Ubisoft akhirnya membuka detail roadmap Year 11 untuk Tom Clancy’s Rainbow Six Siege. Musim terbaru bertajuk Operation Silent Hunt dipastikan meluncur pada 3 Maret mendatang, sekaligus membawa kejutan besar: Solid Snake resmi masuk sebagai Operator baru lewat kolaborasi dengan semesta Metal Gear Solid.
Kehadiran Snake sebelumnya sudah ditease pada akhir Januari, tetapi baru kini Ubisoft membeberkan detail lengkapnya. Karakter ikonik dari seri Metal Gear itu hadir sebagai attacking operator dan kembali disuarakan oleh pengisi suara aslinya, David Hayter.
Dalam Operation Silent Hunt, Snake dibekali gadget Soliton Radar MKIII yang merupakan perangkat genggam yang memungkinkan pemain melihat denah lantai di sekitar serta mendeteksi musuh di lantai yang sama.
Radar ini memiliki indikator warna: hijau menandakan situasi aman, kuning menunjukkan kamera default sedang digunakan musuh, dan merah berarti ada satu atau lebih musuh aktif di area tersebut. Saat diaktifkan dalam precision mode, radar akan menampilkan ikon posisi dan kerucut pandang musuh yang terdeteksi. Meski begitu, fitur ini punya batas charge dan waktu cooldown, sehingga tidak bisa dipakai sembarangan.
Selain radar, Snake juga membawa kemampuan unik bernama On-Site Procurement. Lewat kemampuan ini, ia bisa mengambil utility pouch dari musuh yang tumbang untuk mengisi ulang gadget sekundernya. Berbeda dari Operator lain, Snake dapat membawa hingga lima gadget sekunder sekaligus. Artinya, ia bisa menimbun perlengkapan dan menyesuaikan strategi sesuai situasi di lapangan.
Dari sisi persenjataan, Snake dilengkapi pistol sekunder Tacit .45. Untuk senjata utama, pemain dapat memilih antara designated marksman rifle PMR90A2 atau assault rifle F2, yang kini sudah mendukung grip attachment.
Kolaborasi ini tak berhenti di satu karakter. Ubisoft juga menyiapkan mode terbatas bertema Metal Gear yang untuk sementara diberi nama event “[REDACTED]”. Mode ini disebut-sebut akan mempertemukan Solid Snake dengan Sam Fisher dari seri Tom Clancy’s Splinter Cell, yang dikenal sebagai Operator Zero di Rainbow Six Siege. Map Nighthaven Labs akan hadir dalam versi modifikasi dengan berbagai referensi Metal Gear. Seperti event kolaborasi sebelumnya, Ubisoft juga menyiapkan collection series khusus yang menghadirkan tampilan Operator sebagai karakter ikonik seperti Gray Fox dan Meryl.
Pengumuman ini datang setelah periode yang cukup bergejolak bagi Rainbow Six Siege. Di akhir 2025, game tersebut sempat mengalami dua insiden peretasan besar yang memaksa Ubisoft menutup server sementara. Sistem pesan dalam game dibanjiri spam, miliaran R6 Credits dibagikan secara ilegal, hingga skin khusus developer sempat muncul ke publik. Beberapa pemain bahkan terkena ban imbas gangguan tersebut. Ubisoft mengklaim situasi kini telah terkendali dan pembaruan Year 11 menjadi langkah lanjutan untuk menjaga momentum kebangkitan game ini.
Sebelumnya, pada 2025, Ubisoft merilis pembaruan besar bertajuk Siege X yang disebut sebagai evolusi terbesar dalam 10 tahun perjalanan Rainbow Six Siege. Update tersebut berhasil mendongkrak kembali jumlah pemain dan memperpanjang umur game kompetitif ini.
Selain konten kolaborasi, roadmap Silent Hunt juga memuat sejumlah pembaruan lain. Ubisoft akan merilis skin senjata Black Ice terbaru, menghadirkan mode Arcade 1v1, serta memodernisasi sejumlah map klasik seperti Coastline, Oregon, dan Villa.
Di sisi lain, mode 6v6 Dual Front dipastikan akan dipensiunkan setelah musim ini berakhir. Ubisoft juga menyiapkan pembaruan besar untuk Operator balancing. Beberapa perubahan yang diumumkan antara lain Skopos menjadi Operator dengan kecepatan 3, efek concussion dari ranjau Grzmot milik Ela diperpanjang, Garra Hook milik Amaru mendapat satu charge tambahan, serta Operator ber-perisai tak lagi bisa menerobos barikade dengan kondisi penuh.

