Keberhasilan Stellar Blade tak hanya berhenti pada pencapaian komersial semata. Game garapan Shift Up yang meluncur tahun lalu itu kini disebut-sebut sebagai pemicu lahirnya generasi baru studio game asal Korea Selatan.
Dalam wawancara dengan Minimap, mantan bos PlayStation, Shuhei Yoshida, mengungkapkan bahwa Stellar Blade bukan sekadar produk sukses. Menurutnya, game tersebut mewakili semangat seluruh industri game Korea yang tengah menanjak pesat. “Kami sempat membahas bahwa jika Stellar Blade berhasil, ia bisa membuka pasar baru,” ujar Yoshida. “Dan sekarang, dampak itu benar-benar terasa.”
Kesuksesan Stellar Blade, kata Yoshida, telah memotivasi banyak kreator muda di Korea untuk berani mengejar ambisi mereka sendiri. Ia menilai para pengembang Korea Selatan beruntung karena mendapat dukungan kuat dari pemerintah dan komunitas, berbeda dengan kondisi di Jepang yang relatif lebih konservatif terhadap perkembangan industri game.
“Ekosistem di Korea sangat aktif dan saling mendukung. Itu membuat mereka bisa berkembang pesat,” tambah Yoshida.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana industri game Asia, terutama Korea Selatan, mulai menegaskan posisi mereka di panggung global. Sejak kemunculan Lies of P dan Stellar Blade, nama Korea kian sering disebut dalam percakapan industri yang dulunya didominasi oleh Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.
Gelombang baru itu pun tak berhenti di sini. Sejumlah proyek ambisius tengah menunggu giliran rilis, seperti The First Berserker: Khazan, InZoi, serta Crimson Desert. Tak ketinggalan, sekuel Stellar Blade yang sedang digarap disebut akan semakin memperkuat posisi Korea sebagai salah satu kekuatan utama dalam industri game dunia.

