Lisa Su, CEO AMD, membuka sinyal baru soal masa depan Xbox dengan menyebut bahwa konsol generasi selanjutnya dari Microsoft tengah disiapkan untuk meluncur pada 2027.
Isyarat itu muncul saat Su berbicara dalam forum laporan keuangan bersama analis. Dalam pemaparannya, ia membahas lini produk berbasis AMD yang akan hadir dalam beberapa tahun ke depan, termasuk kerja sama dengan Valve dan Microsoft di ranah perangkat game.
Su menyebut Valve dijadwalkan mulai mengirimkan Steam Machine berbasis AMD pada awal 2026. Di saat yang sama, ia mengatakan bahwa pengembangan Xbox generasi terbaru yang menggunakan semi-custom system-on-chip (SoC) dari AMD menunjukkan progres yang solid dan diarahkan untuk mendukung peluncuran pada 2027.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum berarti Microsoft telah menetapkan tahun rilis secara resmi. Hingga kini, perusahaan belum mengumumkan jadwal peluncuran konsol generasi barunya ke publik. Namun, petunjuk mengenai arah pengembangan Xbox memang kerap disampaikan oleh jajaran petinggi Microsoft dalam beberapa kesempatan.

Salah satunya datang dari Jason Ronald, Wakil Presiden Xbox Gaming Devices and Ecosystem, yang pada 2025 lalu menyebut bahwa Xbox generasi berikutnya akan mengusung fitur berbasis artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut diklaim bakal membawa perubahan besar pada pengalaman bermain, meski pemanfaatan AI di industri game masih menuai perdebatan.
Sementara itu, Presiden Xbox Sarah Bond juga sempat menegaskan bahwa konsol generasi baru akan menyasar segmen kelas atas. Dalam wawancara dengan Mashable, ia menggambarkan perangkat tersebut sebagai pengalaman yang sangat premium dan dirancang untuk pasar high-end.
Sinyal kehadiran konsol baru ini muncul di tengah tekanan pada bisnis perangkat keras Xbox. Dalam laporan keuangan kuartal II yang berakhir 31 Desember 2025, Microsoft mencatat pendapatan perangkat keras Xbox turun 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipicu oleh melemahnya penjualan konsol dan ikut menekan total pendapatan sektor game.
CEO Microsoft Satya Nadella menegaskan bahwa perusahaan tetap berfokus menghadirkan game di berbagai platform, mulai dari Xbox, PC, hingga layanan cloud. Meski begitu, Microsoft juga memproyeksikan bahwa pendapatan dari perangkat keras masih akan kembali menurun pada kuartal berikutnya.
Tren penurunan ini bukan hal baru bagi Microsoft. Dalam beberapa kuartal terakhir, divisi More Personal Computing, yang menaungi bisnis game, juga mencatat performa yang melemah. Di tengah kondisi tersebut, Xbox justru melakukan penyesuaian harga, baik untuk konsol maupun layanan Xbox Game Pass, sepanjang 2025.
Tekanan bisnis ini turut beriringan dengan langkah efisiensi internal. Tahun lalu, Microsoft melakukan pemutusan hubungan kerja di Xbox Game Studios dalam skala besar. Langkah ini menjadi gelombang PHK besar keempat sejak akuisisi Activision Blizzard senilai 68,7 miliar dolar AS, yang berdampak pada pembatalan sejumlah proyek game, penutupan studio, hingga berakhirnya beberapa kemitraan penerbitan.


