Capcom mengumumkan bahwa penjualan global Resident Evil Requiem telah melampaui 5 juta unit. Game yang dirilis pada 27 Februari 2026 itu menjadi salah satu tonggak baru bagi seri Resident Evil, yang bulan ini genap berusia 30 tahun.
Dalam keterangan resminya, Capcom menyebut capaian tersebut tak lepas dari pendekatan pengembangan yang berfokus pada penguatan elemen survival horror. Resident Evil Requiem dirancang untuk menyeimbangkan rasa takut yang intens dengan aksi yang tetap memacu adrenalin. Perpaduan itu disebut menjadi fondasi utama pengalaman bermain yang ditawarkan.
Dari sisi teknis, game ini dibangun menggunakan RE ENGINE, mesin pengembangan internal milik Capcom. Teknologi tersebut memungkinkan penyajian visual dengan detail fotorealistis, mulai dari tekstur kulit karakter, mata yang berkaca-kaca, rambut yang bergerak alami, hingga efek transparansi cahaya yang lebih realistis.
Capcom juga memperluas jangkauan pemain melalui sejumlah opsi aksesibilitas. Resident Evil Requiem menghadirkan berbagai tingkat kesulitan yang bisa dipilih, baik untuk pemain baru maupun veteran. Selain itu, pemain dapat beralih secara real-time antara perspektif orang pertama dan orang ketiga, menyesuaikan dengan preferensi dan gaya bermain masing-masing.

Sebelum dirilis, Resident Evil Requiem lebih dulu menuai perhatian dalam ajang Gamescom 2025 yang digelar pada Agustus tahun lalu. Di pameran game terbesar di Eropa tersebut, game ini membawa pulang empat penghargaan, termasuk kategori Most Epic yang diberikan kepada judul dengan pengalaman paling spektakuler dan memukau.
Capcom menegaskan akan terus mengandalkan kapabilitas pengembangan internalnya untuk menghadirkan pengalaman bermain yang relevan dan menghibur. Dengan pencapaian 5 juta unit ini, Resident Evil Requiem memperkuat posisi waralaba tersebut sebagai salah satu pilar utama genre survival horror di industri game global.

