Stellar Horizon Studios, yang selama ini dikenal sebagai studio outsourcing game art asal Indonesia sekaligus pengembang indie, resmi meluncurkan proyek orisinal pertamanya: Protocol AIDA.
Sebagai studio outsourcing 3D, Stellar Horizon menyediakan layanan yang cukup lengkap, dari pemodelan karakter & makhluk (high-poly hingga low-poly, UV, baking, teksturing PBR), grooming rambut dan bulu (hair card & strand), hingga pemodelan benda keras maupun organik (prop modeling). Mereka juga menangani lingkungan dan pencahayaan di Unreal Engine, pembuatan shader & blueprint visual, rigging (termasuk integrasi Metahuman), serta optimasi aset agar siap untuk engine real-time.
Walau Protocol AIDA saat ini masih di tahap konsep, Stellar Horizon menempatkannya lebih dari sekadar game. Mereka bermimpi menciptakan sebuah universe baru bercita rasa sinematik. Trailer perdana memunculkan dua reaksi yang berbeda, di satu sisi antusiasme tinggi, di sisi lain skeptisisme, menggambarkan bahwa publik masih menahan penilaian karena proyeknya sangat awal.
Menurut keterangan awal, Protocol AIDA akan mengangkat konflik simbolik antara manusia, mesin, kekuasaan, dan dimensi supernatural. Tema dualisme, antara teknologi dan unsur supranatural, dijadikan pilar utama narasi. Keunikan lain adalah ia dihadirkan dalam format shooter, sehingga gameplay-nya berfokus pada aksi tembak-tembakan.
Tim inti yang menangani Protocol AIDA tidak besar, sekitar sepuluh kreator profesional, tetapi mereka memiliki rekam jejak di industri 3D kelas AAA. Untuk merealisasikan karakter Aida, tim memanfaatkan pipeline Metahuman di Unreal Engine agar animasi wajah dan tubuh bisa dieksekusi secara presisi, dari craft concept art hingga model 3D siap pakai.
Philipus Nico, Co-Founder Stellar Horizon, menyebut bahwa peluncuran Protocol AIDA adalah langkah strategis untuk membuktikan bahwa perusahaan outsourcing bisa menjadi kreator IP global. “Kami ingin membangun IP lokal yang lebih dari sekadar game, melainkan sebuah universe hidup dengan narasi yang bisa relate, baik bagi pemain lokal maupun internasional,” katanya.
Dengan kombinasi bisnis outsourcing dan ambisi kreatif, Stellar Horizon percaya bahwa mereka punya modal kuat, yakni pengalaman teknis dalam art pipeline, layanan visual lengkap, serta tim yang sudah terbiasa bekerja di level industri. Meski perjalanan masih panjang, Protocol AIDA menjadi proyek yang patut diikuti.


