Game turn-based tactical berjudul Warhounds tengah bersiap memperkenalkan diri ke publik lewat demo yang akan dirilis dalam ajang Steam Next Fest. Game ini dikembangkan sebagai pengalaman taktis hardcore, dengan pendekatan yang menghilangkan unsur acak (random number generator/RNG) dalam pertempuran.
Warhounds mengusung latar Afrika versi masa depan alternatif. Pemain berperan sebagai komandan unit tentara bayaran elit bernama Warhounds, yang terlibat dalam konflik regional berskala mekabesar. Setiap misi yang dijalankan tidak berdiri sendiri, melainkan berpengaruh langsung pada keseimbangan perang dan kondisi dunia di dalam game.
Salah satu ciri utama Warhounds adalah sistem pertarungannya yang sepenuhnya deterministik. Tidak ada peluang tembakan berbasis persentase atau miss acak, bahkan dari jarak dekat. Hasil setiap aksi ditentukan oleh faktor yang bisa dibaca pemain, seperti posisi, cover, elevasi, dan garis tembak. Pendekatan ini membuat setiap keputusan—mulai dari pergerakan hingga menekan pelatuk—memiliki konsekuensi yang jelas.
Dari sisi gameplay, Warhounds menawarkan misi sinematik berdurasi sekitar 25 hingga 40 menit, yang dirancang menyerupai set-piece aksi episodik. Pertempuran menekankan manuver flanking, pemanfaatan ruang vertikal, serta lingkungan dengan perlindungan yang bisa dihancurkan.
Sistem overwatch dalam game ini juga dibuat berbeda. Alih-alih reaksi otomatis yang bersifat biner, Warhounds menggunakan mechanics berbasis kerucut pandang untuk mengontrol area, sehingga pemain dituntut lebih cermat dalam mengatur ruang dan posisi skuad.
Tersedia lima kelas karakter dengan peran yang tegas, yakni Assault, Sniper, Machine Gunner, Grenadier, dan Specialist. Setiap kelas dirancang untuk saling melengkapi, baik dari sisi kemampuan maupun loadout.
Di luar pertempuran, Warhounds memiliki lapisan strategi yang cukup kompleks. Markas utama pemain berada di atas kapal kargo yang berhasil direbut, berfungsi sebagai pusat rekrutmen, perawatan medis, pengelolaan suplai, pengumpulan intel, hingga akses ke pasar gelap.
Game ini juga menghadirkan sistem faksi dan diplomasi. Keputusan pemain akan memengaruhi hubungan dengan berbagai kelompok, membuka atau menutup akses ke misi dan perlengkapan tertentu, serta mengubah kondisi dunia secara dinamis.
Pengembang menyebut Warhounds kerap dibandingkan dengan XCOM dan Jagged Alliance, dua nama besar di genre tactics. Namun, perbedaannya cukup signifikan. Jika XCOM dikenal dengan manajemen probabilitas dan risiko berbasis dadu, Warhounds justru menghilangkan RNG sepenuhnya dari pertempuran.
Sementara itu, dibandingkan Jagged Alliance yang menawarkan format sandbox dan berfokus pada karakter, Warhounds memilih pendekatan yang lebih terarah dan sinematik. Tingkat kematian yang tinggi serta siklus pengambilan keputusan yang cepat membuat ritme permainan terasa lebih intens, yang menyerupai action thriller episodik ketimbang simulasi bebas.
Selain menyiapkan demo publik untuk Steam Next Fest, pengembang juga akan membuka halaman toko Steam secara bersamaan dengan peluncuran trailer gameplay. Langkah ini ditujukan untuk membangun eksposur awal sekaligus mendorong penambahan wishlist menjelang perilisan penuh.







