Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda Microsoft turut menghantam Id Software, studio legendaris di balik seri Doom. Situasi tersebut memicu keprihatinan dari salah satu pendirinya, John Carmack, yang menilai industri game kini menuntut lebih dari sekadar reputasi atau loyalitas penggemar.
Berdasarkan dokumen WARN notice yang diajukan di Texas, sebanyak 136 karyawan Id Software terdampak PHK. Jumlah tersebut dilaporkan mencakup lebih dari separuh tenaga kerja studio dan menjadi bagian dari restrukturisasi besar yang dilakukan Microsoft di sejumlah divisi, termasuk Xbox.
Melalui akun X, Carmack mengaku telah berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk merespons kabar tersebut. Ia mengatakan dirinya merasa sedih, tetapi tidak sampai dipenuhi kemarahan atas situasi yang terjadi.
Saya sudah berusaha mencari kata-kata yang bermakna untuk menanggapi PHK di Id Software. Saya sedih, tetapi tidak bisa memunculkan amarah atau kemarahan atas hal itu.
Kabar PHK itu muncul hanya berselang dengan peluncuran DLC terbaru Doom: The Dark Ages, sehingga momen yang semestinya menjadi perayaan bagi studio justru berubah menjadi suasana duka. Carmack bahkan mengakui bahwa pandangannya beberapa tahun lalu mengenai Microsoft kini terasa kurang tepat.
Pernyataan saya dulu bahwa ‘Microsoft mungkin akan menjadi pengelola yang baik bagi merek ini’ ternyata tidak bertahan lama. Ini jelas akan meredupkan suasana reuni para pendiri di QuakeCon bulan depan.
Meski demikian, Carmack tidak secara langsung menyalahkan Microsoft. Menurutnya, keputusan semacam ini tidak bisa dilepaskan dari tekanan bisnis yang semakin besar di industri game.
Ia menilai Id Software kemungkinan tidak lagi menjadi aset dengan kontribusi finansial yang signifikan di mata Microsoft. Carmack juga menyebut laporan yang menyatakan pendapatan Minecraft selama ini menopang beberapa studio lain sebagai sesuatu yang masuk akal.
Saya menduga Id Software hanyalah bisnis yang kontribusinya kecil dari sudut pandang Microsoft. Saya percaya laporan bahwa pendapatan Minecraft selama ini menopang beberapa studio lain. Agar bisa terus diproduksi dalam jangka panjang, game harus sukses, bukan sekadar dicintai.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pandangannya bahwa nama besar dan warisan sebuah studio tidak lagi cukup untuk menjamin keberlangsungan bisnis. Meski Wolfenstein, Doom, dan Quake dikenal sebagai fondasi genre first-person shooter (FPS), kenyataannya game-game tersebut tetap harus mampu menghasilkan pendapatan yang memenuhi ekspektasi perusahaan.
Carmack menjelaskan bahwa industri game saat ini menghadapi persaingan yang jauh lebih keras dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, game bukan hanya bersaing dengan sesama game, tetapi juga dengan berbagai bentuk hiburan lain yang memperebutkan waktu dan uang pemain.
Game bersaing dengan semua pilihan lain untuk menghabiskan waktu luang dan uang Anda, dan persaingannya sangat brutal. Anda tidak bisa menutup kemungkinan bahwa para eksekutif itu bodoh, tetapi itu seharusnya bukan asumsi awal Anda. Saya rasa tidak ada jalan yang jelas yang bisa menggandakan pendapatan dari game-game Id.
Dalam pandangannya, tidak ada solusi sederhana yang bisa langsung meningkatkan pendapatan seri Doom. Meski begitu, ia tetap mempertanyakan beberapa kemungkinan, mulai dari strategi harga yang berbeda, proses pengembangan yang lebih efisien, hingga pemasaran yang mampu menjangkau lebih banyak calon pemain dengan biaya yang lebih efektif.
Ia juga mempertimbangkan apakah seri Doom seharusnya mengalami perubahan desain yang lebih besar agar dapat menarik audiens baru tanpa mengorbankan penggemar lama.
Apakah mereka bisa mengubah desain game dan memperluas daya tariknya ke lebih banyak pemain tanpa membuat pemain lama merasa dijauhkan?
Menurut Carmack, reboot Doom pada 2016 berhasil menemukan keseimbangan yang tepat antara elemen klasik dan modern. Namun, pendekatan yang diterapkan dalam Doom: The Dark Ages menunjukkan keberanian Id Software untuk kembali bereksperimen.
Dalam game tersebut, Doom Slayer tampil lebih lambat, lebih metodis, dan memiliki gaya bertarung yang terasa seperti sebuah tank. Pendekatan itu memang berhasil menarik sebagian pemain, tetapi juga menuai penolakan dari sebagian lainnya. DLC terbaru bertajuk Revelations kemudian mencoba menjembatani dua gaya permainan tersebut, meski dinilai hadir terlalu terlambat untuk memberikan dampak besar terhadap performa game.
Di akhir pernyataannya, Carmack mengaku tidak memiliki jawaban pasti apakah berbagai perubahan tersebut benar-benar bisa menyelamatkan kondisi Id Software. Meski begitu, ia tetap optimistis studio tersebut masih memiliki kesempatan untuk bangkit.
“Saya benar-benar tidak tahu. Permainannya belum selesai, dan saya berharap studio ini bisa bangkit melewatinya.”
Saat ditanya apakah dirinya tertarik mengambil kembali hak kepemilikan IP Doom, Carmack menilai nilai waralaba tersebut sudah jauh melampaui kemampuan finansial pribadinya. Selain itu, ia juga merasa bukan sosok yang paling tepat untuk memimpin franchise tersebut di masa depan.
Meski demikian, ia menawarkan jaminan dana sebesar US$1 juta agar Team Beef dapat mengomersialkan game-game klasik open source milik Id Software dalam format virtual reality (VR).

