Crystal Dynamics bersama Flying Wild Hog resmi mengumumkan Tomb Raider: Legacy of Atlantis, proyek remake dari game Tomb Raider pertama yang rilis pada 1996. Trailer perdananya memperlihatkan Lara Croft dengan tampilan yang merujuk pada desain klasiknya, lengkap dengan tanktop berwarna turquoise yang ikonis, visual modern, dan detail poligon yang jauh lebih tajam. Cuplikan itu juga menampilkan berbagai elemen yang familier, mulai dari teka-teki rumit, platforming ekstrem, hingga kemunculan dinosaurus yang bagi pemain lama pasti tidak asing penampakannya.
Remake ini dijadwalkan meluncur pada 2026 untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan Steam.
Dalam siaran persnya, Crystal Dynamics menjelaskan bahwa Legacy of Atlantis dikembangkan dengan Unreal Engine 5 dan membawa pendekatan desain game yang lebih modern. Meski begitu, mereka tetap mempertahankan atmosfer khas seri awal. Pemain akan kembali berperan sebagai Lara Croft dan ditantang menjelajahi lokasi-lokasi misterius, menavigasi lingkungan berbahaya, memecahkan perangkat mematikan, sampai menghadapi berbagai predator. Semua itu dilakukan demi mengumpulkan potongan artefak bernama Scion yang disebut memiliki kekuatan luar biasa.
Pengumuman ini datang setelah Shadow of the Tomb Raider (2018) menutup trilogi reboot yang dimulai tahun 2013. Pada 2022, Crystal Dynamics sudah memastikan tengah mengerjakan game baru berbasis Unreal Engine 5. Kini, Legacy of Atlantis tampaknya menjadi salah satu bagian dari rencana besar itu. Menariknya, sebelum pengumuman remake ini muncul, studio tersebut juga baru merilis judul lain, Tomb Raider: Catalyst, yang disebut sebagai game terbaru dalam seri.


