Rencana remake Bloodborne oleh Bluepoint Games dikabarkan kandas bukan karena Sony, melainkan karena penolakan dari pengembang aslinya, FromSoftware. Informasi ini mencuat hanya beberapa hari setelah Sony menutup Bluepoint Games, studio yang dikenal sebagai spesialis remake di bawah payung PlayStation.
Sebelumnya, Sony menyebut Bluepoint sebagai tim “sangat berbakat” dengan keahlian teknis mumpuni yang telah menghadirkan pengalaman luar biasa bagi komunitas PlayStation. Namun, pujian itu tak menghalangi keputusan perusahaan untuk menghentikan operasional studio tersebut. Sekitar 70 karyawan terdampak dalam penutupan yang, menurut juru bicara Sony, diambil setelah “tinjauan bisnis terbaru”.
Bluepoint sendiri diakuisisi Sony pada 2021. Setelah merilis remake Demon’s Souls sebagai game eksklusif peluncuran PS5 pada 2020, studio itu sempat ditugaskan menggarap proyek live-service dari God of War. Proyek tersebut akhirnya dibatalkan tahun lalu. Di tengah rekam jejak itu, harapan publik agar Bluepoint menangani remake Bloodborne terus menguat.
Mengutip laporan Bloomberg, Bluepoint disebut telah mengajukan proposal remake Bloodborne kepada FromSoftware pada awal 2025. Dari sisi perhitungan bisnis, proyek itu dinilai masuk akal. Namun, keputusan akhir ada di tangan pengembang asal Jepang tersebut, dan jawabannya adalah penolakan.
Pernyataan ini sejalan dengan komentar mantan Presiden Sony Interactive Entertainment, Shuhei Yoshida, pada 2025 lalu. Ia mengungkap bahwa Bloodborne termasuk salah satu permintaan paling sering muncul di akun media sosialnya. “Miyazaki-san sangat mencintai Bloodborne. Ia tertarik, tetapi terlalu sibuk untuk mengerjakannya sendiri, dan tidak ingin orang lain menanganinya,” ujar Yoshida saat itu.

Sosok yang dimaksud adalah Hidetaka Miyazaki, kreator Bloodborne sekaligus tokoh kunci di FromSoftware. Game yang pertama kali rilis pada 2015 itu hingga kini masih dianggap sebagai salah satu karya terbaik dalam sejarah industri. Banyak penggemar menilai atmosfer, desain dunia, dan pendekatan gameplay-nya sulit ditandingi.
Setelah proposal remake ditolak, Bluepoint dilaporkan mencoba menawarkan pembaruan untuk remake Shadow of the Colossus serta ide spin-off dari Ghost of Tsushima. Namun, dua konsep tersebut juga tidak mendapat lampu hijau. Bloomberg menyebut sejumlah studio internal disebut khawatir harus mengalokasikan sumber daya besar untuk mengerjakan proyek yang bukan berasal dari tim mereka sendiri.
Dengan penutupan Bluepoint, peluang melihat versi baru Bloodborne kian mengecil. Padahal, game ini selama bertahun-tahun masuk daftar teratas permintaan penggemar untuk dihadirkan ulang di platform modern. Dalam ulasan terdahulu, sejumlah media bahkan menyebut Bloodborne sebagai karya dengan visi luas, konten melimpah, dan tingkat kreativitas yang nyaris jenius.
Untuk saat ini, masa depan Bloodborne masih menggantung, dan tampaknya tetap berada sepenuhnya di tangan FromSoftware.

