Setahun setelah dirilis, Concord masih sering dikenang bukan karena kualitasnya, tetapi karena kegagalannya. Game shooter garapan Sony itu sempat dianggap sebagai salah satu kegagalan terbesar dalam sejarah rilis game modern.
Ironisnya, Concord sebenarnya bukan game terburuk yang pernah hadir di pasaran. Di balik desain karakter yang kurang menarik dan konsep yang bagi banyak gamers membosankan, game ini dibangun cukup rapi dan masih nyaman dimainkan. Namun, kegagalan memikat pemain membuat Sony menutup server hanya beberapa minggu setelah peluncuran.
Di tengah riuh rendah kegagalan tersebut, beberapa penggemar justru tertarik menghidupkan kembali Concord. The Game Post melaporkan bahwa sekelompok komunitas berhasil melakukan reverse engineering pada sistem game itu. Hasilnya, Concord bisa dijalankan kembali dengan masuk ke lobi dan memainkan satu match secara penuh.
Yang membuatnya makin lucu, jumlah pemain yang muncul di server buatan komunitas itu disebut tidak terlalu berbeda dari puncak pemain ketika Concord masih tersedia resmi.
Antusiasme kecil itu ternyata memancing atensi pihak lain. Dalam laporan lanjutan, The Game Post menyebut perusahaan perlindungan aset digital bernama MarkScan mulai menjatuhkan copyright strike terhadap rekaman gameplay dari server hasil rekayasa komunitas tersebut.
MarkScan sendiri dikenal sebagai firma yang biasa digunakan Sony untuk membersihkan internet dari konten tertentu, termasuk rekaman gameplay mod atau materi yang dianggap melanggar hak cipta. Dalam konteks Concord, tindakan itu tampaknya menjadi bagian dari upaya Sony mengendalikan jejak digital game yang ingin mereka lupakan.
Meski begitu, tim yang mengerjakan reverse engineering mengaku belum menerima surat resmi cease and desist. Namun, mereka mulai menahan diri dan memperlambat aktivitas setelah proyek ini menjadi sorotan.
Di satu sisi, Sony tentu memiliki hak melindungi asetnya. Namun, melihat minimnya peminat Concord ketika masih tersedia secara resmi, sulit mencari alasan kuat mengapa segelintir pemain yang sekadar ingin bernostalgia perlu dibungkam.
Saat tidak ada kerugian komersial dan server resmi sudah lama padam, keberadaan belasan penggemar yang ingin menjaga game itu tetap hidup justru terlihat sebagai bentuk penghormatan terakhir. Pertanyaannya adalah apakah sebuah game yang sudah ditarik dari peredaran masih harus dihapus jejaknya hingga ke komunitas kecil yang mencoba melestarikannya?

