Bos Xbox, Asha Sharma, menilai strategi ekspansi yang diterapkan pada era kepemimpinan Phil Spencer membuat perusahaan terlalu menyebarkan sumber dayanya. Pernyataan itu muncul setelah Microsoft mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.600 karyawan Xbox pada awal pekan ini.
Selain melakukan PHK, Xbox juga mengumumkan rencana untuk berpisah dengan lima studio. Dalam wawancara dengan Fortune, Sharma menjelaskan bahwa perusahaan sebelumnya mengambil banyak langkah ekspansi untuk mendorong pertumbuhan.
Untuk bertumbuh, kami mengambil banyak keputusan berisiko, dan ketika melakukan itu, kami secara inheren tidak cukup fokus pada bisnis inti.
Menurut Sharma, ukuran utama sebuah strategi terlihat dari bagaimana perusahaan mengalokasikan sumber dayanya. Ia mengakui bahwa Xbox terlalu menyebarkan fokus ke berbagai lini bisnis sehingga perhatian terhadap bisnis inti menjadi berkurang.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai kritik yang cukup terbuka terhadap strategi kepemimpinan sebelumnya, termasuk pada era Phil Spencer, Sarah Bond, dan kepala konten Xbox saat ini, Matt Booty. Sharma menilai keputusan ekspansi yang terlalu luas menjadi salah satu akar persoalan yang dihadapi Xbox saat ini.
Sharma juga mengaitkan kondisi internal Xbox dengan krisis perangkat keras, khususnya kenaikan biaya komponen RAM yang sedang berlangsung.
Xbox yang sehat bisa bertahan menghadapi guncangan dari krisis perangkat keras. Dengan Xbox yang tidak sehat, situasinya menjadi sangat menantang dan mempercepat banyak perubahan yang perlu kami lakukan.
Namun, pernyataan itu menuai sorotan karena krisis perangkat keras juga berdampak pada perusahaan lain seperti Valve dan Sony. Meski demikian, Sharma berpendapat bahwa kondisi internal Xbox yang kurang sehat membuat dampak krisis tersebut terasa lebih berat.
Secara teori, kondisi keuangan yang lebih kuat dapat memberi ruang bagi Xbox untuk menanggung sebagian kenaikan biaya komponen tanpa langsung menaikkan harga bagi konsumen. Akan tetapi, selama kenaikan biaya tersebut masih terus berlangsung, langkah itu dinilai hanya menjadi solusi sementara.
Di akhir pernyataannya, Sharma menegaskan bahwa kesehatan bisnis inti Xbox menjadi syarat penting untuk menghadapi tantangan ke depan.
Saya pikir fondasi inti kami harus sehat, dan itu akan menjadi syarat yang diperlukan tetapi belum cukup.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Xbox masih perlu melakukan berbagai penyesuaian strategis di tengah tekanan biaya perangkat keras dan upaya pemulihan kondisi bisnisnya.

