Xbox mengakui bahwa banyak pemain masih belum memahami arah kebijakan eksklusivitas game mereka. Perusahaan pun berjanji akan mulai menyampaikan platform tujuan setiap game secara lebih terbuka bersamaan dengan pengumuman tanggal rilisnya.
Kebingungan ini muncul setelah Xbox beberapa kali mengubah pendekatan distribusi game. Sekitar dua setengah tahun lalu, perusahaan sempat menyatakan akan membawa game first-party ke berbagai platform. Namun, pada bulan lalu Xbox kembali menegaskan bahwa sejumlah judul tetap akan menjadi eksklusif konsol, termasuk Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution.
Perubahan arah tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan pemain mengenai kriteria game yang akan dirilis secara multiplatform dan mana yang hanya tersedia di konsol Xbox. Selama ini, banyak yang menganggap game live service dan multiplayer hampir pasti hadir di berbagai platform. Namun, status eksklusif Gears of War: E-Day membuat asumsi itu kembali dipertanyakan.
Dalam wawancara bersama GamesRadar, Chief Strategy Officer Xbox Matthew Ball menjelaskan bahwa game live service berskala besar memang cenderung dirilis multiplatform. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kategori single-player tidak otomatis berarti sebuah game akan menjadi eksklusif konsol.
Chief Content Officer Xbox Matt Booty juga meminta pemain tidak menjadikan label single-player sebagai patokan mutlak dalam menentukan eksklusivitas sebuah game.
Saya rasa jangan terlalu terpaku pada kategori single-player. Itu memang bisa menjadi patokan umum, tetapi jelas bukan sesuatu yang sudah ditetapkan secara mutlak.
Booty menjelaskan bahwa keputusan eksklusivitas dibuat berdasarkan karakteristik masing-masing waralaba. Dengan portofolio yang sangat besar, Xbox menilai setiap game memiliki peran bisnis dan strategi yang berbeda.
Xbox Janji Lebih Transparan
Booty dan Ball sama-sama mengakui bahwa cara Xbox mengomunikasikan strategi tersebut belum cukup jelas bagi sebagian pemain. Karena itu, perusahaan berkomitmen untuk membuat proses pengumuman game ke depan lebih transparan.
Kami memiliki kerangka kerja untuk menentukan keputusan ini, termasuk bagaimana kami mengevaluasinya. Saya menyadari pendekatan ini belum jelas bagi semua pemain kami, dan kami berkomitmen untuk membuatnya lebih mudah dipahami.
Booty menambahkan bahwa Xbox akan mulai menyertakan informasi platform tujuan setiap kali mengumumkan tanggal rilis sebuah game.
Ke depannya, ketika kami mengumumkan tanggal rilis sebuah game, kami juga akan langsung mengumumkan platform mana saja yang akan menjadi tujuan perilisannya.
Di sisi lain, GamesRadar melaporkan bahwa Xbox hingga kini masih belum mengambil keputusan terkait status eksklusivitas sejumlah proyek besar yang belum diumumkan. Beberapa di antaranya termasuk The Elder Scrolls 6 serta game-game baru dari Activision, Bethesda, Blizzard, dan Xbox Game Studios.
Meski begitu, Xbox memastikan bahwa seluruh game yang sebelumnya telah diumumkan akan meluncur di PlayStation 5 maupun Nintendo Switch 2 tetap akan dirilis sesuai rencana. Perusahaan menegaskan bahwa komitmen yang sudah diberikan kepada mitra dan pemain tetap akan dihormati.
Booty juga menilai perubahan strategi tidak bisa dilakukan secara instan karena banyak proyek telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Menurutnya, Xbox harus menemukan keseimbangan antara arah bisnis baru perusahaan dan kerja keras tim pengembang yang sudah berjalan lama.

