Kabar mengejutkan datang dari dapur internal Ubisoft. Remake Prince of Persia: Sands of Time disebut-sebut sudah nyaris rampung, bahkan mencapai lebih dari 99 persen, sebelum akhirnya diputuskan untuk dibatalkan. Keputusan ini muncul di tengah periode sulit yang sedang dialami Ubisoft, mulai dari restrukturisasi internal hingga tekanan finansial yang berujung pada pembatalan sejumlah proyek game.
Informasi tersebut diungkap oleh insider industri game yang cukup kredibel, xj0nathan. Ia menyebut bahwa pengembangan remake Prince of Persia: Sands of Time sebenarnya tinggal menyisakan perbaikan bug kecil. Namun, di luar dugaan, Ubisoft memilih menghentikan proyek tersebut di tahap akhir, tepat ketika game hampir siap dirilis.
Sumber yang sama juga mengonfirmasi bahwa secara teknis game tersebut sudah bisa dimainkan secara utuh. Artinya, pembatalan ini bukan disebabkan oleh kendala produksi besar, melainkan lebih pada keputusan strategis di level perusahaan.
Salah satu faktor yang paling sering disebut sebagai pemicu pembatalan adalah persoalan kualitas. Sejumlah rumor menyebutkan bahwa hasil akhir remake tersebut dinilai belum memenuhi standar Ubisoft. Bahkan, tampilan karakter utama—Prince—disebut terlihat kurang matang jika dibandingkan dengan concept art yang sebelumnya sempat bocor ke publik.
Penilaian internal terhadap kualitas game ini pun disebut beragam. Insider lain yang juga dikenal luas, Tom Henderson, mengungkap bahwa evaluasi di dalam Ubisoft berkisar dari sekadar “oke” hingga “sangat buruk”. Rentang penilaian yang ekstrem ini menunjukkan adanya ketidakpuasan yang cukup serius terhadap arah dan hasil pengembangan remake tersebut.
Padahal, remake Prince of Persia: Sands of Time bukan tanpa perjalanan panjang. Game ini telah melewati beberapa fase pengembangan yang bergejolak dan sempat mengalami pergantian studio. Pada 2024, proyek ini bahkan disebut menunjukkan progres yang cukup menjanjikan dan mulai menemukan bentuknya.
Namun, situasi Ubisoft yang sedang tidak stabil tampaknya menjadi faktor penentu. Perusahaan dilaporkan tidak lagi bersedia, atau tidak sanggup, menggelontorkan tambahan sumber daya untuk proyek remake tersebut. Alhasil, meski sudah berada di garis akhir, Prince of Persia: Sands of Time harus bernasib sama seperti sejumlah game lain yang ikut dikorbankan dalam kebijakan efisiensi Ubisoft.


