Bruce Nesmith khawatir pengembangan Elder Scrolls terlalu cepat News

Bruce Nesmith: Mempercepat Rilis The Elder Scrolls dan Fallout Bisa Mengecewakan Penggemar

Share:

Jarak perilisan seri The Elder Scrolls dan Fallout yang semakin panjang terus menjadi sorotan penggemar. Di tengah harapan agar Bethesda bisa merilis game baru lebih cepat, mantan desainer utama The Elder Scrolls V: Skyrim, Bruce Nesmith, justru menilai percepatan pengembangan berpotensi menurunkan kualitas game.

Fallout 4 kini telah berusia lebih dari satu dekade sejak dirilis pada 2015. Sementara itu, Skyrim yang meluncur pada 2011 sudah memasuki usia hampir 15 tahun. Rentang waktu tersebut bahkan hampir menyamai jarak antara Skyrim dan The Elder Scrolls II: Daggerfall yang dirilis pada 1996.

Kondisi tersebut membuat banyak penggemar mempertanyakan lambatnya siklus pengembangan dua waralaba terbesar Bethesda. Di sisi lain, Microsoft sebagai induk perusahaan Bethesda juga disebut memiliki keinginan agar proyek-proyek besar tersebut dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih singkat.

Namun, Bruce Nesmith menilai percepatan jadwal pengembangan bukanlah solusi yang sederhana. Mantan pengembang Bethesda yang juga terlibat dalam pengembangan Oblivion dan Starfield itu mengatakan bahwa proses pengembangan perangkat lunak selalu bergantung pada tiga aspek utama, yakni sumber daya, waktu, dan kualitas.

Ada prinsip dalam pengembangan perangkat lunak mengenai tiga sudut: sumber daya, waktu, dan kualitas. Studio hanya bisa menentukan dua di antaranya, dan keputusan itu akan menentukan yang ketiga.

Menurut Nesmith, jika sebuah studio menetapkan jumlah tenaga kerja dan tenggat waktu sejak awal, maka kualitas akhir produk akan mengikuti batasan tersebut. Sebaliknya, apabila kualitas yang ingin dicapai sudah ditentukan bersamaan dengan jadwal yang ketat, kebutuhan sumber daya akan meningkat.

Ia menilai ketiga aspek tersebut harus berada dalam kondisi yang seimbang. Menambahkan lebih banyak orang ke dalam proyek tidak serta-merta membuat pengembangan berjalan lebih cepat. Di sisi lain, memberikan waktu yang terlalu panjang juga dapat membuat proyek kehilangan arah.

Ketiga sudut itu harus seimbang. Kamu tidak bisa menyelesaikan proyek dalam sebulan hanya dengan menambahkan satu juta orang. Sebaliknya, memberi waktu sepuluh tahun bisa menciptakan siklus perubahan tanpa akhir dan berujung pada kegagalan.

Nesmith juga menyoroti kondisi industri game AAA saat ini yang sudah melibatkan tim pengembang dalam jumlah besar dan biaya produksi yang sangat tinggi. Ia mencontohkan Starfield yang dikerjakan oleh sekitar 500 orang dengan estimasi anggaran mencapai 200 hingga 400 juta dolar AS.

Dalam situasi seperti itu, menambah dana maupun jumlah tenaga kerja justru dinilai dapat membuat proses pengembangan semakin rumit dan sulit dikendalikan.

Menurut Nesmith, jika Bethesda benar-benar ingin mempercepat produksi game, risiko terbesar yang harus dihadapi adalah berkurangnya kualitas akhir game. Fitur, proses polishing, hingga perbaikan bug berpotensi dikorbankan demi mengejar tenggat waktu.

Risiko terbesar dari jadwal yang dipersingkat adalah kualitas, pengurangan fitur, polish, atau bug. Hal-hal yang biasanya dikerjakan pada tahap akhir sering kali harus disingkirkan agar game selesai tepat waktu.

Ia mengakui bahwa waktu pengembangan yang lebih singkat memang bisa menghasilkan sekuel lebih cepat. Namun, menurutnya, hal itu belum tentu menjadi jawaban yang diinginkan penggemar.

Sekuel yang lebih cepat justru berisiko mengecewakan para penggemar.

Salah satu solusi yang kerap dibicarakan komunitas adalah menyerahkan pengerjaan waralaba tertentu kepada studio lain. Microsoft sendiri saat ini memiliki Bethesda dan Obsidian Entertainment, studio yang dikenal lewat Fallout: New Vegas dan kerap dianggap sebagai salah satu game Fallout 3D terbaik.

Nesmith tidak menutup kemungkinan tersebut. Ia menilai pendekatan itu bisa berhasil apabila dikerjakan oleh studio yang tepat.

Jika studio yang tepat tersedia, itu adalah solusi yang bagus. Namun, kamu tidak bisa begitu saja menyerahkannya kepada sembarang studio.

Di tengah lamanya penantian terhadap The Elder Scrolls VI dan masa depan seri Fallout, pertanyaan yang kini muncul adalah: apakah penggemar lebih memilih game hadir lebih cepat, atau menunggu lebih lama demi kualitas yang lebih matang?