Clair Obscur: Expedition 33 tampil sebagai jawara mutlak The Game Awards 2025 dengan menyapu sembilan kemenangan dari sepuluh nominasi. Hal tersebut menjadi rekor baru dalam sejarah acara tersebut. Game RPG garapan Sandfall Interactive ini dinobatkan sebagai Game of the Year, sekaligus memenangkan kategori naratif terbaik, musik terbaik, hingga penampilan terbaik. Kemenangan ini terasa semakin istimewa mengingat game tersebut harus bersaing dengan judul-judul besar seperti Death Stranding 2, Donkey Kong Bananza, Hades 2, Hollow Knight: Silksong, dan Kingdom Come: Deliverance 2.
Game ini memiliki cerita emosional yang berpusat pada dunia yang dikendalikan makhluk supranatural bernama The Paintress dan dipadukan dengan sistem pertarungan turn-based klasik. Aspek tersebut menjadi daya tarik utama yang memikat para pemain dan kritikus. Di balik itu semua, publik juga menyoroti perjalanan Sandfall Interactive—studio kecil berisi mantan karyawan Ubisoft—yang membangun proyek impian mereka dari nol.
Saat naik ke panggung, sutradara Guillaume Broche menyebut perjalanan tahun ini sebagai “timeline yang aneh”, sembari berterima kasih kepada para pembuat tutorial YouTube yang membantu mereka belajar membuat game. Tidak hanya itu, komposer Lorien Testard membawa pulang penghargaan musik terbaik setelah ditemukan lewat unggahan SoundCloud, sementara Jennifer English memenangkan penampilan terbaik dan mendedikasikan kemenangannya untuk penonton neurodivergen.
Sorotan Lain, Pengumuman Besar, dan Kritik yang Kembali Muncul
Meski Clair Obscur mendominasi, beberapa game lain tetap mendapatkan sorotan. Battlefield 6 menang desain audio terbaik, Wuthering Waves memperoleh suara pemain, Donkey Kong Bananza menyabet game keluarga terbaik, Arc Raiders menang multiplayer, Hollow Knight: Silksong memimpin di action-adventure, dan Umamusume: Pretty Derby dinobatkan sebagai game mobile terbaik. Di luar daftar pemenang, panggung The Game Awards tetap menjadi ajang peluncuran besar.
Larian Studios mengumumkan RPG baru berjudul Divinity, dua game Tomb Raider terbaru diperlihatkan, dan penggemar Star Wars disuguhi Fate of the Old Republic serta Galactic Racer. Cuplikan baru Resident Evil 9, pengumuman Total War: Warhammer 40K oleh David Harbour, serta pengungkapan peran Lenny Kravitz sebagai villain di 007: First Light turut memeriahkan acara.
Meski penyelenggaraan tahun ini dinilai lebih baik, kritik lama tetap muncul. The Game Awards kembali dianggap terlalu memprioritaskan iklan dan memotong waktu pidato pemenang. Keputusan untuk menghentikan program Future Class, yang sebelumnya ditujukan bagi talenta baru di industri game, juga menimbulkan protes dari para alumni.
Mereka menilai program tersebut berhenti tanpa dampak yang jelas, terlebih setelah tahun lalu penghargaan Game Changer diberikan kepada Amir Satvat atas upayanya membantu developer yang terdampak PHK.


