Shuhei Yoshida PlayStation
News

Shuhei Yoshida: Rilis Game PS5 ke PC di Hari Pertama Bukan Strategi Ideal

Mantan eksekutif Sony, Shuhei Yoshida, menilai strategi merilis game PlayStation ke PC pada hari pertama bukan langkah yang ideal bagi pemegang platform. Pernyataan ini ia sampaikan dalam sebuah sesi wawancara di ALT. Games Festival, saat tampil sebagai pembicara utama.

Yoshida, yang pernah memimpin PlayStation dan kemudian menjabat sebagai kepala PlayStation Indies hingga pensiun pada 2025, menjelaskan bahwa pada masanya, kebijakan internal perusahaan tidak mengizinkan game triple-A first-party dirilis ke platform lain seperti PC. Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga nilai eksklusivitas ekosistem PlayStation.

Saat saya masih bekerja di sisi pengembangan game, khususnya first-party di PlayStation, dari sisi strategi kami tidak diperbolehkan membawa game triple-A ke platform lain seperti PC.

Perubahan mulai terlihat ketika Horizon: Zero Dawn meluncur ke PC pada 2020, menandai awal gelombang baru porting game PlayStation ke platform tersebut. Yoshida menilai langkah ini masuk akal, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi dan skala pengembangan game modern.

Seiring skala pengembangan dan investasi game semakin besar, masuk akal bagi saya bahwa di generasi PS5 mereka mulai membawa game besar ke PC.

Ia menambahkan, jeda waktu antara rilis di konsol dan PC bisa menjadi strategi untuk mengembalikan investasi dari game berbudget besar. Pendapatan tambahan dari pasar PC dinilai dapat membantu perusahaan mendanai proyek-proyek berikutnya.

Merilis game di PC setelah beberapa tahun kemungkinan membantu mengembalikan investasi dari game berbudget besar tersebut, sekaligus membantu tim dan perusahaan untuk menginvestasikan kembali dana itu ke proyek baru.

Meski begitu, Yoshida belum melihat indikasi bahwa Sony akan mengubah strategi tersebut dalam waktu dekat. Ia justru menyoroti tantangan ke depan, terutama dalam menjaga keberlanjutan investasi untuk game first-party berskala besar di generasi berikutnya.

Berbeda dengan Sony, Xbox di bawah naungan Microsoft mengusung pendekatan day-and-date, yakni merilis game secara bersamaan di berbagai platform. Model ini dinilai Yoshida kurang cocok diterapkan oleh PlayStation.

Jika Sony merilis game triple-A baru di hari pertama ke platform lain, saya rasa itu bukan strategi yang tepat untuk pemegang platform seperti PlayStation.

Di sisi lain, strategi membawa game eksklusif ke PC juga tidak sepenuhnya tanpa risiko. Yoshida mengakui adanya kritik dari sebagian kecil pemain yang menilai langkah tersebut dapat mengurangi nilai eksklusivitas. Namun, ia menilai dampaknya terhadap penjualan perangkat seperti PlayStation 5 relatif minim.

Sejumlah kecil konsumen yang cukup vokal memang mengeluh ketika game first-party PlayStation di-port ke PC, tapi saya tidak melihat itu benar-benar memengaruhi adopsi hardware PlayStation seperti PS5.

Salah satu contoh terbaru adalah Helldivers 2, yang sukses besar setelah akhirnya tersedia lebih luas meski tidak langsung hadir di semua platform sejak awal. Pola ini memperlihatkan kemungkinan arah strategi Sony: memaksimalkan momentum rilis di konsol lebih dulu, lalu memperluas jangkauan pasar di kemudian hari.

Dengan dinamika industri yang terus berubah dan persaingan lintas platform yang semakin terbuka, apakah Sony akan tetap mempertahankan strategi rilis bertahap ini, atau justru beralih mengikuti tren day-and-date di masa depan?