Pathea Games, studio asal Tiongkok di balik My Time at Portia, memperkenalkan proyek baru berjudul The God Slayer. Game open-world bernuansa steampunk ini mengambil latar sebuah kota metropolitan di Eropa Timur, lengkap dengan atmosfer industrial. Dari cuplikan awalnya, game ini memperlihatkan sistem combat berbasis elemen yang dieksekusi dengan gaya sinematik dan gerakan bertarung yang cukup kompleks.
Protagonis di game ini merupakan seorang Elemancer. Ia mampu mengendalikan api, tanah, angin, dan air secara bergantian dalam satu rangkaian serangan. Hal ini mengingatkan kita kepada Avatar: Airbender, kartun yang kerap ditayangkan di pertengahan 2000-an. Dalam salah satu adegan gameplay, sang karakter bahkan menarik air dari sebuah struktur tinggi untuk kemudian melepaskannya sebagai serangan masif.
Ada pula momen ketika ia membekukan musuh dan meluncur menggunakan batu raksasa untuk memecahkan es tersebut. Kombinasi elemen yang saling melengkapi ini menjadi daya tarik utama The God Slayer.
Secara visual dan mechanics, banyak yang tak bisa menghindari membandingkan game ini dengan berbagai judul besar. Aksi parkour dari atap ke atap mengingatkan pemain pada Assassin’s Creed, sementara pertarungan yang eksplosif dan momen setpiece-nya menyinggung gaya Uncharted.
Beberapa penonton trailer di YouTube juga melihat nuansa fantasi industrial yang mirip dengan Black Myth: Wukong. Namun komentar paling sering muncul justru berasal para gamers yang melihat game ini sebagai “calon Avatar yang bukan dari IP dari Nickelodeon” lantaran kemiripan gaya elemen yang ditampilkan.
Pathea Games sendiri belum mengumumkan tanggal rilis untuk The God Slayer. Game ini diproyeksikan hadir di PlayStation 5 dan PC, meski pengembang masih berhati-hati membagikan detail lanjutan. Rekam jejak Pathea yang cukup baik membuat publik memasang ekspektasi lumayan tinggi, meski game ini tampak jauh lebih ambisius dibanding proyek mereka sebelumnya.
Meski demikian, masih ada catatan penting. Sejauh ini, The God Slayer lebih menonjolkan aksi dan kontrol elemen, tetapi belum terlihat bagaimana game ini akan hal lain di dalamnya seperti plot cerita, konflik, atau hubungan antarkarakter.
