Kreator Dragon Quest, Yuji Horii, mulai melirik teknologi chatbot sebagai elemen baru dalam pengembangan game. Ketertarikan ini muncul di tengah maraknya diskusi tentang peran AI di industri game, setelah sejumlah tokoh seperti eks bos Sony Interactive Entertainment Shuhei Yoshida dan CEO Nexon Junghun Lee menyampaikan pandangan mereka.
Berbicara dalam ajang pengembang game tahunan G-Star 2025 di Korea Selatan (13–16 November), Horii mengaku terkesan dengan kemampuan teknologi seperti ChatGPT dalam memberi saran dan menanggapi pertanyaan secara logis. Ia juga tidak menutupi bahwa dirinya sering menggunakan chatbot tersebut. Menurutnya, akan sangat menarik jika game kuis atau misteri bisa memanfaatkan AI serupa sebagai bagian dari interaksi pemain.
Horii membayangkan skenario di mana pemain dapat mengobrol langsung dengan karakter AI untuk memecahkan sebuah kasus, atau berinteraksi dengan asisten AI yang menyusun informasi investigasi. “Kalau itu bisa dilakukan, pasti seru banget,” ujarnya.
Saat ditanya apakah ia ingin mengintegrasikan teknologi ini ke proyek game selanjutnya, Horii menjawab singkat: “Ya.” Ia juga menyinggung ketertarikannya pada VR, meski mengakui penggunaan headset dalam waktu lama masih menjadi kendala yang sulit dihindari.
Horii mencontohkan bagaimana VR dan game online mendorong pemain untuk mencoba cara baru dalam berinteraksi dengan game. Menurutnya, fenomena pemain yang menemukan sahabat hingga pasangan hidup melalui game online menunjukkan betapa kuatnya hubungan sosial yang bisa tercipta dari ruang virtual.


