The Witcher 3 Remastered Gameplay News

CD Projekt Ungkap Alasan Gameplay The Witcher 3 Dirombak di Versi Remaster

Share:

CD Projekt Red ternyata tidak hanya ingin mempercantik tampilan The Witcher 3 lewat versi remaster. Studio asal Polandia tersebut juga melakukan perombakan cukup besar pada gameplay karena menilai aspek tersebut menjadi salah satu bagian yang paling tertinggal dari game RPG tersebut.

Hal ini diungkapkan Paweł Sasko, desainer CD Projekt Red yang ikut berkonsultasi dalam pengembangan The Witcher 3: Remastered. Dalam wawancara dengan VGC, Sasko menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah tim kembali melihat berbagai masukan dari pemain dan jurnalis.

Menurut Sasko, proses evaluasi dilakukan dengan melihat bagaimana game tersebut dimainkan setelah bertahun-tahun sejak pertama kali dirilis. Tim kemudian memetakan sejumlah bagian yang masih terasa relevan dan elemen yang mulai menunjukkan usia.

Kami melihat bagaimana The Witcher 3 dimainkan, keluhan yang sering disampaikan pemain, serta bagian mana yang sudah tidak bertahan dengan baik seiring waktu.

Dari evaluasi tersebut, CD Projekt Red menemukan bahwa tidak semua aspek The Witcher 3 membutuhkan perubahan besar. Cerita dan karakter, misalnya, masih dianggap memiliki daya tarik yang kuat, sementara gameplay justru menjadi bagian yang paling banyak membutuhkan perhatian.

Ceritanya masih relevan, masih bisa dimainkan, tampilannya indah, dan karakternya menyenangkan. Namun, jika melihat dari sisi gameplay, jelas bahwa aspek ini hampir menjadi bagian terlemahnya.

Penilaian tersebut bukan hanya berasal dari tim pengembang. Sasko mengatakan masukan dari pemain dan jurnalis juga menunjukkan kecenderungan yang sama. Kesamaan pandangan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi CD Projekt Red untuk memperluas cakupan remaster.

Ketika melihat pendapat para jurnalis dan pemain, semuanya kurang lebih mengatakan hal yang sama, yaitu gameplay merupakan bagian terlemah dari The Witcher 3.

Dengan pertimbangan tersebut, CD Projekt Red tidak menjadikan The Witcher 3: Remastered sekadar proyek peningkatan kualitas grafis. Sejumlah sistem gameplay ikut disentuh agar game tersebut dapat terasa lebih modern bagi pemain.

Gameplay The Witcher 3 Mendapat Sejumlah Perubahan

Perombakan pada versi remaster mencakup sejumlah elemen yang berkaitan langsung dengan pengalaman bermain. CD Projekt Red melakukan perubahan pada sistem pertarungan, skill tree, animasi, hingga finisher.

Sistem pergerakan saat menjelajah juga mendapatkan peningkatan. Perubahan tersebut ditujukan agar The Witcher 3 terasa lebih modern tanpa menghilangkan fondasi gameplay yang sudah melekat pada karakter Geralt.

Dalam prosesnya, CD Projekt Red turut menggunakan pengalaman dari pengembangan Cyberpunk 2077 versi 2.0 sebagai salah satu referensi. Pembaruan tersebut sebelumnya membawa perubahan besar terhadap sistem gameplay dan build karakter di game futuristis tersebut.

Namun, Sasko menilai hasil perombakan The Witcher 3 tidak bisa begitu saja disamakan dengan perubahan yang dibawa Cyberpunk 2077 2.0. Perbedaan tersebut berkaitan dengan bagaimana kedua game dirancang sejak awal.

Apakah perbandingannya dengan Cyberpunk 2.0 masuk akal? Menurut saya, iya. Namun, apakah dampaknya akan sebesar itu? Hal tersebut sedikit lebih sulit untuk saya nilai.

Menurut Sasko, Cyberpunk 2077 memang dibangun dengan konsep yang memberikan pemain kebebasan untuk menentukan gaya bermain melalui berbagai build. Kondisi tersebut membuat perubahan pada sistem gameplay dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap cara pemain membentuk karakter.

Sementara itu, The Witcher 3 memiliki pendekatan yang berbeda. Pemain tetap mengendalikan Geralt, karakter dengan identitas, kemampuan, dan gaya bertarung yang sudah menjadi bagian dari desain game sejak awal.

Karena itu, CD Projekt Red perlu menyesuaikan perombakan skill tree dengan karakter Geralt, alih-alih mengubahnya menjadi sistem yang sepenuhnya bebas seperti di Cyberpunk 2077.

Di The Witcher, kamu bermain sebagai Geralt, karakter yang sudah ditentukan dan memiliki gaya bertarung tertentu. Karena itu, perombakan skill tree masih berada dalam batasan tersebut.

Meski memiliki batasan tersebut, sistem baru tetap dirancang agar pemain memiliki lebih banyak pilihan ketika mengembangkan Geralt. Salah satu fokusnya adalah memperbanyak kemampuan aktif dibandingkan sistem lama yang lebih banyak mengandalkan kemampuan pasif.

Perubahan ini diharapkan membuat proses membangun karakter terasa lebih fleksibel tanpa menghilangkan identitas Geralt sebagai seorang witcher.

Sekarang kamu memang bisa membuat Geralt yang jauh lebih berbeda, dan pemikirannya juga sama: bagaimana kami bisa membangun sistem dengan lebih banyak kemampuan aktif dibandingkan kemampuan pasif? Itulah masalah dari sistem sebelumnya.

Berawal dari Evaluasi Update Next-Gen

Menurut Sasko, gagasan untuk melakukan perombakan tersebut sebenarnya sudah muncul ketika CD Projekt Red mengerjakan pembaruan next-generation untuk The Witcher 3 pada 2022.

Pada tahap tersebut, pengembang mulai mengevaluasi bagian-bagian game yang sudah terasa kurang relevan atau “berkarat” setelah bertahun-tahun sejak game pertama kali dirilis.

Evaluasi tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan yang lebih luas mengenai bagaimana The Witcher 3 dapat diperbarui tanpa kehilangan identitas aslinya.

Selain remaster, proses tersebut juga berujung pada pengembangan ekspansi baru berjudul Songs of the Past. Ekspansi ini dikembangkan oleh Fool’s Theory dan dijadwalkan meluncur pada 2027.

Sasko sendiri saat ini juga terlibat dalam proyek sekuel Cyberpunk sebagai associate director. Pengalamannya dalam mengembangkan dan mengevaluasi sistem gameplay kedua proyek tersebut membuat proses perombakan The Witcher 3 memiliki kaitan cukup erat dengan pembelajaran CD Projekt Red dari Cyberpunk 2077 2.0.