Game Clair Obscur: Expedition 33 belakangan menjadi perbincangan hangat bukan hanya karena prestasinya di berbagai ajang penghargaan, tetapi juga karena fenomena unik yang mengiringinya. Game RPG asal Prancis ini justru ramai dibicarakan lantaran banyak pemain yang awalnya mencibir, kini berbalik arah dan mengaku jatuh hati setelah benar-benar memainkannya.
Di berbagai platform, terutama Reddit, kisah semacam ini bermunculan nyaris setiap hari. Di subreddit r/expedition33, sejumlah pengguna secara terbuka mengakui bahwa mereka dulu termasuk barisan pembenci. “Tambahkan saya ke daftar orang yang awalnya benci, lalu berubah pikiran,” tulis seorang pengguna. Unggahan semacam ini bahkan sudah menjadi semacam pola berulang, sampai-sampai dianggap sebagai meme internal komunitas. Banyak pemain mengaku awalnya skeptis, namun justru berakhir terpikat setelah mencoba langsung game tersebut.

Fenomena serupa juga terjadi di luar komunitas pemain kasual. Streamer besar seperti Shroud sempat melontarkan kritik tajam, bahkan menyebut nominasi The Game Awards sebagai sesuatu yang “diatur”. Namun, beberapa waktu kemudian, ia akhirnya memainkan Expedition 33 secara langsung. Reaksi yang muncul justru berbanding terbalik dengan ekspektasi banyak orang. Setelah berjam-jam bermain, Shroud mengaku tidak memiliki keluhan berarti dan menikmati pengalamannya secara keseluruhan.
Pencapaian Clair Obscur memang sulit diabaikan. Game ini berhasil meraih banyak penghargaan, mendominasi daftar Game of the Year di berbagai media, dan terus mendapat sorotan sepanjang tahun. Meski begitu, pada pandangan pertama, Expedition 33 memang tidak terlihat seperti game yang “wah”. Sistem pertarungan turn-based kerap dianggap lambat dan kurang menarik bagi sebagian pemain. Padahal, di balik itu, mekanik parry yang diusung justru menuntut refleks cepat, bahkan bisa terasa lebih menantang dibanding sejumlah game aksi populer. Sayangnya, hal ini tidak langsung terlihat hanya dari cuplikan gameplay.
Perubahan sikap para pemain ini tak lepas dari kuatnya pengaruh narasi kesuksesan yang mengelilingi Clair Obscur. Dominasi game ini di ajang penghargaan membuat banyak orang yang awalnya ragu akhirnya merasa terdorong untuk mencobanya sendiri. Kehadirannya yang konsisten di acara tahunan Geoff Keighley, lengkap dengan penampilan khas para pengembangnya, turut memperkuat rasa penasaran publik. Ditambah lagi, ketersediaannya di Game Pass membuat pemain bisa mencoba tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
Meski begitu, bukan berarti semua kritik terhadap Clair Obscur tidak berdasar. Ada pula pemain yang tetap merasa game ini tidak cocok bagi mereka, entah karena sistem pertarungannya yang menuntut presisi tinggi atau karena ritme cerita yang dianggap lambat di awal permainan. Bagi sebagian orang, menunggu game “menjadi menarik” bukanlah hal yang menyenangkan. Kritik semacam ini wajar, dan justru menjadi bagian dari diskursus sehat di komunitas game.
Namun, tak bisa dimungkiri bahwa daya tarik utama Clair Obscur juga terletak pada kisah di balik pembuatannya. Game ini lahir dari tim kecil yang sebelumnya belum pernah merilis game besar, namun berhasil menembus industri dengan karya yang berani dan personal. Di tengah maraknya game beranggaran besar yang kerap terasa terlalu korporatis, Clair Obscur hadir sebagai alternatif yang terasa lebih manusiawi. Dengan durasi sekitar 30 jam dan harga yang lebih terjangkau dibanding game AAA lain, ia menawarkan pengalaman yang terasa sepadan, bahkan dilengkapi DLC gratis sebagai bentuk apresiasi kepada pemain.

