salah satu studio yang disokong Tencent secara finansial

Perusahaan yang dikenal sebagai pemilik Riot Games dan Supercell itu diyakini tengah mengubah pendekatan investasinya di industri game global. Jika sebelumnya Tencent lebih banyak berperan sebagai investor pasif, kini perusahaan disebut ingin terlibat lebih aktif dalam proses pengembangan game bersama studio mitranya.

Model kerja sama semacam itu dinilai memungkinkan Tencent memiliki kontribusi yang lebih besar dalam produksi game, bukan hanya menyediakan pendanaan bagi pengembang di luar negeri.

Dalam pernyataan resminya kepada Bloomberg, Tencent menegaskan bahwa industri game tetap menjadi salah satu bisnis utama perusahaan.

“Video game adalah bisnis inti Tencent. Kami tetap berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang kami investasikan dan mempertahankan kehadiran yang kuat di pasar game Jepang dalam jangka panjang,” tulis perusahaan tersebut.

Tencent saat ini merupakan salah satu perusahaan game terbesar di dunia dengan investasi di lebih dari 800 pengembang dan perusahaan game. Selain memiliki Riot Games dan Supercell, perusahaan juga menanamkan modal di Epic Games, Larian Studios, Krafton, Ubisoft, serta berbagai perusahaan lain di industri game global.

Di luar Jepang, investasi Tencent juga beberapa kali memicu perhatian regulator. Awal tahun ini, laporan Financial Times menyebut pemerintah Amerika Serikat sempat mendiskusikan kemungkinan untuk mendorong Tencent melepas kepemilikan sahamnya di sejumlah perusahaan game asal negara tersebut.

Pejabat Amerika Serikat disebut menggelar sejumlah pertemuan untuk menilai apakah investasi Tencent di perusahaan game domestik berpotensi menimbulkan risiko keamanan nasional. Hingga kini belum ada keputusan resmi terkait pembahasan tersebut.