Assassin's Creed Black Flag Resynced Microtransaction News

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Dibanjiri Ulasan Negatif karena Mikrotransaksi

Share:

Peluncuran remake Assassin’s Creed Black Flag Resynced menuai sorotan di Steam. Setelah sempat mencatat awal penjualan yang menjanjikan, game besutan Ubisoft itu kini dibanjiri ulasan negatif karena keberadaan mikrotransaksi dalam mode single player.

Sebelum dirilis, Assassin’s Creed Black Flag Resynced disebut berhasil menghasilkan sekitar US$14 juta atau setara Rp253,12 miliar bagi Ubisoft. Dengan kurs Rp18.080,00 per dolar AS, angka tersebut menjadi indikator bahwa antusiasme pemain terhadap remake ini cukup tinggi.

Namun, respons setelah peluncuran pada 9 Juli berubah arah. Dalam 24 jam terakhir, halaman Steam game tersebut dipenuhi perdebatan antara pemain yang memuji peningkatan visual dan dunia terbuka yang luas, dengan pemain lain yang mengkritik strategi monetisasi Ubisoft.

Salah satu sumber utama keluhan adalah banyaknya DLC kosmetik yang tersedia sejak hari pertama. Seorang pengguna Steam menilai pembelian Deluxe Edition seharga £59,99 terasa kurang sepadan karena masih ada DLC tambahan senilai US$84,91 atau sekitar Rp1,54 juta yang tidak termasuk dalam paket tersebut.

Character Pack Microtransaction

Paket Deluxe Edition sendiri berisi kostum Edward tambahan, pedang, pistol, aksesori dengan efek unik, serta Master Assassin Naval Pack yang menghadirkan berbagai kosmetik untuk kapal. Meski demikian, paket tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari total skin yang tersedia untuk karakter dan kapal di dalam game.

Keluhan serupa juga datang dari pemain lain yang menyoroti harga DLC tambahan. Dengan konversi kurs Rp18.080,00, paket DLC senilai €85 setara sekitar Rp1,54 juta. Beberapa pemain menilai praktik tersebut kurang pantas untuk game yang sudah dijual dengan harga premium.

Selain kosmetik, kritik juga diarahkan pada item yang dianggap memberi keuntungan gameplay. Ubisoft menawarkan resource pack seharga £4,29 atau sekitar Rp77.563 yang berisi emas dan material peningkatan. Ada pula map pack dengan harga sama yang menambahkan penanda eksplorasi di peta.

Resource Pack Microtransaction

Meski begitu, item-item tersebut pada dasarnya berfungsi sebagai jalan pintas atau penghemat waktu. Sumber daya dan lokasi yang ditawarkan tetap dapat diperoleh melalui permainan normal, sehingga tidak memberikan peningkatan kekuatan eksklusif bagi pemain yang membelinya.

Polemik ini membuat status ulasan Assassin’s Creed Black Flag Resynced di Steam turun menjadi Mixed setelah sebelumnya sempat berada di kategori Mostly Negative. Beberapa pemain juga mengeluhkan bahwa sebagian item di toko game meminta mereka membuka Assassin’s Creed Shadows untuk melihat detail pembelian.

Mikrotransaksi dalam game pemain tunggal memang bukan hal baru bagi seri Assassin’s Creed. Praktik serupa telah hadir sejak Assassin’s Creed Origins yang dirilis pada 2017. Namun, kehadiran DLC tambahan dalam jumlah besar tepat setelah peluncuran kembali memicu perdebatan di kalangan pemain.

Di tengah kontroversi tersebut, Assassin’s Creed Black Flag Resynced tetap mendapat apresiasi atas peningkatan grafis dan penyempurnaan pengalaman bermain.