Ubisoft resmi menghentikan pengembangan Prince of Persia: The Sands of Time Remake, di mana hal ini merupakan sebuah keputusan yang mengejutkan banyak pihak, terutama bagi para penggemar seri tersebut. Meski demikian, tim pengembang menegaskan bahwa pembatalan ini tidak berarti akhir dari waralaba Prince of Persia secara keseluruhan.
Pengumuman tersebut muncul setelah Ubisoft mengumumkan langkah besar berupa “reset organisasi, operasional, dan portofolio”. Dalam kebijakan ini, perusahaan menunda tujuh proyek yang tidak disebutkan namanya, menutup dua studio, serta membatalkan beberapa game yang tengah dikembangkan. Salah satu korban dari kebijakan tersebut adalah The Sands of Time Remake, game yang pertama kali diumumkan pada 2020 dan sejak itu berkutat dengan berbagai penundaan.
Lewat pernyataan resmi di media sosial, tim pengembang The Sands of Time Remake mengakui bahwa keputusan ini menjadi kabar pahit, baik bagi penggemar maupun bagi internal studio. Namun, mereka menekankan bahwa langkah ini bukan berarti Ubisoft akan meninggalkan dunia Prince of Persia sepenuhnya.
“Game ini memiliki arti yang sangat besar bagi para penggemar dan juga bagi tim yang telah mencurahkan tenaga di dalamnya,” tulis studio tersebut. Mereka menyebut proyek remake ini sejatinya memiliki potensi kuat, tetapi pada akhirnya tidak mampu mencapai standar kualitas yang diharapkan.
Menurut tim developer, untuk membawa game ini ke level yang layak dirilis, dibutuhkan tambahan waktu dan investasi yang lebih besar dari kemampuan realistis studio saat ini. “Kami tidak ingin merilis sesuatu yang terasa setengah matang dan tidak mencerminkan makna The Sands of Time,” lanjut pernyataan tersebut.
Meski satu proyek dihentikan, Ubisoft menegaskan bahwa Prince of Persia masih dipandang sebagai sebuah semesta dan warisan penting. Dengan kata lain, pembatalan The Sands of Time Remake tidak bisa dibaca sebagai penutup perjalanan sang Pangeran Persia di industri game.
Di akhir pernyataan, tim pengembang menyampaikan terima kasih kepada komunitas atas dukungan yang terus diberikan. Mereka mengapresiasi “antusiasme, kesabaran, dan cinta” para penggemar yang setia mengikuti perkembangan waralaba ini selama bertahun-tahun.
Keputusan Ubisoft ini terbilang mengejutkan karena sebelumnya The Sands of Time Remake masih tercatat dalam rencana rilis perusahaan. Dalam laporan keuangan terbaru, game tersebut bahkan disebut akan meluncur pada kuartal keempat tahun fiskal berjalan, yang berakhir pada 31 Maret. Artinya, jarak menuju perilisan seharusnya hanya tinggal hitungan bulan.
Pada Juni tahun lalu, Ubisoft juga sempat menyatakan bahwa proyek remake ini berada dalam tahap “pengembangan mendalam”. Saat itu, pengembangan game dipindahkan dari Ubisoft Pune dan Mumbai ke Ubisoft Montreal, dan disebut-sebut mengalami proses reboot dari awal. Namun, alih-alih berujung pada kebangkitan, perjalanan panjang tersebut justru berakhir dengan pembatalan.


