Setelah sempat lama tak terdengar, RedOctane resmi kembali ke industri dengan format baru bernama RedOctane Games. Studio ini kini memperkenalkan Stage Tour, sebuah game musik yang diposisikan sebagai penerus spiritual dari Guitar Hero.
Pengumuman kembalinya RedOctane pertama kali mencuat pada Agustus tahun lalu. Perusahaan yang dulu dikenal sebagai produsen seri Guitar Hero itu bangkit dengan identitas baru dan diperkuat sejumlah veteran industri rhythm game. Kini, mereka memastikan tengah mengembangkan Stage Tour secara aktif, dengan target rilis pada musim liburan 2026.

Dalam keterangan resminya, pihak studio menyebut Stage Tour sebagai platform jangka panjang yang dibangun bersama komunitas. Artinya, game ini tidak hanya berhenti pada saat peluncuran, melainkan akan terus diperbarui dan dikembangkan seiring waktu. Konsep ini mengisyaratkan pendekatan live platform yang memungkinkan evolusi konten dan fitur setelah rilis.
Dari sisi fitur, Stage Tour akan menghadirkan instrumen baru yang dirancang khusus untuk pengalaman bermain yang lebih imersif. Namun, RedOctane Games juga menyediakan kompatibilitas dengan controller standar dan keyboard, sehingga pemain tidak wajib membeli periferal instrumen tambahan untuk menikmati game tersebut.
Studio ini juga mengumumkan kemitraan multi-tahun dengan Gibson. Lewat kerja sama tersebut, merek Gibson, Epiphone, dan Kramer akan diintegrasikan langsung ke dalam game. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat nuansa autentik yang selama ini identik dengan genre rhythm game berbasis instrumen.
Kepala Studio RedOctane Games, Simon Ebejer, menyebut Stage Tour sebagai “surat cinta” untuk genre game ritme. Ia menegaskan bahwa timnya ingin menghadirkan pengalaman yang terasa familiar sekaligus segar. Menurutnya, teknologi modern akan dimanfaatkan untuk menghubungkan pemain dengan musik yang mereka sukai, sekaligus membangun platform yang bisa tumbuh dalam jangka panjang.

Selain menghadirkan instrumen baru, RedOctane Games juga menjanjikan sistem charting yang lebih mendalam. Meski demikian, studio memastikan game ini tetap ramah bagi pemain kasual yang ingin sekadar menikmati musik dan bersenang-senang tanpa harus masuk ke tingkat kompetitif.
Sebagai langkah awal, uji coba closed alpha untuk Stage Tour dijadwalkan berlangsung pada musim panas tahun ini. Sejumlah penggemar berpengalaman dari komunitas game ritme akan dilibatkan untuk memberikan masukan selama proses pengembangan. Umpan balik tersebut bakal menjadi bagian penting dalam menyempurnakan game sebelum dirilis ke publik pada 2026.

