SMK Angkasa 1 Margahayu, Kabupaten Bandung, berhasil menjuarai Garena Youth Championship (GYC) 2026 Free Fire. Tim tersebut memastikan gelar juara setelah meraih Booyah pada game kedelapan Grand Finals yang berlangsung di UNAS Auditorium, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Kemenangan ini menjadi pencapaian istimewa bagi SMK Angkasa 1. Pasalnya, sekolah tersebut langsung meraih gelar juara pada keikutsertaan perdana mereka di kompetisi esports antarpelajar tersebut.
Tim SMK Angkasa 1 diperkuat oleh Malvin Wiandra Wirawan, Muhammad Fakhri Sonjaya, Muhammad Rendi Aprilio Saputra, dan Muhammad Ramdani. Mereka berhasil mengungguli sejumlah sekolah lain yang juga tampil kompetitif sepanjang Grand Finals.
SMAN 15 Makassar harus puas menempati posisi kedua dengan raihan 137 poin. Sementara itu, SMAN 2 Barabai berada di peringkat ketiga dengan 119 poin, disusul SMKN 1 Talaga di posisi keempat dengan 115 poin.
Salah satu pemain SMK Angkasa 1, Muhammad Ramdani, mengaku bersyukur atas pencapaian timnya. Ia menyebut perjalanan menuju gelar juara tidak selalu berjalan mulus karena mereka sempat beberapa kali gagal dalam turnamen offline maupun babak kualifikasi.
Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung perjalanan kami sampai akhirnya berhasil meraih juara. Perjuangan kami sampai titik ini tidak mudah. Berkali-kali ikut turnamen offline dan kualifikasi, kami selalu gagal. Namun, berkat doa semua pihak, hari ini kami berhasil menjadi juara. Terima kasih kepada orang tua, guru, dan pembimbing yang mendukung kami.
Keberhasilan tersebut turut disaksikan oleh Ega Oktavian, guru pendamping yang hadir untuk memberikan dukungan sekaligus membimbing para pemain selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, pencapaian ini menjadi hasil dari perjuangan para siswa dalam mengembangkan kemampuan mereka di bidang esports.
Raih Dana Pendidikan dan Beasiswa Kuliah 100 Persen
Selain membawa pulang gelar juara, SMK Angkasa 1 juga berhak mendapatkan dana pendidikan sebesar Rp30 juta. Keempat pemainnya turut memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui beasiswa kuliah gratis 100 persen dari Universitas Nasional (UNAS).
Apresiasi pendidikan juga diberikan kepada tim yang menempati posisi tiga besar. SMAN 15 Makassar sebagai juara kedua mendapatkan beasiswa kuliah sebesar 70 persen, sedangkan SMAN 2 Barabai di posisi ketiga memperoleh beasiswa sebesar 50 persen. Sementara itu, seluruh finalis lainnya mendapatkan fasilitas bebas biaya formulir pendaftaran UNAS.

Peluang SMK Angkasa 1 untuk melanjutkan perjalanan di dunia kompetitif Free Fire juga belum berakhir. Setelah menjuarai GYC 2026, para pemainnya berkesempatan tampil di babak Play-ins Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2027 Spring.
Tak hanya itu, SMK Angkasa 1 bersama SMAN 15 Makassar, SMAN 2 Barabai, dan SMKN 1 Talaga juga akan kembali bertanding menghadapi perwakilan pelajar dari negara Asia Tenggara lainnya dalam GYC Free Fire Asia Invitational 2026.
GYC 2026 Free Fire sendiri merupakan bagian dari program Garena Goes to School. Program ini bertujuan mendorong kegiatan esports yang positif sekaligus mendukung keseimbangan prestasi akademik dan nonakademik di kalangan pelajar.

Penyelenggaraan kompetisi ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, serta Pengurus Besar Esports Indonesia. Adapun AXIS, Delbis, dan ShopeePay menjadi sponsor dalam rangkaian turnamen tersebut.
SMK Angkasa 1 Amankan Booyah Penentu di Game Kedelapan
Persaingan Grand Finals GYC 2026 Free Fire berlangsung menggunakan format Champion Rush, seperti yang diterapkan dalam sejumlah turnamen esports profesional Free Fire.
Dalam format ini, tim harus mengumpulkan minimal 80 poin terlebih dahulu. Setelah memenuhi syarat tersebut, tim yang berhasil mendapatkan Booyah pada game berikutnya akan langsung dinobatkan sebagai juara.
SMK Angkasa 1 sebenarnya sudah menunjukkan performa menjanjikan sejak awal pertandingan. Mereka berhasil mencapai status Champion Rush pada game keempat setelah mengumpulkan 91 poin.
Namun, kemenangan tidak langsung berpihak kepada mereka. Sejumlah tim lain silih berganti mendapatkan Booyah hingga game ketujuh. Situasi tersebut membuat persaingan semakin ketat karena beberapa peserta lainnya juga berhasil memenuhi syarat untuk menjadi juara.
Memasuki game kedelapan, terdapat tujuh tim yang sudah berstatus Champion Rush. Artinya, seluruh tim tersebut memiliki peluang untuk mengangkat trofi jika berhasil mengamankan Booyah pada pertandingan tersebut. Salah satu pesaing terkuat SMK Angkasa 1 adalah SMAN 15 Makassar yang saat itu memimpin klasemen sementara.
Pertandingan di NexTerra berlangsung dengan tempo ketat. SMK Angkasa 1 memilih bermain lebih objektif dan menjaga jalur rotasi agar bisa bertahan hingga zona akhir.
Strategi tersebut membawa mereka berhadapan dengan SMK Kesatrian Purwokerto dan SMAN 2 Barabai yang juga berstatus Champion Rush. Dalam situasi tersebut, SMAN 2 Barabai lebih dulu terlibat duel dengan SMK Kesatrian Purwokerto hingga menghabiskan sejumlah resource penting.
SMK Angkasa 1 kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil keuntungan. Ketika pertandingan memasuki fase akhir, mereka masih memiliki empat pemain yang bertahan dalam kondisi relatif lebih siap.
Sebaliknya, SMAN 2 Barabai hanya menyisakan tiga pemain dan harus berhadapan dengan seluruh anggota SMK Angkasa 1. Keunggulan jumlah pemain tersebut berhasil dimanfaatkan untuk mengakhiri pertandingan.
SMK Angkasa 1 akhirnya mengamankan Booyah pada game kedelapan sekaligus memastikan gelar juara GYC 2026 Free Fire.
Guru pendamping tim, Ega Oktavian, turut mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian para siswa. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi pelajar lain untuk mengembangkan minat dan bakat mereka tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik.
Sebagai guru, kami sangat bangga melihat perjalanan dan perjuangan mereka akhirnya berbuah juara dan bisa membawa nama baik sekolah. Semoga prestasi ini bisa mendorong siswa dan siswi lainnya untuk turut berprestasi lewat minat dan bakat masing-masing sambil selalu bertanggung jawab dan disiplin dalam belajar.

