Rencana mengembalikan Splinter Cell ternyata sudah pernah digarap Ubisoft hampir satu dekade lalu. Informasi ini mencuat setelah laporan baru mengungkap bahwa Ubisoft San Francisco sempat mengembangkan game baru dari IP tersebut pada 2017, namun proyek itu dihentikan karena perusahaan lebih tertarik mengejar tren game live-service.
Kabar ini kemudian ditanggapi oleh Mark Rubin, mantan produser eksekutif XDefiant. Rubin menegaskan bahwa XDefiant memang lahir dari sebuah proyek ambisius yang pada akhirnya dibatalkan, tetapi proyek awal tersebut tidak berkaitan dengan Splinter Cell. Ia menjelaskan, setelah pembatalan itu, timnya melemparkan ide arena shooter yang kemudian berkembang menjadi XDefiant.
Rubin tidak menepis kemungkinan bahwa tim Ubisoft lain sempat mengerjakan Splinter Cell sebelum ia bergabung. Namun, ia menambahkan bahwa Ubisoft umumnya memberi kebebasan besar kepada para developer untuk menentukan proyek yang ingin dikerjakan, sehingga detail pasti fase awal pengembangan sulit dipastikan.
Dibatalkan Demi Live-Service
Laporan sebelumnya dari Jason Schreier menyebut bahwa Ubisoft San Francisco mengawali pengembangan game Splinter Cell pada 2017. Antusiasme internal kala itu cukup tinggi. Namun, ketika game-game live-service menunjukkan performa komersial yang kuat, arah proyek mendadak berubah.
Eksekutif Ubisoft disebut ingin segera terlibat dalam pasar live-service, yang pada waktu itu sedang menjadi tren industri. Akibatnya, proyek Splinter Cell dialihkan menuju konsep live-service sebelum akhirnya bertransformasi menjadi XDefiant.

XDefiant sendiri sempat memperlihatkan potensi besar saat rilis, tetapi game itu kemudian ditinggalkan dan ditutup. Sementara itu, sejumlah developer yang semula mengerjakan reboot Splinter Cell memilih keluar dari Ubisoft. Mereka kemudian mengembangkan Dispatch, salah satu dari dua game—bersama Clair Obscur: Expedition 33—yang ramai mendapatkan pujian pada 2025.
Splinter Cell Remake Masih Berjalan Tak Mulus
Di tengah kisruh tersebut, Ubisoft tetap mengembangkan Splinter Cell Remake, salah satu dari beberapa proyek remake yang tengah dikerjakan perusahaan. Namun, tanda-tanda gangguan muncul. Lowongan pekerjaan terbaru mengindikasikan bahwa proyek ini membutuhkan direktur baru, memberi petunjuk bahwa ada pergantian struktur internal dalam tim pengembang.
Upaya Ubisoft mengembalikan pamor Splinter Cell juga dilakukan melalui medium lain. Salah satunya lewat adaptasi anime yang diproduksi bersama Netflix, sebuah langkah yang tampaknya ditujukan untuk membangkitkan minat audiens baru terhadap IP klasik tersebut.
Sementara itu, Ubisoft, yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan finansial serta isu penurunan harga saham, masih terus mencari formula untuk mengembalikan stabilitas bisnis.

