Sony mulai secara aktif mendorong pengguna PlayStation 4 untuk beralih ke PlayStation 5, di tengah prediksi analis yang menyebut konsol generasi berikutnya, PlayStation 6, belum akan meluncur sebelum lewat 2028. Strategi ini dinilai sebagai upaya Sony memperpanjang siklus hidup PS5 sekaligus memaksimalkan basis pengguna yang sudah ada.
Prediksi tersebut disampaikan analis senior MST, David Gibson, dalam laporan terbarunya untuk Sandstone Insights Japan yang terbit pada 16 Januari. Gibson menilai kondisi industri game saat ini belum ideal untuk peluncuran perangkat keras baru, terutama akibat meningkatnya biaya komponen utama yang dipicu oleh ekspansi artificial intelligence (AI) dan pusat data.
Tekanan pada rantai pasok dan harga komponen membuat produsen konsol cenderung bersikap lebih hati-hati. Sony dan Microsoft dinilai akan memilih mengoptimalkan PlayStation 5 serta Xbox Series X/S sembari menunggu pasar perangkat keras kembali stabil.
Dari sisi kinerja bisnis, Sony justru berada dalam tren positif. Gibson memprediksi pendapatan Sony pada kuartal ketiga tahun fiskal yang berakhir Februari 2026 akan melampaui proyeksi sebelumnya. Penjualan game first-party dan third-party masih menjadi penggerak utama, ditopang performa langganan PlayStation Network (PSN) yang tetap kuat.
Mengutip laporan IGN, penjualan Sony pada kuartal ketiga diperkirakan mencapai sekitar 1,8 triliun yen atau setara 11,6 miliar dolar AS, dengan pendapatan operasional sekitar 160 miliar yen atau hampir 1 miliar dolar AS.
Capaian tersebut memperkuat keyakinan bahwa Sony tidak memiliki urgensi untuk segera merilis PS6. Gibson menyebut Sony memperkirakan siklus hidup PS5 akan lebih panjang dibandingkan generasi konsol sebelumnya, sehingga peluncuran PS6 kemungkinan baru terjadi setelah 2028.
Jika prediksi itu terwujud, generasi PS5 akan melampaui masa dominasi PS4 yang berlangsung sekitar tujuh tahun, meskipun PS4 hingga kini masih tetap mendapatkan dukungan. Tahun lalu, sebagian pelaku industri memang memperkirakan PS6 akan rilis pada 2028, namun proyeksi terbaru menunjukkan potensi penundaan lebih lanjut.
Sejumlah langkah Sony belakangan juga mengindikasikan strategi tersebut. Pada November lalu, Sony meluncurkan model PS5 dengan harga lebih terjangkau khusus untuk pasar Jepang. Selain itu, diskon besar-besaran digelar secara global pada momen Black Friday 2025.
Laporan dari Push Square menyebut Sony mulai menargetkan pengguna PS4 dengan pesan-pesan khusus yang mendorong mereka untuk beralih ke PS5. Pendekatan ini menegaskan fokus Sony dalam mempercepat migrasi pengguna tanpa harus terburu-buru menghadirkan konsol generasi baru.
Meski penjualan perangkat keras masih kuat, Gibson menilai fokus Sony kini lebih condong pada upaya mempertahankan pengguna PS5 yang sudah ada. Hingga kini, Sony belum mengumumkan kenaikan harga terkait potensi kelangkaan memori, meski tidak menutup kemungkinan kenaikan biaya produksi di masa depan akan dibebankan kepada konsumen. Sikap ini dinilai sejalan dengan pendekatan Nintendo.
Sementara itu, prospek berbeda terlihat pada Microsoft. Penjualan Xbox sepanjang 2025 dinilai kurang menggembirakan, sehingga memunculkan keraguan terhadap performa konsol Microsoft dalam beberapa tahun mendatang.


