Studio game asal Indonesia, Separuh Interactive, mengumumkan bahwa karya mereka AGNI: Village of Calamity akan tampil untuk pertama kalinya di publik lewat Tokyo Game Show (TGS) 2025. Kepastian itu datang setelah proses panjang bersama lembaga rating usia game Jepang, Computer Entertainment Rating Organization (CERO), guna memastikan konten dalam game ini layak dipamerkan.
Tokyo Game Show sendiri dikenal sebagai salah satu pameran game terbesar di dunia, yang rutin menjadi ajang perkenalan produk baru bagi perusahaan besar maupun studio independen. Kehadiran AGNI: Village of Calamity di TGS 2025 bukan hanya penampilan perdana, melainkan juga langkah penting bagi game Indonesia untuk menembus panggung internasional.
Separuh Interactive menegaskan bahwa demo game akan tersedia di Indie Arena. Namun, sesuai kebijakan penyelenggara, pengunjung diwajibkan membawa identitas diri untuk keperluan verifikasi usia. Aturan ini diberlakukan sejalan dengan rekomendasi CERO, yang mengawasi klasifikasi konten game agar sesuai dengan kelompok umur tertentu di Jepang.
Sebagai lembaga resmi, CERO memegang peranan penting dalam industri game Jepang. Badan ini bertugas menilai konten dalam game—mulai dari kekerasan, bahasa, hingga tema sensitif lain, dan memberikan rating usia, mirip dengan sistem ESRB di Amerika Serikat atau PEGI di Eropa. Proses penilaian dari CERO kerap menjadi tantangan bagi pengembang luar negeri, sebab standar yang ditetapkan bisa berbeda dari negara asal pengembang.
Dalam kasus AGNI: Village of Calamity, lolos dari evaluasi CERO menjadi sinyal positif. Hal ini bukan hanya membuka pintu bagi game tersebut untuk tampil di TGS, tetapi juga memperbesar peluangnya untuk diterima oleh pasar Jepang, salah satu pasar game terbesar di dunia.
Dengan genre horror action yang kental atmosfer mencekam, AGNI: Village of Calamity akan menjadi salah satu wajah dari geliat industri kreatif Indonesia yang berani bersaing secara global. Kini, sorotan tertuju pada bagaimana publik Jepang akan merespons karya anak bangsa di panggung sebesar Tokyo Game Show.

