Capcom tampaknya belum selesai menggali kembali katalog franchise lamanya. Setelah Onimusha: Way of the Sword mencatat debut kuat dengan penjualan lebih dari satu juta kopi pada hari pertama, perusahaan asal Jepang tersebut mengisyaratkan bakal menghidupkan kembali lebih banyak IP yang sudah lama tidak mendapatkan game baru.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Capcom untuk memaksimalkan nilai dari katalog game yang mereka miliki. Dalam siaran pers yang membahas pencapaian penjualan Onimusha: Way of the Sword, Capcom menyebut mereka tidak hanya akan fokus merilis judul besar baru setiap tahun, tetapi juga mengaktifkan kembali IP yang sudah lama tidak mendapatkan rilisan.
Selain secara rutin merilis judul-judul besar setiap tahun, Capcom berfokus mengaktifkan kembali IP yang belum mendapatkan judul baru dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan juga berupaya semakin memaksimalkan nilai perusahaan dengan memanfaatkan katalog konten yang kaya, termasuk melalui judul ini.
Dino Crisis Jadi Salah Satu Kandidat
Pernyataan tersebut tentu membuat sejumlah franchise lawas Capcom kembali menjadi bahan spekulasi. Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Dino Crisis, yang terakhir mendapatkan game baru melalui Dino Crisis 3 pada 2003.
Para penggemar sudah bertahun-tahun meminta Capcom menghidupkan kembali seri tersebut. Menariknya, dalam beberapa waktu terakhir perusahaan mulai melakukan sejumlah langkah yang membuat Dino Crisis kembali mendapat perhatian.
Pada tahun lalu, Capcom merilis paket yang berisi dua game pertama Dino Crisis. Seri tersebut kemudian hadir di Steam pada Februari. Tidak berhenti di situ, Dino Crisis 2 juga dijadwalkan masuk ke katalog game PlayStation Plus pada akhir tahun ini.
Rangkaian langkah tersebut bisa menjadi cara Capcom untuk kembali memperkenalkan franchise kepada pemain sebelum benar-benar mengumumkan proyek baru. Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi bahwa Dino Crisis akan mendapatkan game baru.
Selain Dino Crisis, Dead Rising juga berpotensi masuk dalam daftar franchise yang kembali digarap Capcom. Terlebih, perusahaan baru saja merilis remake dari game pertama seri tersebut.
Sementara itu, Lost Planet juga menjadi salah satu franchise yang masih memiliki peluang untuk kembali. Game terakhirnya, Lost Planet 3, dirilis pada 2013. Namun, dibandingkan beberapa nama lainnya, peluang kembalinya seri ini masih terlihat lebih kecil.
Bagaimana dengan Devil May Cry dan Ace Attorney?
Dari sekian banyak franchise yang dimiliki Capcom, ada dua nama yang mungkin paling menarik untuk diperhatikan, yakni Devil May Cry dan Ace Attorney.
Devil May Cry terakhir mendapatkan game utama melalui Devil May Cry 5 pada 2019. Artinya, sudah cukup lama sejak para pemain mendapatkan petualangan baru dari Dante dan kawan-kawan.
Seri tersebut juga bukan franchise kecil bagi Capcom. Devil May Cry tercatat sebagai IP tersukses kelima perusahaan berdasarkan jumlah penjualan, berada di bawah Resident Evil, Monster Hunter, Street Fighter, dan Mega Man. Hingga saat ini, seri Devil May Cry telah terjual sebanyak 41 juta kopi.
Sementara itu, Ace Attorney juga tidak kalah besar. Seri game bertema pengadilan tersebut telah terjual 15 juta kopi secara global. Namun, game utama terbaru dalam seri ini sudah dirilis sekitar satu dekade lalu.
Capcom sendiri saat ini sudah mulai menunjukkan ketertarikan untuk kembali memanfaatkan franchise lamanya. Selain Onimusha, perusahaan juga tengah mengembangkan sekuel Okami dan Mega Man: Dual Override.
Jika strategi tersebut terus berlanjut, bukan tidak mungkin Capcom akan membuka kembali pintu bagi sejumlah franchise yang selama ini hanya menjadi bagian dari sejarah perusahaan. Untuk saat ini, Dino Crisis, Dead Rising, Lost Planet, Devil May Cry, dan Ace Attorney menjadi beberapa nama yang paling menarik untuk ditunggu.

