Shawn Layden, yang pernah menjabat sebagai Presiden Sony Interactive Entertainment America, menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara bersama PSI di YouTube. Ia menilai pengalaman bermain yang berfokus pada cerita dan karakter masih menjadi salah satu daya tarik utama dalam dunia game.
Saya sangat percaya bahwa game single-player yang berfokus pada narasi akan tetap bertahan. Begitulah cara kami membangun bisnis ini. Itulah yang membuatnya terus bertahan.
Ia menambahkan bahwa game dengan pendekatan naratif memungkinkan pemain menikmati pengalaman secara personal, lalu mendiskusikannya dengan teman-teman. Menurutnya, pengalaman tersebut berbeda dengan game yang lebih mengandalkan interaksi daring dan kompetisi multipemain.
Pada dasarnya, sebagian besar pengalaman bermain game terbaik muncul ketika kita membiarkan diri kita tenggelam dalam dunia tersebut bersama karakter itu dan mempelajari ceritanya.
Pernyataan Layden sejalan dengan rekam jejak PlayStation yang dikenal melalui sejumlah game single-player populer, seperti The Last of Us, God of War, Uncharted, dan Ghost of Tsushima. Game-game tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kesuksesan platform PlayStation.
Game Live-Service Tetap Memiliki Tempat
Meskipun menekankan pentingnya game naratif, Layden tidak menampik bahwa game live-service juga memiliki peran dalam industri. Ia mencontohkan Helldivers 2, yang diterbitkan oleh Sony Interactive Entertainment, sebagai salah satu contoh game live-service yang berhasil meraih popularitas sejak dirilis dua tahun lalu.
Namun, Layden juga menyinggung bahwa tidak semua game live-service mampu mempertahankan basis pemainnya. Concord, misalnya, hanya bertahan kurang dari dua pekan sebelum ditutup permanen. Sementara itu, Destiny 2 disebut telah mengalami penurunan dalam jangka waktu panjang dan kini telah menerima pembaruan terakhirnya.
Disampaikan Sebelum Kebijakan Disc Fisik
Komentar Layden mengenai masa depan game single-player disampaikan sebelum Sony mengumumkan rencana penghentian penggunaan disc fisik untuk game PlayStation baru mulai 2028. Dengan demikian, pernyataannya tidak secara langsung merespons kritik terhadap kebijakan tersebut.
Dalam wawancara terpisah mengenai keputusan Sony terkait disc fisik, Layden menyebut langkah itu sebagai kebijakan yang “dramatis”. Ia juga menilai keputusan tersebut berpotensi memengaruhi pendekatan Xbox dan Nintendo terhadap distribusi game fisik di masa mendatang.

